Kamis, 26 Maret 2026

Eco Fashion Indonesia 2019 Belgia Dairi Pamerkan Tenunan Asal Silahisabungan

Administrator - Senin, 07 Oktober 2019 15:06 WIB
Eco Fashion Indonesia 2019 Belgia Dairi Pamerkan Tenunan Asal Silahisabungan

 

Baca Juga:

Dairi| Sumut24

Eco Fashion Indonesia, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara menggelar serangkaian rancangan Merdi Sihombing dalam koleksi bertajuk Silahi, di Antoon Van Dijk Brasserie, Stadsfeestzzal, mall mewah di Antwerp, Belgia, 4 Oktober 2019.

Acara pembukaan Eco Fashion Indonesia langsung dibuka oleh Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Yuri Octavian Thamrin.

Silahi adalah koleksi yang terlahir dari program pengembangan komunitas perempuan di Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi, Sumatra Utara, Indonesia, sebuah proyek kolaborasi antara Merdi Sihombing dan Eco Fashion Indonesia, dengan Dekranasda Kabupaten Dairi Sumatra Utara dan didukung oleh PT. Inalum.

Motif koleksi Silahi terinspirasi dari kain warisan budaya marga Silalahi di Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi Sumatra Utara.

“Membawa hasil tenun ulos ramah lingkungan dari Dairi ke Eco Belgia bagi kami ibarat mengetuk pintu. Kami ingin memperkenalkan potensi yang kita miliki dengan harapan desainer Belgia khususnya dan Eropa umumnya akan tertarik untuk memakai hasil tenunan Dairi. Kolaborasi kami dengan Merdi Sihombing telah menghasilkan kain-kain ulos dengan pewarna alam yang didapat dari tumbuh-tumbuhan yang ada di daerah tersebut, yaitu Silahisabungan,” ujar Merdi.

Harapannya ke depan kain-kain ulos cantik ramah lingkungan ini bisa juga dijadikan bahan dalam rancangan busana desainer mancanegara. Dan yang paling penting adalah program pengembangan ulos Silahisabungan ini adalah gerakan ‘women empowerment’ yang membawa manfaat penting untuk membina perempuan agar mandiri secara ekonomi.

“Selain itu mengingat mereka juga punya kapasitas untuk berperan dalam memberikan manfaat ekonomi, baik bagi keluarga maupun sosial,” kata Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Dairi, Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, saat hadir menyaksikan Eco Fashion Indonesia 2019 di Belgia itu.

Lebih jauh Merdi Sihombing selaku CEO dari Eco Fashion Indonesia, memaparkan koleksi Silahi yang ditampilkan di Belgia memiliki potensi untuk mendunia bukan hanya karena diproses dengan menggunakan pewarna alam yang ramah lingkungan, tetapi dikerjakan oleh para penenun perempuan.

Masih menurut Merdi Sihombing, perempuan dan ibu rumah tangga berperan paling besar dalam benteng pertahanan kebudayaan Indonesia.

Profesi penenun atau penganyam, dua hal yang sangat membutuhkan ketekunan dan ketelitian, dijalani sebagian besar oleh perempuan dan Ibu Rumah Tangga di seluruh Indonesia, sebagai sumber mata pencaharian utama maupun tambahan untuk keluarganya.

“Perempuan dilahirkan dengan kelebihan untuk menjadi jauh lebih sabar dan teliti dibandingkan pria, serta kemampuan untuk melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan atau multitasking, semua hal tersebut sangat dibutuhkan oleh seorang penenun & penganyam,” kata Merdi Sihombing yang sepanjang kariernya terus aktif menggeluti fashion ramah lingkungan.

Setelah ditampilkan di Belgia, tenun Ulos Silalahi dengan desain khusus, menurut Ny. Romy Mariani Eddy Berutu, rencananya bisa dipakai sebagai seragam pegawai negeri, yang dikenakan satu kali dalam seminggu.

“Para penenun juga akan persiapkan untuk membuat runner, hanging dan aneka souvenir lainnya sebagai penunjang program pariwisata. Ke depan diharapkan terus terjadi kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujarnya.

Para designer lanjut Ketua Dekranasda Dairi ini, akan mempunyai koleksi unik dan indah dengan menggunakan Tenun Dairi. “Sementara untuk penenun Dairi tentunya bisa mendapatkan peningkatan pendapatan dari hasil tenun mereka, yang dengan sendirinya meningkatkan pendapatkan Kabupaten Dairi dari UMKM dan sektor ekonomi kreatif,” sambungnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Dairi juga mengucapkan banyak terimakasih kepada PT. Inalum yang melalui CSR perusahaan telah membantu program ini. Semoga kerjasama ini dapat berlanjut dan berdampak ekonomi terkhusus bagi masyarakat di wilayah pinggiran Danau Toba.

Sekadar informasi, acara berlangsung meriah bunyi gondang yang mengiringi para peragawati yg mengenakan baju dengan bahan tenun pengrajin ulos Silahi Sabungan menarik perhatian para pengunjung mall terbesar dan termewah di Kota Antwerp ini. “Dan para tamu di Antoon Van Dyck Brasserie disuguhkan kopi Sidikalang sebagai upaya promosi kopi Sidikalang agar mendunia,” ujarnya.

Selain itu mengenai Eco Fashion Week Indonesia pertama kali digelar di Gedung Stovia, Jakarta pada 2018 silam.

Eco Fashion Indonesia, yang diinisiasi oleh, Merdi Sihombing, Rita Darwis, dan Myra Suraryo, berkomitmen untuk melestarikan budaya nasional.

“Dan juga melindungi masyarakat adat Indonesia serta memulai satu gerakan terpadu yang mewakili semua hal “eco”, “etis”, dan “hijau” serta bertujuan untuk mengadvokasi prinsip-prinsip fesyen berkelanjutan di Indonesia,” pungkasnya. (RBM/ Subinto)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
PHR Zona 1 Jaga Operasi Produksi Tetap Aman dan Andal di Momen Lebaran
Apel Pagi Pasca Idul Fitri 1447 H, Rektor UNPAB Tekankan Semangat Kebersamaan dan Peningkatan Kompetensi
Jasa Marga Catat Lebih Dari 2,8 Juta Kendaraan melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+4 Idulfitri 1447H/2026*
Polda Sumut Bongkar Judol Jaringan Kamboja, Amankan 19 Tersangka
Polsek Medan Area Tangkap Residivis Pencurian Uang Digunakan untuk Beli Sabu dan Main Judi Online
Dukung Akses Warga, Polresta Deli Serdang Laksanakan Renovasi Jembatan Presisi Merah Putih Kuala Sabah
komentar
beritaTerbaru