Kamis, 26 Maret 2026

Sumut Waspadai Harga Sawit Bakal Terpuruk, Perang Dagang Memburuk 

Administrator - Selasa, 08 Oktober 2019 15:22 WIB
Sumut Waspadai Harga Sawit Bakal Terpuruk, Perang Dagang Memburuk 

 

Baca Juga:

MEDAN I SUMUT24

Ketua Pemantau Pangan Sumut, Gunawan Benjamin mengatakan, secara year on year dikuartal kedua tahun ini laju pertumbuhan ekonomi Sumut berada di level 5.25%, di atas rata-rata nasional sebesar 5.05%.

Motor penggeraknya masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto, lapangan usaha perdagangan, konstruksi serta belanja pemerintah.

Akan tetapi, kata Gunawan Benjamin di Medan, Selasa (8/10) bahwa sumbangan dari sektor pertaniannya justru mengalami penurunan. Konsumsi rumah tangga sangat erat kaitannya dengan daya beli. Sumbangan konsumsi rumah tangga itu lebih dari 51%. Dikuatirkan secara kuantitas kontribusinya cenderung mengalami penurunan. Dan ini berbahaya bagi perekonomian Sumut.

“Terlebih Sumut sangat bergantung kepada kinerja ekspor bahan mentah yang menjadi salah satu motor penggerak ekonominya. Dan sayangnya belakangan ini justru mengalami penurunan. Dimana secara year on year kinerja ekspor turun sebesar -3.52%. Dan diperburuk dengan kinerja sektor pertanian yang turun -6.03% serta industri -0.68,” katanya.

Sumut yang sebagian besar ekonominya disumbangakan dari sawit, tentunya sangat erat kaitannya beberapa sektor ekonomi yakni ekspor, pertanian maupun industri pengolahannya. Artinya ketiga sektor ini sangat besar pengaruhnya terhadap pembentukan daya beli masyarakat.

“Dan kita melihat ekspor komoditas kita ke sejumlah negara berfluktuasi dengan kecenderungan turun, harga sawit juga demikian harganya membentuk tren penurunan, diperburuk perang dagang yang diperluas ke eropa yang juga bisa memperburuk kondisi ekonomi Sumut ke depan,” ujarnya.

Gunawan melihat, ekspor CPO Sumut itu ada di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, China dan India. Ke empatnya menduduki posisi teratas konsumsi CPO dari Sumut. Sementara saat ini perang dagang tengah berlangsung antara AS dan China, serta diperluas AS ke Eropa.

“Artinya perang dagang antar negara tersebut sangat berpeluang menghantam ekonomi Sumut. Karena ekspor Sumut bergantung ke situ (China, AS, Eropa). Jadi pertanyaan bagaimana Sumut mempertahankan pertumbuhan ekonominya di tengah ketidakpastian ekonomi global yang bisa saja seketika menekan laju pertumbuhan ekonomi Sumut,” ujarnya.

Hal ini perlu diwaspadai. Oleh karena itu Gunawan sangat setuju dengan Bank Indonesia Medan yang lebih menekankan agar pertumbuhan ekonomi ke depan lebih dimotori oleh belanja pemerintah, PMTB (pembentukan modal tetap bruto), sektor pertanian, dan konstruksi.

“Jadi belanja pemerintah agar bisa secepatnya direalisasikan untuk mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi Sumut,” katanya. (C04)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
Polda Sumut Bongkar Judol Jaringan Kamboja, Amankan 19 Tersangka
Polsek Medan Area Tangkap Residivis Pencurian Uang Digunakan untuk Beli Sabu dan Main Judi Online
Dukung Akses Warga, Polresta Deli Serdang Laksanakan Renovasi Jembatan Presisi Merah Putih Kuala Sabah
komentar
beritaTerbaru