Temu Ramah dengan Jajaran PLN * Gubernur Sumut Instruksikan Kdh Dukung Program Tol Listrik Untuk Sumatera Terang

MEDAN | SUMUT24
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi menginstruksikan kepada Kepada Daerah (KDh) di 33 Kabupaten/Kota untuk mendukung Program Tol Listrik Untuk Sumut Terang. Program tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi keluar dari persoalan krisis listrik di Sumut. Instriksi tersebut disampaikan Tengku Erry Nuradi dalam acara ramah-tamah dan jamuan makan malam dalam rangka kegiatan membangun tol listrik menuju Sumut terang di rumah dinas gubernur Sumut (Gubernuran) Jl Sudirman Medan, Rabu (2/6/2016) malam. Hadir dalam acara itu Direktur Bisnis PT PLN (Persero) Regional Sumatera Amir Rosidin, Kepala Papold Sumut Irjen Pol Raden Budi Winarso, Kepala Kejaksan Tinggi Sumut M Yusni, Kasdam I/BB, Kepala BIN Sumut Brigjen TNI Sungkono, Kabid Pam Obvit Poldasu Kombes Pol Hery Subianshauri, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin,  dan sejumlah SKPD Provsu dan pejabat PLN lainnya. Turut hadir Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution, Walikota Binjai HM Idaham, Bupati Sergai Soekirman, Walikota Tebing Tinggi Umar Z Hasibuan, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, Bupati Simalungun JR Saragih, Walikota Padang Sidimpuan Andar Amin Harahap, Pj Walikota Pematang Siantar Jumsadi Damanik,
Dalam kesempatan itu, Erry mengatakan, persoalan listrik menjadi perhatian serius pemerintahan Joko Widodo (Jokwi) – Jusuf Kalla (JK) dalam rangka mendorong percepatan terwujudnya program Nawa Cita. Keseriusan tersebut mendasari lahirnya Pepres No 4 Tahun 2015 yang mengintruksikan penyiapan daya listrik 35.000 Megawatt (MW). “Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyambut antusias tol listrik karena akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” sebut Erry.
Erry mengatakan, populasi penduduk Sumut mencapai 14 juta jiwa, didukung dengan potensi masyarakat yang majemuk yang dilandasi komitmen menjaga suasana kondusif, merupakan modal dasar dalam memacu pembangunan. Tetapi semua kelebihan itu akan pincang tanpa ketersediaan energy listrik yang mencukupi. “Salah satu kendala yang menghambat pertumuhan bidang investasi di Sumut akibat keterbatasan pasokan listrik. Tiap investor yang ingin menanamkan investasinya ke Sumut, selalu bertanya tentang ketersediaan listrik,” tambah Erry.
Erry menyebutkan, pasokan listrik Sumut terbilang surplus mencapai 111 MW. Namun kelebihan energi ini memastikan wilayah Sumut memiliki energi melebihi melebihi rata-rata kebutuhan pemakaian harian para pelanggan listrik. Surplus listrik ini patudi dibanggakan, karena berimbas pada keberlangsungan pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat Sumut yang mencapai 1.171.291 pelanggan. Bahkan cadangan energy listrik Sumut saat ini telah mendekati 14 persen atau total ppasokan listrik secanyak 1.970 MW.
Walau surplus, tidak menjadi patokan seluruh wilayah Sumut sudah aman dan terang benderang. Masih ada daerah di Sumut yang rasio pemakaian listrik (elektrifikasi) belum mencapai 50 persen seperti di Kota Nias, Kabupaten Nias Barat, Nias Selatan dan Nias Utara.
