Baca Juga:
Tanahkaro I SUMUT24
Kabupaten Karo saat ini sedang Musim hujan dan akibat diguyur hujan jalan yang rusak berpotensi rawan kecelakaan dan longsor. Pada Senin (1/4) jalan Lau Benukan, Desa Berastepu, Kec. Simpang Empat disoal masyarakat akibat rawan dilalui bagi kendaraan dan pejalan kaki.
Warga melintas di jalan lau Benukan, Dedi Vernando Ginting (43) kesal karena jalan tersebut penuh lumpur dan becek.
“Ironisnya sebuah batang pohon pisang ditanam ditengah jalan tersebut,” ujarnya seraya mengatakan, wajarlah kita kesal, ketika saya mau lewat sulit sekali, dan harus extra hati hati takut tergelincir roda kendaraan Kijang Super yang saya kemudikan. Terlebih lagi jalan ini dekat aliran sungai,” ujarnya.
Pemkab Karo cukup cepat dan tanggap terkait informasi yang diberikan. Buktinya, Selasa (2/4) meninjau langsung ke lokasi melalui Kabid Bina Marga PU PR Hendra Mitcon Purba didampingi Camat Simpang Empat Amsah Perangin Angin dan Kepala desa berastepu Gemuk Sitepu.
Hendra Mitcon Purba mengatakan, kita sudah tinjau dan sudah kita teliti dan survei. “Ternyata jalan tersebut akibat diguyur hujan satu hari penuh akhirnya becek dan penuh dengan tanah karena hujan membawa tanah dari atas tebing sisi jalan,” ujarnya.
Kebetulan parit dan gorong gorongnya tidak berfungsi sehingga ketika hujan turun tidak mengalir kearah sungai yang tidak Jauh dari jembatan lau Benukan. “Ini salah faktor jalan ini menjadi rawan sebab air bercampur tanah sudah lengket dibadan jalan,” katanya.
Camat Simpang Empat Amsah Perangin-angin mengatakan, kepada masyarakat jangan berlebihan dengan memberikan tanda ditengah jalan seperti pohon pisang, ini bisa berakibat fatal pada malam hari, saat orang melintas tidak akan melihat pohon pisang ini. (lin)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News