Selasa, 31 Maret 2026

Direktur PECI : Pendidikan Kunci dari Peradaban, Keberhasilan Dilihat dari Kwalitas Generasi yang Dihasilkan

Administrator - Minggu, 12 Januari 2020 14:43 WIB
Direktur PECI : Pendidikan Kunci dari Peradaban, Keberhasilan Dilihat dari Kwalitas Generasi yang Dihasilkan

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24.co Managing Direktor Political And Economic Consulting Institute Of Indonesia (PECI Indonesia) Syahrir Nasution mengatakan, Pendidikan adalah tolok Ulukur kemajuan Peradaban suatu bangsa. Atau juga majunya peradaban suatu bangsa di lihat dari kemajuan Pendidikannya. Keberhasilan Pendidikan di suatu Negara dapat dilihat dari kwalitas generasi bangsa yang dihasilkan. Namun faktanya kerusakan para Birokrasi hingga tatanan masyarakat kecil khususnya Keluarga dan korupsi yang semakin meningkat, maka lembaga pendidikan bisa dikatakan telah “ gagal “, Ucapnya kepada SUMUT24, Minggu (12/1). Menurutnya, Hal ini menyebabkan dimana Pendidikan yang semakin kehilangan essensinya , ditambah lagi managemen pengelolaan pendidikan yang diserahkan kepada pihak swasta dan asing melahirkan apa yang disebut dengan kapitalisasi dunia pendidikan. Sampai pada tahun 2019 yang lalu Kemenko Bidang Pembangunan manusia dan kebudayaan mewacanakan akan mengundang/ mengimport guru dari luar negeri untuk menjadi tenaga pengajar di Indonesia. Wacana tersebut membuktikan bahwa Sistem Pendidikan saat ini belum mampu mencetak Guru yang berkwalitas untuk mewujudkan generasi Mandiri, Tangguh , Problem Solver, dan memiliki Skill dalam kehidupan. Pada Tahun 2017, Pemerintah pada waktu itu akan menghentikan izin pendirian lembaga-lembaga Pendidikan Tinggi Akademik dan mendorong pengembangan Pendidikan Tinggi KEJURUAN ( Kompas, 29 Desember 2016.). Tujuannya untuk sejalan dengan kepentingan dan meniru penyelenggaraan pendidikan tinggi di Negara-negara Maju telah menjadi pertimbangan utama. Inilah bukti bahwa “ Desain” Pendidikan Tinggi Indonesia bersifat fragmatis yang berorientasi pada peradaban barat. Tidak memiliki Visi yang cukup untuk menghasilkan SDM akan membangun Negara dan memimpin peradaban itu sendiri. Apalagi Perguruan Tinggi sekarang ini sedang di arahkan untuk memenuhi kebutuhan Industri dan pasar. Agenda Indonesia masuk ke era 4.0. menjadikan negara-negara barat sangat berkepentingan terhadap Perguruan Tinggi dan Riset, khusus nya Agenda Ekonomi Pasar Bebas “ . KNOWLEDGE BASED ECONOMY , yang mana dalam agendanya : Ilmu Pengetahuan di ldudukkan hanya “ sebatas faktor Produksi” untuk pertumbuhan ekonomi ( Economic Growth ) & WORLD CLASS UNIVERSITY sebagau pilarnya. Padahal World Class University itu sendiri akan menimbulkan “ Bahaya bagi Sistem Pendidikan”, menjauhkan peran Intelektual yang selayaknya berkontribusi untuk ummat. Namun berobah menjadi Commoditas Bisniss utk di kontribusikan . Kaum terdidik / terpelajar ibarat kan atau bagaikan INTELEKTUAL ROBOT, dimana aspek intelektualitas nya di Eksploiteir ( di peras) demi capaian Ilmu Pengetahuan sbg commodity ekonomi, sungguh ironis. Mereka hanya mampu menurut pada pemegang REMOTE CONTROLL dirinya, yaitu pemilik dana riset tsb. Justru ketika lembaga Pendidikan gagal mencetak SDM berkwalitas , kita perlu memformat ulang sistem pendidikan yang ada, agar mampu mencetak manusia yang dapat menjadikan bangsa ini sebagai Pemimpin dunia bukan menjadi bangsa yang terjajah sehingga kaum terpelajar di negeri muslim terbesar ini bisa mengaktualisasikan posisi mereka sebagai hamba sang Khaliq dan kontribusi mereka sebagai penggerak perobahan ( Agent of Development), walaupun mereka harus melawan derasnya arus opini neo liberalisme di segala aspek kehidupan. “Semoga”. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
komentar
beritaTerbaru