Jumat, 27 Maret 2026

Pemko PSP Berusia 18 Tahun, Pemerintah Harus Berbenah Sejahterakan Rakyat

Administrator - Selasa, 22 Oktober 2019 09:13 WIB
Pemko PSP Berusia 18 Tahun, Pemerintah Harus Berbenah Sejahterakan Rakyat

MEDAN I SUMUT24.co Kota Padang Sidimpuan Sejak pemekaran berpisahnya dengan Kabupaten Tapsel, sampai hari ni telah genap berusia 18 tahun. Masyarakat dan berbagai elemen masyarakat terus berharap agar PSP terus berbenah dalam mensejahterakan masyarakat sehingga bisa bersaing dengan kota maupun Kabupaten di Sumut, Ucap Wakil Ketua HIKMA Sumut Syahrir Nasution kepada Wartawan, Selasa (22/10). Menurutnya, Ibarat seorang anak gadis yang msih muda belia, saat ini mulai masuk ke jenjang Pancaroba (Puberteit) yang perlu di kontrol derap langkahnya untuk menuju masa depan yang gemilang dan terarah dalam meraih cita-cita yang akan di gapai. Biasanya seseorang anak gadis yang baru masuk usia seperti ini perlu penuh atensi pada dirinya, kalau tidak biasa nanti menyimpang dan jalannya terseok-seok entah ke mana tujuannya. Begitu juga Kota yang baru masuk ke tahap usia seperti ini, perlu perhatian dari orang yang dituakan yakni Wali Kota beserta perangkat-perangkatnya, disinilah perlunya seorang leader yantangguh dan tanggap menyahuti roh masyarakatnya yang akan menuju modernisme perkotaan.

Baca Juga:

Gerakan ini sebenarnya sudah sesuai dengan masyarakat Tabagsel secara umum, hususya yan mayoritas menganut Agama Islam, memegang teguh Adat Budaya sebagai watak (Character) nya etnis Mandailing Angkola dan Sipirok. Untuk mewujudkan Aman & Sejahtera ini masih perlu kajian-kajian yang matang dan terukur. Aman secara physiks mungkin saja terpenuhi, karena tanpa Ada nya gerakan dari Walikota pun masyarakat kota tersebut mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik Kota nya, kalau tidak pendatang tidak akan mau datang ke Kota tersebut, ucapnya.

Untuk mewujudkan Sejahtera ( Prosperity), ini memang tugas seorang Pemimpin di suatu daerah/ Negara, hanya satu tugasnya dalam ajaran agama Islam yaitu, Menjaga Rakyatnya. Hal ini kalau dikaitkan dengan ekonomi, tentu kata Sejahteta itu bukan hanya sebagai pemanis bibir penghibur telinga rakyat, ucapnya. Yang tak kalah pentingnya adalah kepemimpinan yang berbasis kejujuran sejalan dengan program Gubsu sewaktu melantika Walikota Padang Sidempuan pada 28 September 2018 yang lalu dengan berpesan agar jadilah pemimpin yang bermartabat dan mengayomi segenap masyarakat. Karena seorang pemimpin itu haruslah menjadi pemimpin yang mendidik bukan pemimpin yang penuh kebohongan dan pura-pura peduli dengan rakyat. Yang nyatanya selalu merugikan rakyat. Semoga padang Sidempuan kedepan menjadi Kota yang BALDHATUN THOIBATUUN WAROBBUN GHOFUR, ucapnya. (W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Bupati Darma Wijaya Sampaikan LKPJ 2025, IPM Sergai Meningkat Signifikan
Sinergi Layanan Kesehatan Diperkuat, Bupati Sergai Tekankan Pemerataan hingga Desa
Mahfud MD Apresiasi Rahmat Shah di HUT ke-15 Monumen Keadilan
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
komentar
beritaTerbaru