Rabu, 25 Maret 2026

BUPATI DAIRI BERTEMU KOORDINATOR PPL PERTANIAN, BAHAS EVALUASI RDKK DAN PENYALURAN PENGAWASAN PUPUK BERSUBSIDI

Administrator - Rabu, 04 September 2019 15:08 WIB
BUPATI DAIRI BERTEMU KOORDINATOR PPL PERTANIAN, BAHAS EVALUASI RDKK DAN PENYALURAN PENGAWASAN PUPUK BERSUBSIDI

Dairi I Sumut24

Baca Juga:

Bupati Dairi Dr. Eddy Keleng Ate Berutu mengadakan pertemuan dengan Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Dairi pada Selasa (3/9/2019) di Pendopo Bupati Dairi guna membahas evaluasi rencana defenitif kebutuhan kelompok (RDKK) serta penyaluran dan pengawasan pupuk bersubsidi di Kabupaten Dairi. Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Eddy Banurea, Staf Ahli Marisi Sianturi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi Ir. Herlina Tobing, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Dairi Rahmat Syah Munthe serta Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Dairi Carlos Situmorang.

Dalam pertemuan tersebut, sebelum Bupati Dairi memberikan arahan, Beliau meminta kepada para Koordinator untuk menyampaikan sudah sejauh mana kegiatan RDKK yang telah dilaksanakan serta menyampaikan apa keluhan dan masukan yang akan disampaikan agar nantinya Beliau dapat mengambil langkah dengan melakukan koordinasi ke para Pimpinan OPD terkait. Dari berbagai penjelasan yang diterangkan oleh para Koodinator PPL kepada Bupati Dairi, mereka menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi adalah terkait dengan kurangnya fasilitas memadai seperti jaringan dan laptop yang belum mencukupi sehingga proses entry data RDKK menjadi terkendala. Selain itu juga, kendala yang mereka hadapi di lapangan adalah kurangnya tenaga penyuluh di lapangan mengingat luasnya cakupan desa yang harus dijalani oleh para penyuluh di lapangan. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut, mereka berharap agar aspirasi yang mereka sampaikan tersebut dapat di tampung dan di tindaklanjuti oleh Bupati Dairi guna memperlancar kinerja dari para penyuluh pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Dairi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa data yang telah direkap per 30 Agustus, masing-masing Kecamatan telah mendata dan berupaya untuk memasukkan masyarakat yang belum masuk kelompok tani agar menjadi kelompok tani dan telah ada yang membentuk kelompok baru seperti di Kecamatan Sidikalang dengan penambahan 20 kelompok tani. Kepala Dinas mengatakan hingga saat ini per 30 Agustus yang sudah masuk dalam RDKK sebanyak 43. 465 KK dan sesuai data dari statistik telah terdata kurang lebih sebanyak 67. 800 KK. “Jadi sampai 30 Agustus RDKK telah terdata sebanyak 64,1 %,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Dairi dalam arahannya menyampaikan seluruh koordinator PPL dalam menjalankan tugasnya harus memiliki skill (keahlian) dan knowledge (pengetahuan) khususnya dalam membina para petani. Beliau utarakan bahwa para koordinator PPL harus mampu meyakinkan para petani bahwa program yang sudah di tetapkan dan di rencanakan yang harus dilaksanakan. “Jadi ini masukan, kebijakan kita untuk ke depan harus di programkan dan harus di anggarkan untuk melatih keahlian dan pengetahuan para koordinator PPL termasuk melatih skill menyelesaikan suatu masalah,” ujar Beliau. Dikatakan Beliau juga untuk memantapkan kinerja para PPL di lapangan, maka PPL di Kabupaten Dairi akan di tambah jumlahnya.

Lebih lanjut Beliau juga mengatakan akan menyediakan secara bertahap alat pengukur PH tanah karena alat tersebut sangat di butuhkan oleh para PPL dan penyediaan alat pengukur PH tanah tersebut harus juga di tunjukkan dengan kinerja yang baik saat bertugas oleh para PPL. “Kita akan pantau untuk hal ini dan akan kita pilih orang-orang yang telah berpengalaman agar bisa efektif untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan programnya,” ucap Beliau.

Selain itu dengan adanya pertemuan ini, Beliau menginstruksikan kepada pihak-pihak terkait agar menjalankan tugasnya dengan baik sehingga penyerapan pupuk dapat terlaksana dengan maksimal dan target tanam para petani tidak terhambat. Untuk perencanaan 2020 RDKK, Beliau menginstruksikan agar seluruh petani yang memenuhi kualifikasi untuk masuk ke dalam kelompok tani karena hal itu yang akan menjadi acuan untuk pendistribusian pupuk bersubsidi.

(RBM/Subinto)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Kehadiran ASN Asahan Capai 98% di Apel Perdana Pasca Idul Fitri 1447 H
WFH PNS: Strategi Hemat Energi atau Sekadar Wacana?
"Medan Darurat Kabel Semrawut, Rommy Van Boy Desak Pemko Perluas Program 'Merata'"
OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid
Akademisi UISU Nilai Pantai Merdeka Sergai Berpotensi Besar, Dorong Pemerintah Turun Tangan
Kecelakaan Maut  di Jalan Lintas Berastagi Bus Almasar Tabrak 2 Motor, 1 Tewas 2 Luka
komentar
beritaTerbaru