Syahrir Nasution : Kehidupan Rakyat Semakin Frustrasi

220

MEDAN I SUMUT24.co
Saat ini masyarakat masih dirudung covi19 yang tak tahu sampai kapan usainya. Ditambah lagi demokrasi terkendali, saluran demokrasi yang sebenarnya tersumbat sehingga kehidupan rakyat semakin prustasi, Ungkap Pengamat Sosial Budaya Syahrir Nasution kepada Wartawan, Rabu (5/8). Menurutnya, dengan berbagai persoalan tersebut Ujug- ujug nya akan bermuara ke DEMOKRASI TERPIMPIN seperti dulu pernah masa pasca kemerdekaan sewaktu Sukarno menjabat Presiden, walaupun akhirnya kembali kepada semula dengan dikeluarkannya “ Dekrit Presiden”, ucapnya.

Menurut Wakil Ketua HIKMA Sumut ini, Kini tampaknya Rezim ini ingin menempuh kearah itu lagi dengan cara-cara pemaksaan kehendak dari oknum2 sekelompok Parpol dan orang-orang yang munafikun sejati.
Justru itu lahirnya KAMI ( Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia), tidak bisa lagi ditunda-tunda saatnya sekarang rakyat masih ada “ nafas” nya untuk “ BANGKIT” agar dapat Move On . Timingnya sudah tepat untuk mengorganisir rakyat yang sudah semakin “ STRESS “ dalam mengharungi kehidupan ini dan Ketidak hadirannya negara menyikapi kondisi hari ini.

Diharapkan di daerah-daerah juga segera membangun Koalisi-koalisi seperti KAMI ini yang satu Visi dengan perjuangan segenap anak bangsa.
Apalagi kata Syahrir, Dasar lahirnya KAMI ini cukup jelas, atas keprihatinan nasib bangsa yang semakin hari semakin terpuruk.

Sementara Penguasa yang bersifat Oligharkhie ini, lebih memikirkan para Coorporasi dan para Koruptor, sedangkan nasib rakyat semakin terabaikan.
Tanpa adanya UU Corona, UU MINERBA & RUU Omnibus Law pun KEHIDUPAN RAKYAT SUDAH SANGAT BERAT, bahkan mendekati kepada ambruknya kehidupan keluarga ke “ TITIK NADIR”. Belum lagi Hukum cenderung kepada oknum-oknum yang merampok uang rakyat yan tidak tersentuh oleh Hukum tersebut (Un Touchable). Ditambah lagi praktek Politik menganut azas “ DEMOKRASI TERKENDALI”,semua serba dikontroll melalui UU dan Aparat. Sementara PEMERINTAH REZIM ini dan partai Pendukungnya masih “ kekeh” dalam pendiriannya yang tidak perduli keterpurukan rakyat ini sudah didepan mata kita semakin hancur secara massive dan gradual. Untuk itu lahirnya KAMI ini jangan anggap secara “ APPRIORI” dan macam-macam Persepsi. Mungkin rakyat lapisan kelas bawah tidak begitu faham keadaan Hutang Negara hari ini yang sudah berkisar 7.000. Triliun, dimana di khawatirkan Pemerintah kini tak akan mampu untuk membayarnya sehingga tanah air ini terancam tergadaikan, ungkapnya. Pertanyaannya? Siapa yan akan membayar nya? Tentu anak dan cucu-cuucu bangsa ini kelak menanggung lkannya, bila tidak rakyat Indonesia akan kembali Terjajah dan tergadai akibat dari perbuatan Rezim hari ini.(red)

Loading...