emikian juga elektrifikasi listrik di kabupaten/kota di Sumut belum 100 persen, kecuali Kota Medan (111,63 persen), Sibolga 109,11 persen) dan Pematang Siantar (108,92 persen).“Hingga akhir tahun 2015, rasio elektrifikasi Sumut mencapai 93,09 persen. Artinya, rasio elektrifikasi listrik di Sumut masih menjadi persoalan,” sebut Erry.Erry menambahkan, karena rasio elektrifikasi Sumut belum 100 persen, maka surplus 111 MW yang ada saat ini belum menjadi jaminan kondisi sistem kelistrikan Sumut masuk kategori aman. Apalagi daftar tunggu pelanggan PLN di Sumut cukup besar ditambah lagi dengan pemenuhan target rasio eletrifikasi Sumut sebesar 94 persen.“Sumut masih membutuhkan penambahan sejumlah pembangkit listrik yang baru, minimal 1.000 Megawatt. Ini sangat beralasan karena pertumbuhan ekonomi Sumut terus bangkit seiring dengan perkembangan investasi dan industri. Khusus industri saja, akan menyedot energy listrik cukup besar. Jika diharapkan dari surplus yang ada, tentu belum memadai bahkan bisa deficit energy listrik,” papar Erry. Tol Listrik, sebut Erry, akan mendukung percepatan pembangunan, karena energy listrik merupakan salah satu pondasi infrastruktur dasar yang yang terpenuhi.
“Tol Listrik nantinya kita harapkan akan mampu menyuplai kebutuhan masyarakat Sumut mulai dari Sidimpuan hingga Kota Binjai,” harap Erry.
Sementara Direktur Bisnis PT PLN Regional Sumatera, Amir Rosidin mengatakan, pengembangan Ketenagalistrikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari belum sesuainya harapan.Rasio elektrifikasi di Indonesia yang masih sebesar 84 persen dengan kapasitas terpasang saat ini sebesar 52.000 MW. Rasio Elekrifikasi kita lebih rendah daripada negara-negara di ASEAN seperti Singapura, Brunai, Thailand, Malaysia dan Vietnam yang sudah berada diatas 95 persen. Rasio elektrifikasi di Sumut 82,9 persen masih dibawah rata-rata nasional, dengan beban puncak 1.565 MW serta daftar tunggu sebesar 565 MW.
“Untuk pulau Sumatera, sumber energy yang berlimpah berupa batubara dan gas ada di Sumatera Selatan sehingga sangat efektif dan ekonomis untuk membangun pembangkit di Sumatera Selatan,” sebut Rosidin. Khusus untuk menyalurkan energy listrik dari Sumsel ke Sumut, saat ini PLN sedang membangun TL 275 kV dari Muara Enim – Lubuk Linggau – Bangko – Muaro Bungo – Kiliranjao – Payakumbuh – Padang Sidempuan – Sarulla – Simangkuk – Galang – Binjai. Kemampuan daya yang dapat disalurkan melalui transmisi 275 kV ini sebesar 860 MW untuk 1 circuit atau 1.720 MW untuk 2 circuit. Transmisi yang ada di Sumut mulai dari Padang Sidempuan (Payakumbuh) – Binjai sejauh 689 km dengan jumlah tower sebanyak 1.505 sudah mencapai progress 85 persen yang akan diselesaikan pada tahun 2016 ini. Disamping TL 275 kV, PLN juga membangun TL 150 kV di Sumut, antara lain: T/L 150 kV Berastagi – Kotacane (386 twr), T/L 150 kV Galang – Negeri Dolok  (127 twr), T/L 150 kV Sidikalang – Salak (62 twr), T/L 150 kV Incomer – Dolok Sanggul (45 twr), T/L 150 kV Tele – Pangururan (72 twr), T/L 150 kV Galang – Tj Morawa (57 twr), T/L 150 kV Galang – Namorambe (92 twr), T/L 150 kV Padangsidimpuan – Panyabungan (224 twr), T/L 150 kV Sidikalang – Subulussalam (167 twr), T/L 150 kV Perdagangan – Incomer (57 twr), T/L 150 kV Rantau Prapat – Labuan Bilik (209 twr), T/L 150 kV New P.Sidempuan – Ext. P.SidemPUAN (13 twr) dan beberapa transmisi dan gardu induk yang sedang pada tahap survey.
