Jumat, 27 Maret 2026

Rekor MURI Berbusana Baju Kurung Batal Diraih, Ria Nofida Buat Malu Pemprovsu

Administrator - Minggu, 03 November 2019 14:42 WIB
Rekor MURI Berbusana Baju Kurung Batal Diraih, Ria Nofida Buat Malu Pemprovsu

MEDAN I SUMUT24 Penganugerahan rekor MURI berbusana baju kurung melayu perempuan terbanyak inisitaor Anne Avantie kerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwsiata Sumut serta Dekransda Sumut batal dilaksanakan sehingga membuat masyarakat bertanya-tanya tentang pembatalan tersebut.

Baca Juga:

Ini sepertinya kesalahan Panitia penyelenggara yakni Disbudpar Sumut pimpinan Dr Ria Nofida Telaumbanua, karena dinilai kurang kordinasi dengan pihak MURI sehingga Ny Nwal Edy Rahmayadi batal menerima rekor MURI tersebut. Dengan kejadian itu jelas Ria Nofida telah membuat malu pemprovsu terutama Ny Nawal Edy Rahmayadi dan pemerintah provinsi Sumatera Utara, ucap ASN Pemprovsu yang enggan disebutkannya kepada Wartawan, Minggu (2/11). Ini sepertinya Ria Nofida mau selalu cari muka dengan pejabat tinggi Pemprovsu, namun sekali ini dia (Ria-Red) kena batunya, ucapnya. Apalagi sudah digembar-gemborkan bahwa isteri pejabat tinggi Pemprovsu bakal menerima anugerah rekor MURI berbusana baju kurung nasional di Lapangan Merdeka Medan pada 3 November 2019, namun ternyata batal, ucapnya.

Sementara itu Ketua Harian Dekranasda Sumut Zonny Waldi yang dikonfirmasi mengatakan, Memang benar acara penganugerahan rekor MURI berbusana baju kurung yang akan diraih Pemprovsu batal dilaksanakan di lapangan merdeka Medan pada Minggu 3 November 2019. Awalnya penganugerahan rekor MURI untuk Sumut itu harusnya pada tanggal 20 Oktober 2019 bulan lalu, namun karena berhubung ada pelantikan Presiden/Wapres pada 20 Oktober 2019 tersebut sehingga ditunda pelaksanaanya. Jadi pada 23 Oktober 2019 rupanya ada acara serupa penganugerahan rekor MURI di Kalimantan Barat Pontianak sehingga Rekor MURI tersebut dimenangkan Kalimantan Barat dengan jumlah berbusana baju kurung perempuan sebanyak 10.000 Sementara Pemprovsu hanya 1.000 orang. Dengan kejadian tersebut untuk apalagi dilaksanakan, karena sepertinya panitia dan disbudpar Sumut kurang kordinasi dengan pihak MURI sehingga acaranya terpaksa dibatalkan. Kalaupun pada tanggal 20 Oktober 2019 dilaksanakan acara tersebut, paling Pemprovsu mempertahankan rekord MURI tersebut hanya bertahan tiga hari saja, ucapnya. Lebihlanjut eks Kadiskanla Sumut itu, kepada peserta rekord MURI yang telah mendaftar sebanyak 1.500 orang karena acaranya pada 3 November 2019 telah dibatalkan sehingga pada tanggal 30 Oktober 2019 telah kita kirim surat kepada yang mendaftar bahwa acaranya batal, ucapnya.

Sementara itu Kadisbudpar Sumut Dr Ria Nofida Telaumbanua dikonfirmasi tidak berhasil, baik melalui WA dan telepon selulernya.

Pantauan di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (3/11) di tempat acara dilangsungkan ada beberapa peserta berbusana baju kurung yang datang, karena kemungkinan tak mengetahui pembatalan acara tersebut. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Legitimasi Kuat! Perda Tanah Ulayat Angkola Dan  Mandailing Tidak Bertentangan, Justru Memperkuat Asas Nasionalitas”
Bobby Nasution Tekankan Kekompakan kepada Taruna Akpol dan Akmil
Gubernur Bobby Nasution Hadiri Pembukaan Sinode ke-65 HKI di Medan
Pemprov Sumut Sinkronkan dan Perbarui Lima Sektor Prioritas Pascabencana
Piala Gubernur Sumut 2025/2026 Jadi Liga 4 Pertama Gunakan Operator Swasta Layaknya Liga Profesional
Gubernur Bobby Nasution Terima Aspirasi Serikat Pekerja Kehutanan
komentar
beritaTerbaru