Rabu, 08 April 2026

Tiga Unsur Kemerdekaan Syarat Mutlak Untuk Kemuliaan Suatu Bangsa

Administrator - Kamis, 20 Agustus 2020 12:48 WIB
Tiga Unsur Kemerdekaan Syarat Mutlak Untuk Kemuliaan Suatu Bangsa

Oleh : Syahrir Nasution

Baca Juga:

Merujuk pada QS , Ali Imran .110 dikatakan bahwa, “ kamu adalah se baik-baik ummat manusia (Khairum Ummah) diciptakan Tuhan untum manusia (karena ) kamu menyuruh berbuat yang makhruf dan mencegah yang munkar serta kamu beriman kepada Allah SWT. Begitulah sekilas keterangan tentang ayat tersebut secara singkat tegas dan jelas. Amar Makhruf Nahyi Munkar tersebut adalah : pekerjaan yang sungguh-sungguh berat, karena “ mudah menyebutkannya, Sulit untuk melaksanakannya”. Kalau Iman kita tidak kuat , maka akan gagallah utk menjalankan perintah Allah tsb yg terkandung dari ayat QS Ali Imran 110 Itu. Untuk merealisasikan kata kata “ khairum ummah “ itu tadi maka perlu adanya tiga unsur Kemerdekaan agar menjadikan ummat manusia menjadi yang terbaik seperti yang dijanjikan Allah pada kita. Pertama : KEMERDEKAAN menyatakan pendapat (Amar Ma’ruf ) dan Kedua : KEMERDEKAAN mengkritik yang salah (Nahyi Munkar).Pada kalimat yang Ma’ruf terkandunglah “ Opini Publik “, artinya Pendapat Umum yang sehat, sedangkan pada kalimat yan Munkar terdapat arti “ Penolakan orang banyak atas perbuatan yang salah”. Oleh karena itu makna yang terkandung dlm kalimat Amar Ma’ruf Nahyi Munkar adalah : bermaksud “ membina PEMIKIRAN yang SEHAT dalam masyarakat”. Ketiga : Iman kepada ALLAH Swt ( ini yg utama) ,itulah yg menjadi dasar utama ( Basically ). Arti nya jika kita telah berkurang beriman , telah buram maka kita tdk berani lagi ber Amar Ma’ruf dan lebih tidak berani lagi ber Nahyi Munkar. Tetapi jika kita beriman kita tak takut ber Amar ma’ruf Nahyi munkar.0 Itulah sebabnya peran Ulama dlm rangka Ber Amar ma’ruf Nahyi Munkar itu sangat besar . Seperti kata Buya Hamka (Ketua MUI pertama) kala itu , ulama ulama yang tergabung dalam MUI ibarat “ Kue Bika”, artinya : yang dipanggang dari atas dan bawah , dari bawah dinyalakan api, itulah keluhan-keluhan masyarakat terhadap Pemerintah. Dari atas dihimpit api pula itulah harapan harapan Pemerintah supaya rakyat diinsyafkan dengan bahasa rakyat sendiri. Dalam makna kata-kata Buya ini jika kita kaitkan kepada arti Kemerdekaan tersebut. Jika terlalu condong / berat keatas (dalam arti Pemerintah / Penguasa) maka putuslah dari bawah. Jika terlalu condong / berat ke bawah (dalam arti ke masyarakat ) maka hilanglah hubungan ke Pemerintah . Bisa saja Pemerintah menuduh ULAMA yang bukan-bukan dianggap tidak berpartisifasi dalam pembangunan. Memang berat memikul “ Gelar Ulama”, kalau gelar ulama kita terima, padahal perbaikan diri, terutama peningkatan Iman tidak kita mulai dari diri kita sendiri, niscaya “ Hanyutlah “ kita oleh gelombang zaman seperti sekarang ini.Karena orang berkejar kejaran akan dorongan ambisi mengejar dunia, pangkat dan jabatan , ambil muka pada atasan serta menjilat atas kemunkaran itu. Sehingga pernah terdengar kata-kata bahwa : ULAMA BISA DIBELI. Terhadap suara-suara sumbang seperti itu bathin dan nurani kita berontak untuk mengatakan “ TIDAK”, sebab ULAMA yang SEJATI (Warashatul Anbiiya) itu tidak dapat dibeli. Sayang sekali Ulama sudah lama “ Terjual”, pembelinya adalah ALLAH SWT. Mengutip QS At Thaubah 111 : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman, jiwa raganya serta harta bendanya, dan akan dibayar dengan SURGA”. Seperti ditulis oleh : Imam Al Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin bahwa sesungguhnya rusaknya rakyat itu di karenakan rusaknya penguasa, rusaknya Penguasa itu dikarenakan rusaknya Ulama, sedangkan Rusaknya ULAMA di karenakan “ UBBUDUNNYA” cinta dunia dan harta.

*** H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan dan Wakil Ketua Hikma Sumut

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Tolak Jimmy Panjaitan, Masyarakat Ajibata Minta Dirut BPODT Diganti
GANNAS Jabar: Vape Berpotensi Jadi Media Narkotika, Perlu Segera Dilarang
Kejagung Geledah dan Sita Puluhan Aset Tambang Terkait Dugaan Korupsi PT AKT
Tangis 34 Keluarga Polisi Pecah! Istri Tersangka Dugaan Penipuan Malah Bebas, Gaji Tersisa Rp300 Ribu, Nasib Mereka Kini Menggantung
Melukis Harapan di Cirebon
Line Up Pralan, s FC vs Kowar Siantar, Turunkan Pemain Terbaik
komentar
beritaTerbaru