Hingga H+6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Baca Juga:
Batubara I Sumut24 Tidak semua kabupaten di Indonesia memiliki arti penting dan strategis pada perang dunia kedua seperti halnya Batubara. Pantai Perupuk Batubara pada bulan Maret 1942 menjadi tempat pendaratan pertama pasukan Jepang di Sumatera Utara. Hal tersebut di katakan Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M. AP., saat memberikan sambutannya pada peresmian kampung Jepang di Pantai Sejarah Kerupuk Kecamatan Lima Puluh Pesisir Kabupaten Batu Bara,Senin (9/12).
Masih menurut Zahir, tempat pendaratan itu oleh masyarakat dinamakan sebagai Pantai Sejarah dan sampai saat ini dan di sini ditemukan 7 bunker pasukan Jepang, satu diantaranya masih dalam kondisi utuh, ujar Zahir.
Sementara menurut Dr. Ichwan Azhari, Dosen Sejarawan Universitas Negeri Medan mengatakan ditetapkan nya desa Perupuk sebagai. lokasi pendaratan pasukan Jepang memperlihatkan strategisnya kawasan ini sebagai pusat ekspansi militer pada Perang Dunia Ke 2.
Masih menurut Ichwan bahwa Data intelejen Jepang memperlihatkan pantai Tanjung Tiram cukup dalam untuk bersandarnya kapal perang besar menurunkan pasukan ke pantai. Juga karena kawasan ini memiliki pantai pasir putih yang baik untuk pendaratan pasukan marinir Jepang, tambah Ichwan.
Bahkan kedalaman laut Tanjung Tiram ini kemudian digunakan Jepang untuk menyandarkan kapal besar hasil pampasan perang milik Belanda yakni kapal Van Waewirjk buatan tahun 1910 berbobot 3000 ton. Kapal berbendera Belanda itu diganti dengan bendera Jepang dan nama kapal diberi nama Jepang Harukiku Maru. Terang Ichwan.
Kapal Harikuku Maru ini membawa karet dan hasil bumi Batubara untuk diekspor bagi dana Jepang dalam perang dunia ke 2 di Sumatera. Kapal malang ini diterpedo sekutu Belanda, yakni kapal selam Inggris bernama HMS Truculent pada 22 Juni 1944. Bangkai Kapal ini masih ada di perairan Tanjung Tiram sampai sekarang dan pernah diteliti oleh Balai Arkeologi Sumatera Utara, sebut Ichwan yang juga salah satu anggota TBUPP Kabupaten Batu Bara Bidang sejarah dan budaya.
Ditempat terpisah masih di lokasi Kampung Jepang PANTAI sejarah Kerupuk, Plt. Kadisdik Kabupaten Batu Bara Ilyas Sitorus mengatakan bahqa Bupati Batubara, Ir. H. Zahir. M. AP., ingin mencari inspirasi dari warisan sejarah perang dunia kedua ini bagi pembangunan Batubara dalam arti luas. Maka diinstruksikan Bupati lah pembuatan replika kapal ini untuk dipamerkan di museum Batubara melalui Dinas Pendidikan karena Dinas Pendidikan Selain mengurusin terkait pendidikan juga mengurusi Kebudayaan.
Masih menurut Ilyas, tujuan pembuatan replika ini adalah sebagai ingatan atau memori sejarah adanya situs perang dunia di sini dan sebagai bahan pembelajaran sejarah nantinya. Replika kapal ini juga sebagai bukti bahwa Batubara pernah menjadi basis ekonomi perang dunia kedua yang memperlihatkan bahwa Batubara merupakan daerah yang memiliki hasil bumi yang kaya, ucap ncekli safaan akrab Ilyas.
Selanjutnya Bupati Batubara juga ingin mengaitkan masa lalu dengan kebutuhan masa kini khusus nya dalam bidang pariwisata. Melihat adanya trend pendirian kampung Jepang sebagai daerah kunjungan wisata di pulau Jawa, maka Bupati Batubara berinisiatif mengaitkan situs Jepang dengan pendirian kampung Jepang di Pantai Sejarah. Maka ide brillian ini telah menjadikan situs sejarah tidak sebagai benda mati tapi menjadi objek kekinian berpotensi wisata yang memberikan dampak pada perekonomian masyarakat.
Maka pada tanggal 9 Desember 2019 diresmikan lah embrio Kampung Jepang di situs Sejarah Jepang pantai sejarah Perupuk. Di banding kampung Jepang di tempat lain, Kampung Jepang Perupuk ini memiliki keistimewaan yang membedakan nya dengan tempat lain. Jika ditempat lain semata Hanya kampung Jepang desain wisata, maka yang dibuat Bupati Batubara adalah Kampung Jepang yang berdimensi punya kaitan dengan situs sejarah pendaratan pasukan Jepang tahun 1942 dengan bunker bunker pertahanan yang mengawal aktivitas ekspor ekonomi perang dunia kedua.
Ini merupakan ide cerdas menghubungkan wisata milineal dengan warisan sejarah Batubara, ucap ilyas mengakhiri perbincangannya bersama awak media.
Hadir pada kesempatan tersebut selain Bupati Batu Bara, Zahir, juga Ketua TP PKK Ny. Maya Zahir, Ketua TBUPP Syaiful Syafri, Anggota DPRD, Andi Lestari, Sejarawan Sumatera Utara, Ichwan Ashari, Plt. Kadisdik, Ilyas, Camat Limapuluh Pesisir, Lukman dan OPD lainnya serta perwakilan Kepala Sekolah dan tokoh masyarakat Batu Batu.(Rel)
Hingga H6 Idulfitri 1447H/2026, Jasa Marga Catat Lebih dari 3,2 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara
kota
Penuh Haru, Marlina Eliyanti Rayakan Ulang Tahun dengan Santunan Anak Yatim
kota
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota
Mahasiswa Madina Bersatu! Halal Bihalal IMA Pekanbaru Lahirkan Gagasan untuk Daerah
kota
Khataman AlQur&rsquoan Warnai Milad Ketua TP PKK Madina, 61 Anak Yatim Ikut Bahagia
kota
Silaturrahmi JMSI Tabagsel dan Kejari Madina Media Diminta Jadi Garda Depan Tangkal Hoaks
kota
Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto Gelar Jumat Curhat di Masjid AlAmanah, Warga Sampaikan Aspirasi, Polisi Langsung Beri Solusi
kota
Tak Sekadar Halal Bihalal, Pertemuan JMSI Tabagsel dan Bupati Madina Saipullah Nasution Bahas Hal Krusial Ini, Siap Kawal &ldquoMadina Maju Madan
kota