Ekonomi Indonesia Diuji: Pertumbuhan Tetap Berjalan, Kepercayaan Pasar Terancam?
Ekonomi Indonesia Masih Bisa Bangkit atau Semakin Lunglai? IHSG Anjlok, Kepercayaan Pasar Diuji
News
LANGKAT l SUMUT 24 Tim Monev On Site Tahun Anggaran 2019, evaluasi atas intervensi pencegahan stunting, melanjutkan kunjungnya dengan turun langsung kelapangan, ke Desa Kebun Kelapa dan Puskesmas Hinai Kiri Kecamatan Secanggang, Kamis 12/9.
Baca Juga:
Dimana sebelumnya, telah disambut kedatangannya oleh Bupati Langkat Terbit Rencana PA melalui Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin, di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Rabu (11/9).
Dalam melakukan tinjauan lapangan tersebut, Tim Monev On Site dipimpin Azat Sudrajat dari Dirjen Anggaran Kemenkeu RI bersama rombongan lainnya, Adil dari Kemenkes RI, Kristin dari Kemendikbud RI dan Jumhadi dari Kementerian Desa RI, didampingi oleh Kepala Bappeda H Sujarno berserta sejumlah SKPD terkait lainnya.
Azat menjelaskan, kunjungan lapangan ini untuk mendengarkan langsung keluhan dan kendala dari tim terpadu penanganan stunting dan masyarakat Langkat, dalam upaya pencegahan stunting di masing-masing Desa Lokus.
Hasilnya nanti, sambung Azat, untuk dibawah ke pusat (Jakarta) sebagai laporan, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti, sebagai upaya penanganannya.
“Hal ini dilakukan agar upaya pencegahan stunting dapat terus berjalan dengan baik, tampa menemukan kendala yang berarti. Dengan begitu, semoga anak-anak Indonesia, khususnya Langkat benar-benar terbebas dari stunting, sehingga dapat tumbuh kembang dengan sempurna, sebagai persiapan, menjadi generasi emas bangsa, ” pungkasnya.
Diketahui, Tim Monev On Site melakukan dialog interaktif dengan Camat, para Kades, tim PKK Desa, Posyandu dan PAUD selaku bagian dari tim terpadu, serta perusahaan yang telah memberikan CSR nya, PT Buana dan kepada para ibu hamil.
Camat Secanggang, Sofiyan Tarigan, menyampaikan, yang menjadi kendala tim terpadu adalah fasilitas oprasional anggaran untuk melaksanakan program pencegahan stunting. Pihaknya berharap, pemerintah pusat dan daerah dapat menambahkan anggaran tersebut.
Sementara, Bupati Langkat melalui kepala Bappeda H. Sujarno, menjelaskan, perlunya anggaran dalam pencegahan stunting, karena Bappeda telah menyusun SK Tim Rencana Aksi Daerah Intervensi Percepatan Penurunan Stunting yang melibatkan lintas sector terkait.
Yaitu melibat seluruh intasi terkait (peranan multi sector), mulai dari Dinas PPKB dan PPA membentuk kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) yg terintegrasi dengan PAUD dan Posyandu di 10 desa lokus stunting, dengan pelatihan kader dan menyediakan Alat Permainan Edukstif / BKB Kit, lalu membentuk Kampung KB di 10 desa lokus stunting.
Secara terpisah, dijelaskan Kadis Kominfo H Syahmadi, upaya penanggulangan stunting sebelumnya sudah dilakukan intervensinya melalui remaja, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita serta melibatkan pimpinan daerah dan lintas sektor.(mit)
Ekonomi Indonesia Masih Bisa Bangkit atau Semakin Lunglai? IHSG Anjlok, Kepercayaan Pasar Diuji
News
DPW IMO Sumut Silaturahmi ke PB Pendawa Indonesia, H Ruslan Diminta Jadi Dewan Pembina
News
Biennale Jogja di Paris Seni Indonesia, Gagasan Lokal, dan Jejak Global
News
Kapolresta Deli Serdang Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke98, Tekankan Generasi Patriotik, Gigih, dan Berempati
News
sumut24.co PAKPAK BHARAT, Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Erick Thohir mengatakan bahwa kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter
News
Dorong Literasi dan Kepeserta Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palas Berpatisipasi di Forkom IJK
News
Kapolda Sumut Ajak Ulama dan Tokoh Lintas Agama Bersatu Perangi Narkoba
News
Polda Sumut Tetapkan RDLG sebagai Tersangka Dugaan Penistaan Agama Lewat TikTok
News
Gugatan PMH Rp303,33 Juta terhadap WOM Finance dan PT Komando Tidar Jaya Disidangkan 17 November
News
Antisipasi Narkoba Jenis Baru,Wagub Sumut Sambut Baik Revisi Perda Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba
News