LANGKAT I SUMUT24
Baca Juga:
Pelayanan PT Persero Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah kerja Ranting Kuala-Langkat Hulu kerap mengecewakan pelanggan. Pemadaman listrik seakan tidak mengenal waktu, terutama di saat bulan suci ramadhan. Akibatnya kerap mendapt kritikan dari masyarakat. Pemadaman terjadi di saat warga muslim hendak berbuka puasa di sore hari, malam maupun siang bolong.
Tidak ada hujan dan angin tetapi PLN padam juga kata warga Bahorok tatkala listrik tak menyala. Tidak tau persis penyebabnya namun yang pasti PLN seakan tak terkontrol urai warga penasaran.
Berkaitan itu camat Bahorok. Nuryansyah Putra mengundang pihak PLN ranting Kuala untuk memberi penjelasan kepada tokoh masyarakat dan kepala desa, Senin (13/5) digelar rapat di aula kantor camat. Tokoh masyarakat yang menghadiri, Masang Sembiring, Hasan Basri SH dan Asnan Sitepu menyampaikan dan mempertanyakan beberapa hal.
Diantaranya, pemadaman yang menjengkelkan kiranya PLN mampu meminilisir dan mengatasi. Hormati bulan suci sehingga umat muslim tidak terusik akibat pemadaman.
Sementara Manager PLN Ranting Kuala, Indra Sembiring menjelaskan, PLN telah berupaya bekerja maksimal. Namun selalu ada gangguan seperti pohon kayu tumbang, ranting /dahan menimpa kabel arus tegangan tinggi urai Indra.
Kerusakan alat /jaringan juga kerap terjadi bahkan terkadang di luar prediksi dan kendali. Tidak berniat adanya pemadaman namun diakui hal sering terjadi salah satu akibat cuaca ekstrim.
“Di saat padam. Petugas/kru di wilayah kerja langsung mengecek ke lapangan dan ‘pantang pulang sebelum menyala,” ujarnya. Ke depan PLN terus berbenah menibgkatkan pelayanan masyarakat pelanggan.
Sembiring juga mengutarakan arus PLN untuk Bahorok di alirkan/pasok melalui Selayang-selesai. Tetapi sering dialihkan melalui Kuala -Salapian di kala proses pemulihan lamban.
Terpisah warga berharap para kepala desa (kades) turut berperan menghimbau dan menginstruksikan pemilik pohon yang berada di dekat jaringan PLN. Pasalnya hal itu kerap menhadi penyebab PLN padam akibat tumbang dan patah. (mit)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News