Sabtu, 31 Oktober 2026

DPRD Langkat Undang Instansi Terkait, Sahuti Keresahan Masyarakat 

Administrator - Selasa, 19 November 2019 12:42 WIB
DPRD Langkat Undang Instansi Terkait,  Sahuti Keresahan Masyarakat 

 

Baca Juga:

LANGKAT | SUMUT24

Menyahuti pengaduan dan keresahan masyarakat Kabupaten Langkat terhadap adanya babi mati yang ditengarai hanyut melalui sungai wampu Stabat, maka DPRD Kabupaten Langkat menggelar rapat dengan instansi terkait Pemkab Langkat di gedung DPRD Langkat di Stabat, Senin (18/11).

Hadir dalam rapat itu perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Langkat bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan dan Satpol PP Kabupaten Langkat.

Saat membuka rapat, Ketua sementara DPRD Langkat Surialam, SE mengatakan bahwa isu babi hanyut ini hangat menjadi pembicaraan masyarakat dan viral beritanya di jejaring media sosial, karena itu kami takut berdampak luas pada kehidupan masyarakat.

“Masyarakat enggan atau takut untuk mengkonsumsi ikan dikarenakan isu ini, hal itu akan berdampak terhadap perekonomian juga,” ucap Surialam.

Menanggapi hal itu, Ir. Lina Simatupang, MSP dari DKPP Provsu menyatakan bahwa untuk Kabupaten Langkat aman dari indikasi virus kolera ternak babi yang mati itu dan virus kolera ini tidak menular terhadap manusia, ucapnya.

Pernyataan ini juga diyakinkan Sekretaris Satpol PP Langkat, yang sudah turun langsung ke lapangan, bahwa tidak ditemukan binatang ternak yang mati akibat virus kolera.

Hasil rapat koordinasi dengan pihak Provsu, kasus ini juga masih menunggu keputusan menteri, apakah ini termasuk wabah atau tidak, lanjutnya menjelaskan.

Supriadi dari perwakilan DPKP Langkat dalam penjelasannya mengatakan dinas DPKP sudah membentuk tim dan membuat posko menanggapi permasalahan ini dengan tetap terus berkoordinasi dengan pihak provinsi maupun instansi terkait Pemkab Langkat.

Ralin Sinulingga, SE calon wakil ketua DPRD Langkat yang hadir pada rapat itu, juga angkat bicara. Ia takut hal ini berdampak pada isu SARA karena Langkat merupakan daerah religius.

Dipenghujung rapat, Ketua sementara DPRD Langkat meminta dinas-dinas terkait dalam menyikapi isu ini untuk dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan bidang teknisnya masing-masing.(wit)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Sempat Digrebek Kodaeral l Belawan, Polda Sumut Enggan Berkomentar Soal Gudang Gas Oplos Terduga Milik Riko Kembali Beroperasi di Percut
Pemprov Sumut-Jabar Perkuat Kolaborasi, Wagub Surya Tekankan Reformasi Birokrasi dan Transformasi Digital
Serah Terima RSUD Thomsen Nias, Bobby Nasution Tekankan Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat
Percepat Pembangunan dan Kesejahteraan Warga, Pemko Medan Dapat Dukungan Penuh PBB
Safari Jumat di Masjid Al Mukhlisin Medan Amplas, Rico Waas Buka Dialog dan Respons Langsung Keluhan Warga
Pesan Rico Waas Saat Lantik Erisda Hutasoit jadi Sekretaris DPRD: Jaga Hubungan Eksekutif dan Legislatif
komentar
beritaTerbaru