Takut Diketahui Masyarakat Besarnya Pagu Anggaran, Pekerjaan Jembatan Berdiri Tanpa Plank

ASAHAN I SUMUT24.co

Pembangunan Jembatan yang saat ini sedang dikerjakan di Dusun 1, Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, tanpa papan informasi atau plank pagu proyek sehingga menjadi tanda tanya besar masyarakat luas yang melintas, dan masyarakat Desa Rawang Lama khususnya.

Seperti pantauan awak Media pada hari Kamis (23/09/202) saat awak media melintasi di Desa Rawang Lama, awak media mendapati jembatan yang sedang dikerjakan namun tidak melihat plank pagu kegiatan sehingga awak media mencoba menggali informasi dari tenaga kerja bangunan jembatan yang saat itu sedang istirahat, namun para pekerja bangunan yang mengaku berasal dari Lubuk Pakam, mengaku tidak tahu PT mana yang mengerjakan, dan meminta supaya awak Media menjumpai Mandornya saja.

“Kami tidak tahu Pak, kami cuma pekerjanyo pak, kalau bapak mau tahu coba orang bapak jumpai mandor kami pak, nama mandor kami “IS” pak, orang bapak bisa menjumpai mandor kami di barak pak, baraknya disana pak di pinggir jalan hotmix ini, nanti jika orang bapak lihat disebelah kanan ada tumpukan besi-besi , itulah pak barak kami” ucap para pekerja bangunan jembatan.

Benar saja, setelah 10 menit awak Media berhasil ketemu dengan Mandor yang bernama Is, dan awak media menanyakan nama sebenarnya Ismail, informasi yang didapat dari mandor, bahwa jembatan yang sedang di kerjakan ada 2 titik, satu titik yang sedang dikerjakan sekarang, dan jembatan yang 1 titik lagi belum di kerjakan, dan menurut Ismail juga selain 2 jembatan masih ada satu titik proyek lagi yaitu peningkatan jalan dengan hotmix yang panjangnya sekitar empat kilometer, namun Ismail tidak tahu nama Perusahaan atau PT tempat dirinya bekerja.

“Kalau nama PT nya saya tidak tahu bang, tapi yang pasti ada tiga proyek yang akan kami kerjakan, dan ketiga proyek itu satu paket pengerjaanya bang, kalau dananya yang saya dengar totalnya berjumlah 10 Milyar dari ke 3 titik proyek tersebut,” ucap Ismail.

Saat di singgung kenapa plank Pagu/Proyek tidak dipasang, dan apakah pihak Pemborong atau petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Asahan sering datang untuk meninjau pekerjaan bangunan jembatan, Ismail menjawab , “kalau Konsultan pekerjaan ini sering datang bang, dan dari Dinas juga pernah datang, terkait hal plank pagu saya tidak tahu juga lah bang, kenapa tidak di pasang,” jawab Ismail.

Setelah terbitnya pemberitaan ini, awak Media sangat berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Asahan, supaya bisa lebih transparan dalam mengelola uang negara untuk Pembangunan, jangan di buat masyarakat menduga-duga ke arah negatif karena tidak di pasangnya Plank Pagu Anggaran. (tec).