Tim Pidsus Kejari Tobasa Geledah Disnakertrans Tobasa, Tumpal Sianturi Akui Hadiri Panggilan

64

Balige|SUMUT24

Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Toba Samosir didatangi Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tobasa, Senin (16/9).

Kedatangan tim penegak hukum guna melakukan pengggeledahan atas pengembangan kasus dugaan korupsi atas pekerjaan Padat karya infrastruktur dan padat karya produktif yang bersumber dana APBD T.A 2018 dengan pagu anggaran Rp1,7 miliar pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Toba Samosir.

Kepala Kejaksaan Negeri Tobasa Jeffry Maukar SH MH melalui Kasi Pidsus Kejari Tobasa, Hiras Nainggolan SH selaku ketua tim penggeledahan di sela sela penggeledahan menjelaskan, kedatangan tim di ruangan Bidang pelaksana pelatihan, penempatan, perluasan kesempatan kerja dan transmigrasi untuk menindaklanjuti dugaan korupsi yang dilaporkan masyarakat.

“Kami sedang mencari bukti bukti sekaitan pencairan anggaran yang digunakan untuk kegiatan padat karya yang sebelumnya dapat laporan dari masyarakat di dua desa. Setelah kami melakukan pemeriksaan dan penyelidikan, dapat informasi bahwa kegiatan itu dilakukan bukan hanya di dua desa tersebut saja tapi di 17 desa dengan masing masing anggaran 100 juta per desa. Itulah yang lagi kami cari bukti bukti berupa SPJ dan kwitansi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjut Hiras, Kejari Tobasa sudah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang saksi yakni TS, ESS, JS, YNB. dan belum melakukan penetapan status tersangka. Selanjutnya tim segera turun lapangan ke desa Pagar Batu dan Desa Sibuntuon, Kecamatan Habinsaran.

“Setelah melakukan pemeriksaan kepada 4 orang saksi dari Dinas Tenaga kerja, kita turun ke lapangan dan menemukan modus untuk memperkaya diri sendiri. Sampai saat ini kita belum melakukan penetapan status tersangka. Mungkin dalam waktu dekat kita akan menetapkan tersangka”, sebutnya.

Terpisah, di ruang kerjanya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Tobasa, Tumpal Sianturi mengakui telah memenuhi panggilan pemeriksaan bersama beberapa orang anggotanya pada Minggu lalu.

“Sesuai dengan tugas kami, pekerjaan itu dilaksanakan di lapangan namun ketika ada informasi yang menyebutkan fiktif atau menyalahi, silahkan saja ke lapangan,” ujarnya singkat. Hingga berita ini dikirimkan, tim Kejari Tobasa masih melakukan penggeledahan. (des)

Loading...