Sesuai dengan Nawa Cita Presiden RI Bapak Joko Widodo dan Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla yang salah satunya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis yang didalamnya termasuk pembangunan pembangkit 35.000 MW sampai dengan tahun 2019. Untuk mewujudkan program strategis nasional pembangunan 35.000 MW yang mana di Sumatera dibangun pembangkit sebesar 16.157 MW (dengan progress 19,19 persen), transmisi 19.292 kms (progress 44,7 persen)  dan Gardu Induk 32.296 MVA (progress 28,55 persen). Guna mendukung suksesnya pembangunan kelistrikan di Indonesia Bapak Presiden telah mengeluarkan Perpres No.4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastuktur Ketenagalistrikan. Pemerintah sudah menginstruksikan instansi-instansi terkait untuk bahu membahu dalam melaksanakan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Keputusan Jaksa Agung RI Nomor KEP 152/A/GA/10/2015 tgl 1 Oktober 2015 tentang Pembentukan Tim TP4P adalah untuk mendukung pelaksanaan pembangunan baik di pusat maupun di daerah. Langkah awal apresiasi PLN ialah pembentukan Keputusan Direksi Tim Imbangan atau Pelaksana Pendamping yang bersinergi dengan Tim TP4P, melalui SK DIR No. 0219/DIR/2015 tanggal 30 November 2015 tentang pembentukan Tim Imbangan Pengawal dan Pengaman PT PLN (Persero) dan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan (Tim Imbangan P4IK).

“Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan butuh bantuan banyak pihak dimana seluruh elemen harus saling bahu membahu,” ujar Rosidin.
Salah satu kendala pembangunan 275 kV Sumatera adalah pembebasan tanah dan kompensasi RoW. Untuk mengatasi hambatan tersebut sangat diharapkan dukungan dan bantuan dari seluruh stakeholder terkait, yaitu Pemprov Sumut, Pemkab dan Pemko terkait, TNI, Polri, Kejati, BIN, Instansi Kementerian/ Lembaga terkait serta peran serta masyarakat khususnya kerelaan/keikhlasan pemilik lahan untuk melepaskan tanahnya untuk tapak tower dan keiklhlasan untuk dilalui transmisi (RoW), sehingga realisasi pembangunan 275 kV Sumatera menjadi solusi defisit listrik di Sumut, menjadikan Sumut terang dan dapat menjadi penggerak sosial-ekonomi masyarakat. Tol Listrik Untuk Sumut Terang, sebut Rosidin, merupakan upaya meningkatkan kuantitas, mutu dan keandalan system kelistrikan di Sumut. Pemerintah melalui PT PLN (Persero) UIP II telah membangun Gardu Induk (GI) dan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET).
“Saat ini PLN UIP II sedang melakukan pembangunan gardu induk dan transmisi 275 Kilovolt dari Padang Sidimpuan menuju Binjai,” jelas Rosidin.Dalam pelaksanaan pembangunan, Rosidin mengajak stakeholder untuk bersinergi, saling dukung dan aktif dalam pengawalan agar pembangunan gardu induk dan transimisi di Sumut berlangsung lancar.
“Khusus untuk SUTET, meliputi SUTET Galang – Binjai, Galang – Simangkuk, Simangkuk – Sarulla dan SUTET Sarulla – Padang Sidimpuan. Sedangkan Gardu Induk berada di kawasan Galang yakni GI Galang, Sarulla dan Padang Sidimpuan. Lebih rinci Rosidin mengatakan, SUTET Galang – Binjai terdiri dari 158 tower dengan jarak 80 Kilometer Rentang (Kmr), Galang – Simangkuk 409 tower dengan jarak 151 Kmr, Simangkuk – Sarulla 231 tower dengan jarak 91 Kmr, Sarurlla – Sidimouan 186 tower dengan jarak 70 Kmr. Semua SUTET tersebut dengan tegangan listrik 275 kilovolt.
“Gardu Induk Binjai itu 2 x 250 MVA, GI Sumut 3 yakni GI Galang 2 x 500 MVA, GI Sumut 4 yakni GI Sarulla 2 x 250 KVA dan GI Padang Sidimpian 2 x 250 KVA,” rinci Rosidin.(W03)