Kamis, 26 Maret 2026

Galian Gabe Sasmi Tinada-Natam Minta PSAB Dihentikan

Administrator - Selasa, 08 Oktober 2019 14:37 WIB
Galian Gabe Sasmi Tinada-Natam Minta PSAB Dihentikan

PAKPAK BHARAT | SUMUT24

Baca Juga:

Program pemerintah untuk Pembangunan Sarana Air Bersih (PSAB) di dusun Natam julu desa majanggut I Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat, memang menguntungkan.

Namun program ini merugikan Kelompok Petani Gabe Sasmi. Sebab PSAB ini dapat mengurangi air untuk persawahan Tinada dan Natam.

Menindaklanjuti surat keberatan pembangunan PSAB di Dusun Natam yang ditujukan kepada Bupati Pakpak Bharat, maka Pengurus Pemberdayaan Petani Pemakai Air (P3A) Gabe Sasmi Audensi ke kantor DPRD Pakpak Bharat Senin (07/10). Mereka diterima langsung oleh anggota DPRD komisi II.

Ketua Yandra Berutu, Mansehat Manik Antoni Berutu bertatap muka dengan Gabe Sasmi dan pengguna PSAB yang juga dihadiri Camat Tinada yang diwakili kaur pembangunan, Camat Kerajaan Mersa Sinamo, Pj kepala desa Tinada, Kepala Desa majanggut 1, Dinas Perkim dan Irigasi.

Yandra berutu sebagai juru bicara DPRD Pakpak Bharat memaparkan terkait beda pendapat tentang pembangunan PSAB tersebut.

“Ini terjadi kurang kordinasi dengan galian gabe sasmi, jadi kami anggota DPRD menghimbau kepada dinas Perkim pakpak bharat agar kegiatan tersebut diberhentikan untuk sementara waktu,” ujar yandra.

Dinas Perkim Pakpak Bharat yang diwakili oleh Penni Berutu menuturkan tentang kegiatan Pembangunan Sarana Air Bersih (PSAB) di Dusun Matam Julu.

“Untuk menetapkan kegiatan ini hasil dari tim survei Kementerian yang bermarga Panggabean waktu itu dan didampingi oleh anggota dinas perkim pakpak bharat, jadi pengurus gabe sasmi tidak ikut serta menetapkan titik nolnya kegiatan psab tersebut,” ujarnya.

Ketua Galian Gabe Sasmi Parulian Banurea mengatakan dengan adanya pembangunan Sarana Air Bersih di Dusun Natam kelompok merekalah yang telah memanfaatkan air tersebut untuk mengairi persawahan mulai tahun 1960 hingga sekarang. “Dengan adanya proyek Psab ini, air yang mengalir ke sawah menjadi berkurang. Kami masyarakat petani sawah tinada-natam mengharapkan ke DPRD dan Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat agar segera menghentikan proyek tersebut,” ujar Banurea.(RBM)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
Polda Sumut Bongkar Judol Jaringan Kamboja, Amankan 19 Tersangka
Polsek Medan Area Tangkap Residivis Pencurian Uang Digunakan untuk Beli Sabu dan Main Judi Online
Dukung Akses Warga, Polresta Deli Serdang Laksanakan Renovasi Jembatan Presisi Merah Putih Kuala Sabah
komentar
beritaTerbaru