Selasa, 31 Maret 2026

Beruang belah Durian warga, TNGL dan WCS Tinjau Lokasi

Administrator - Minggu, 12 Januari 2020 12:55 WIB
Beruang belah Durian warga, TNGL dan WCS Tinjau Lokasi

 

Baca Juga:

LANGKAT l SUMUT24.co Beruang salah satu satwa langka yang dilindungi turun gunung hingga ke perkebunan warga dusun Tanjung Naman desa Lau Damak kecamatan Bahorok. Diperkirakan telah lebih sebulan satwa dimaksud bertahan diseputaran kebun warga bertepatan dengan musim durian. Sehingga hewan itu berpindah -pindah hingga musim berakhir. Hal demikian diuraikan Masa Tarigan dan Edi Pinem petani dusun itu. Meski dimalam hari kerap menjaga namun sedikit lalai durian disikat juga ujar keduanya. Diakui belum melihat secara langsung namun diperkirakan lebih dari satu ekor dari jejak dan cara memakan buah berduri diyakini dilakukan oleh Beruang. Biji ludes ditelan, ada bekas cakaran dipohon dan tempat peristirahatan sementara dipohon ujar Pinem. Berkaitan itu kepala desa Lau Damak, Ngemat Ginting mengaku mendapat informasi dan laporan lisan dari warganya. Diakui masyarakat desanya cukup respon dan peduli serta memahani tentang keberadaan satwa langka yang dilindungi. Kelestarian hutan dan satwa dijaga dari kepunahan. Namun jika kehadirannya mengusik dan merugikan produksi warga kita laporkan kedinas terkait untuk ditindak lanjuti dan mencari solusi kata Ginting. Semenrara, Parber Turnip kepala seksi wil V SPTN dikonfirmasi Sabtu, 11/01/2020 mengaku tim sedang berada dilokasi. Telah mendapat laporan sehingga kita turunkan tim dari TNGL dan WCS untuk meninjau dan mengamati secara langsung lokasi dimaksud ujar Turnip dari telepon selulurnya. Benar, Wayan Dadu dari Polisi kehutanan (Polhut) dan perwakilan WCS yang menjadi Mitra Balai Besar TNGL tiba dilokasi kebun warga di dusun Tanjung Naman. Menurut Wayan Dadu, berdasarkan pengamatan dan kajian serta jejak benar jejak Beruang. Satwa dimaksud beraktifitas dan mencari makan dimalam hari. Disinggung tentang solusi awal, Wayan didampingi rekannya Mispan mengaku selayaknya warga pemilik durian membungkus pohon dengan seng rata /plat sehingga Beruang tidak bisa naik memanjat. Jika Beruang tetap bertahan maka dilakukan pengusiran, giring kedalam kawasan hutan ujarnya. Malam hari sebaiknya dinyalakan api unggun disekitar kebun. Biasanya cara demikian cukup membantu karena Beruang tidak suka dengan asap dan api tandas Wayan sembari menyerahkan petasan untuk diletuskan dimalam hari kepada kades.(mit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
komentar
beritaTerbaru