Tak Ingin Pengorekan Parit Buat Jorok Eldin Langsung Semprot Sisa Lumpur

Medan|SUMUT24
Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi langsung membersihkan pinggiran Jalan Abdullah Lubis dari sisa lumpur hasil pengorekan parit yang dilakukan Dinas Bina Marga Kota Medan, Senin (30/5).

Pengorekan parit ini dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan warga yang merasa terganggu menyusul terjadinya genangan air setinggi betis orang dewasa setiap kali hujan deras mengguyur.

Selain menurunkan 2 unit alat berat, Dinas Bina Marga juga menurunkan 8 unit truk, 1 unit mobil siram serta 1 unit mobil penyedot lumpur untuk memaksimalkan pengorekan parit.

Sedangkan parit yang tak dapat dikorek dengan menggunakan alat berat. Dinas Bina Marga mengerahkan puluhan anggotanya untuk melakukan pengorekan secara manual.

Pengorekan parit ini dimulai sekitar pukul 07.30 WIB dipimpin langsung Kadis Bina Marga, Khairul Syahnan. Warga sekitar sangat mengapreiasi pengorekan tersebut, sebab sudah 8 tahun lebih parit di Jalan Abdullah Lubis dan Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Medan Bafru tidak dikorek.

Akibatnya parit dipenuhi sampah dan lumpur sehingga tidak mampun menampung debit air ketika hujan deras turun. Tak pelak air meluap dan menggenangi Jalan Abdullah Lubis dan DI Panjaitan, terutama seputaran Masjid Al Jihad sehingga mengganggu jemaah untuk melaksanakan shalat berjemaah di Masjid.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar menyebutkan, kondisi ini terjadi akibat ketidakpedulian Camat Medan Baru beserta lurahnya.

Apa yang disampaikan warga itu terbukti, begitu Dinas Bina Marga melakukan pengorekan parit, tidak sedikit warga yang ikut membantu pengorekan. Sedangkan Camat Medan Baru tak kunjung datang sampai pengorekan parit berakhir, begitu juga dengan lurah dan kepala lingkungan. Padahal yang menjadi objek pengorekan merupakan wilayah tugas mereka.

Lurah Merdeka dan Lurah Babura baru datang setelah Wali Kota datang dan selesai mengecek pengorekan parit. Keduanya pun buru-buru merapat untuk menampakkan diri, terutama pada saat Wali Kota hendak meninggalkan lokasi.

Sebelumnya Wali Kota mengecek pelaksanaan pengorekan parit. Hal itu dilakukan agar pengorekan parit yang dilakukan benar-benar maksimal sehingga memuaskan warga. Itu sebabnya ketika melihat pinggiran jalan masih kotor akibat sisia lumpur masih menutupi, Eldin langsung memerintahkan mobil penyiram untuk membersihkannya.

Meski petugas Dinas Bina Marga sudah melakukan penyiraman, Eldin tidak puas. Dia kemudian mengambil selang dan mencontohkan bagaimana cari menyiram yang baik kepada petugas Dinas Bina Marga tersebut. Malah mantan Wakil Wali Kota dan Sekda Kota Medan itu sampai berjongkok untuk melakukan penyiraman tanpa mempedulikan kemeja putih tangan panjang yang dikenakannya kotor.

“Saya tidak mau jalan sampai kotor akibat pengorekan parit yang dilakukan,” kata Wali Kota.

Selanjutnya Eldin mengungkapkan, pengorekan parit ini dilakukan untuk menindaklanjuti pengaduan warga, termasuk jemaah Masjid Al Jihad yang merasa terganggu untuk melaksanakan ibadah, terutama shalat berjemaah apabila jalan digenangi air setiap kali hujan deras turun.

“Apalagi bulan suci Ramadhan sebentar lagi tiba. Untuk itulah parit tersumbat yang selama ini menjadi pemicu genangan air kita korek pagi ini,” ungkapnya.

Selain lumpur, Dinas Bina Marga juga mengangkut tanah hasil perataan berem jalan yang dilakukan. Ada sekitar 16 truk lumpur dan tanah yang berhasil diangkut dari kawasan Jalan Abdullah Lubis dan Jalan DI Panjaitan. Setelah pengorekan dilakukan, air parit pun perlahan-lahan mengalir kembali. Melihat itu warga sekitar pun optimis pengorekan yang dilakukan mampu mengatasi genangan air.

Kadis Bina Marga Kota Medan, Khairul Syahnan mengatakan, pihaknya berupaya menindaklanjuti semua pengaduan warga untuk meminta dilakukan pengorekan parit guna mengatasi genangan air, terutama kawasan itu berdekatan dengan masjid. Syahnan ingin warga yang ingin beribadah merasa lebih tenang.

“Dalam hitungan hari bulan Ramadhan tiba, tentunya warga nanti pasti fokus puasa dan beribadah. Untuk itu kita berupaya mengatasi genangan air ini, sehingga warga bisa merasa lebih tenang lagi, khususnya pada saat melaksanakan shalat berjamaah di masjid meski hujan deras turjun sekalipun,” papar Syahnan.

Usai melakukan pengerukan parit di Jalan Abdullah Lubis dan Jalan DI Panjaitan, Dinas Bina Marga juga melakukan pengorekan parit di Jalan Berigjen Katamso, terutama seputaran SPBU Singapore Station.
Pengorekan ini dilakukan untuk meminimalisir genangan air yang terjadi akibat parit tersumbat lumpur dan sampah. Sehari sebelumnya, Minggu (29/5), Dinas Bina Marga melakukan pengorekan parit di kawasan seputaran masjid di Taman Setia Budi Indah yang juga untuk mengatasi genangan air pada saat hujan deras turun. (R01)