Selasa, 31 Maret 2026

Kades Bagan Serdang Diduga Gelapkan ADD Rp 146 Juta, Inspektorat Harus Periksa

Administrator - Selasa, 07 Januari 2020 15:32 WIB
Kades Bagan Serdang Diduga Gelapkan ADD Rp 146 Juta, Inspektorat Harus Periksa

DELISERDANG I SUMUT24.co Imran Kades Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang di tuding warganya gelapkan anggaran ADD tahun 2017 sebesar Rp 146.000.000′-. Anggaran itu di gunakan untuk membuat program bantuan usaha milik desa (Bumdes), Ucap warga Dusun 3 berinisial ‘A” Desa Bagan Serdang, Selasa (7/1/2020) di rumahnya kepada SUMUT24.co.

Baca Juga:

Masih menurut “A”(62) tak ada guna, tak ada bermanfaat untuk warga, anggaran Bumdes itu habis begitu saja”, ujarnya bernada tinggi. Padahal kalau saja anggaran itu (sebesar 146 juta) di gunakan untuk membeli sampan penangkap kerang, sudah bisa dapat 5 yunit sampan terangnya.

Padahal sambungnya lagi, tiap sampan bisa membawa warga nelayan sampai 15 – 20 orang untuk mencari kerang ke pantai. otomatis dari 5 sampan berkisar 75 sampai 100 orang warga nelayan Bagan Serdang bisa mencari nafkah dari anggaran Bumdes itu.

Sementara itu awak media yang mencoba konfirmasi ke kantor Desa Bagan Serdang terkait tudingan penggelapan dana Bumdes, Selasa (7/1), Pak Kades (Imran) baru saja keluar, ucap salah seorang staf desa.

Terpisah bendahara Bumdes Nurbaiti (31) tahun warga dusun 1 saat di konfirmasi (7/1) menjelaskan, peruntukan anggaran Bumdes di gunakan untuk pembuatan perpakiran, sebesar Rp 17,353,000′- pembuatan sarana air bersih Rp 42.900.000′- dan simpan pinjam perempuan ( SPP) Rp 84,000.000’-

Memang di akui ucap Nurbaiti, dari anggaran Bumdes itu, untuk pembuatan sarana parkir dari Rp 17.353.000. baru kembali Rp 1,500.000. sejak di buat tahun 2017 hanya berjalan satu tahun sampai 2018 hingga sekarang sudah tak jelas lagi pengembaliannya.

Begitu juga untuk pembuatan sarana air bersih untuk warga, dari anggaran Rp 42. 900.000. baru di kembalikan dari hasil kutipan air yang di pasang bekisar Rp 2.500.000.

Selanjutnya sambung Beti lagi, untuk simpan pinjam perempuan ( SPP) dari anggaran Rp 84.000.000. sampai sekarang tahun 2020 baru kembali Sebesar Rp 25.000.000. dengan fariasi pinjaman mulai Rp 1.000.000. sampai Rp 2.000.000. kepada warga ungkapnya.

Ketika di singgung apa kendala warganya sulit mengembalikan anggaran dana Bumdes, Nurbaiti yang membuka usaha kelontong itu menjelaskan, para warga kami menganggap, itukan anggaran pemerintah, untuk apa di kembalikan tangkisnya beralasan.

Atas problem dana Bumdes tersebut salah seorang warga yang enggan di sebut namanya berharap, Dinas pemberdaya masyakarat desa (PMD) dan Dinas inspektorat Deli Serdang meninjau anggaran Bumdes Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu, Kadesnya seperti melakukan pembiaran, tanpa memikirkan anggaran ADD ke arah yang tepat guna cetusnya.(Hari’S)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Membentuk Jiwa Korsa dan Mental Baja, Brimob Sumut Gelar Pembinaan Tradisi Bintara Remaja
Wujudkan Tata Kelola Bersih, Bupati Asahan Serahkan LKPD 2025 ke BPK Perwakilan Sumut
Rapat Paripurna DPRD Asahan: LKPJ Bupati 2025 Tunjukkan Ekonomi dan IPM Mengalami Pertumbuhan Positif
Ikuti Atensi Bupati Sergai, Camat Tanjung Beringin Pilih Bersepeda ke Kantor: Hemat Energi dan Sehat
Presiden Prabowo Saksikan Kesepakatan Rp384 Triliun di Tokyo, Indonesia Kian Dilirik Investor
komentar
beritaTerbaru