Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
kota
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Akademisi USU Roy Fachraby Ginting SH MKn mengatakan, Kota Medan sebagai kota Metropolitan sudah pada posisi lampu merah dan hal ini pula membuat kota Medan memperoleh predikat kota terjorok, akibat pengelolaan sampah yang sangat buruk yang membuat ibu kota Sumatera Utara ini masuk dalam kategori Kota Metropolitan paling kotor,kata Roy Fachraby Ginting di kampus USU Padang Bulan Medan, Rabu (23/1).
Dikatakan Ginting, sebagai warga kota, kita tentu sangat malu dan terpukul dengan penilaian kota terkotor dan terjorok itu dan hal ini tentunya, Walikota serta seluruh jajarannya segeralah berbenah dan perbaiki manajemen pengelolaan kota ini, mulai dari aparatur, sistem dan program serta dana atau anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran serta solusi untuk memperbaiki mental dan karakter masyarakat untuk ikut serta menjaga kebersihan kota Medan.
Roy Fachraby Ginting yang dosen Filsafat Fakultas Kedokteran Gigi USU ini mengatakan, kini kota Medan telah mendapat pekerjaan rumah yang sangat rumit dalam menuntaskan persoalan sampah yang ternyata sangat ribet , dan itu harus mendapat perhatian serius Walikota Medan Dzulmi Eldin untuk menuntaskannya.
Menurut Roy, berbagai upaya peningkatan pembangunan kota Medan tentu harus didukung oleh seluruh aparatur pemerintah Kota Medan tanpa terkecuali. Segera evalusi pejabat yang tidak mampu dan tidak bekerja dan berkarya dan Walikota harus berani dan tegas.
Roy Fachraby mengingatkan bahwa pembenahan-pembenahan dalam pelayanan publik di kota Medan sudah menjadi sebuah keharusan. Kebersihan kota dan keindahan kota Medan dengan taman-taman tertata rapi mutlak harus segera dilakukan dan hal ini tentu menjadi daya tarik Medan sebagai kota pariwisata dan sebagai ibukota Sumut.
Menurut Roy, kota Medan menjadi bagian dari daerah yang masuk dalam proyek strategis nasional. Dalam hal inilah ia meminta agar Kota Medan harus segera berbenah dengan agenda menuntaskan persoalan sampah dan papan reklame serta semrawutnya kota dengan kemacetan dan kekumuhan daerah pinggiran kota harus menjadi perhatian utama Walikota Medan dan jajarannya untuk memperbaiki dan membenahinya dan ini tentu harus menjadi program utama.
Kunci membangun Kota Medan itu, ungkap Roy, tidaklah sulit. Walikota Medan itu haruslah figur pemimpin yang punya kebijakan, berani dan tegas untuk menyelesaikan masalah sampah, banjir, macet dan kekumuhan kota Medan dan Walikota juga adalah sekaligus figur yang memiliki cinta kasih dan perhatian kepada warganya dan dengan demikian warga kota juga akan memiliki rasa tanggung jawab untuk ikut menjaga dan membangun kota ini kata Roy Fachraby Ginting yang juga dosen Etika Fakultas MIPA USU ini.
TIDAK HERAN
Sementara itu, secara terpisah dosen USU Drs Wara Sinuhaji MHum, Rabu (23/1) mengatakan, tidak heran kalau kota Medan dijuluki sebagai kota terjorok. Dari awal saya sudah prediksi Medan bakal dapat julukan kota terjorok dan bisa juga menyusul, sebutan lain seperti terjelek dan lain-lain. Karena kota Medan ini seperti tidak punya walikota, ini bukan baru dan sudah lama.
Sebagai contoh, parkirkan mobil anda di depan rumah pagi hari dan sorenya akan penuh dengan debu, artinya Medan tidak pernah dipelihara pemerintah dan walikota mengabaikan itu sehingga wajar kota Medan dapat predikat Medan kota terjorok di seluruh Indonesia. Padahal ada Dinas PU dan Dinas kebersihan yang paling bertanggungjawab akan kebersihan. Kita lihat dimana-mana sampah dan tidak ada tempat pembuangannya terutama tempat penampungan sampah sementara. Akibatnya masayarakat buang sampah dimana-mana, termasuk di jalanan.
“Saya kan bayar retribusi sampah Rp15 ribu/bulan tetapi Medan tetap jorok. Harusnya warga ikut intropeksi diri dan malu karena dibilang kota terjorok. Sementara pemerintah dan Walikota Medan terkesan tidak peduli dengan sampah, justru itu kita harus sadar dan tidak sembarangan buang sampah,†kata Wara.
Bisa kita lihat, pagi-pagi warga bawa sampah dalam plastik dan dibuang di jalanan, sepertinya mereka tidak punya otak dan malam-malam sampah dibuang ke sungai seperti di jalan Mongonsidi Medan. Diharapkan Pemko Medan memperbanyak fasilitas tempat pembuangan sampah sementara.
“Apakah kita memang sudah salah memilih Walikota Medan, contoh kejelekan lain, malam hari banyak lampu jalan tidak menyala karena rusak, padahal kita bayar pajak penerangan lampu jalan setiap bulannya. Kalau top manajemen atau Wali Kota Pemko Medan kerja serius , tak mungkin Medan dijuluki kota terjorok,†kata Wara.
Surabaya bisa bersih karena walikotanya serius. Bisa kita lihat juga di kota Medan, pasar-pasar tradisional tidak ada yang kondusif. Juga lalu lintas sembraut padahal banyak pejabat dan DPRD studi banding ke negara-negara tetangga seperti Penang, Bangkok dan lainnya. Harusnya bisa diterapkan di kota Medan hasil study bandingnya itu,kata Wara.(C04)
Wawako Suryadi Nurdal Lantik 3 Pejabat Eselon II
kota
Pemerintah Serahkan Bantuan Perbaikan Rumah pada Masyarakat Terdampak Bencana Hidrometeorologi
kota
Bupati Solok Terima Silaturahmi Forum Ketua KAN Kabupaten Solok
kota
Bangunan Cafe Ilegal di Jalan Bambu Medan Timur Jadi Simbol Kebocoran PAD, Camat Sudah Layangkan Surat Tapi Pemilik Membandel
kota
Aman! Tim Jibom Den Gegana Back Up Polres Padangsidimpuan Dispose Granat Militer di Batunadua
kota
sumut24.co ASAHAN, Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Asahan menggelar kegiatan doa bersama dan pemberian s
News
sumut24.co ASAHAN, Polres Asahan menggelar kegiatan Apel Satkamling dan Penyerahan Piala Satkamling Polres Asahan Polda Sumatera Utara, ber
News
Tapsel sumut24.co PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, resmi mengajukan hak jawab kepada redaksi sumut24.co meny
kota
Pemko Pematangsiantar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah
kota
Launching dan Pendistribusian Buku &lsquoSejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar
kota