Sabtu, 14 Februari 2026

Wartawan Dilarang Meliput Audensi dan Rapat di Kantor Gubsu, Kabirumkap Faisal Hasrimy : Perss Room Sudah Ada

Administrator - Minggu, 13 Januari 2019 09:23 WIB
Wartawan Dilarang Meliput Audensi dan Rapat di Kantor Gubsu, Kabirumkap Faisal Hasrimy : Perss Room Sudah Ada

MEDAN I SUMUT24.co

Baca Juga:

Wartawan Unit Pemprovsu telah dilarang meliput kegiatan audensi dan rapat biasa maupun tertentu di Kantor Gubsu. Hal itu terungkap saat wartawan hendak meliput Rapat Koordinasi Pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Pemprovsu dan BUMD bersama PT Telkom Indonesia Tbk, di Ruang Ferdinand Lumban Tobing Lantai 8 Kantor Gubsu Jalan Diponegoro No 30 Medan, Jumat (11/1) lalu.

Saat itu, beberapa wartawan unit Pemprovsu hendak masuk ke ruang rapat untuk meliput, lalu dicegat petugas sekuriti yang kini difungsikan oleh Biro Umum dan Perlengkapan Pemprovsu. “Maaf Pak, dilarang masuk tanpa ada undang. Karena ini perintah dari pimpinan,” kata petugas jaga berpakaian safari tersebut tanpa mau menyebutkan namanya.

Mendengar larang itu, wartawan pun menunggu Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Pemprovsu Faisal Hasrimy yang ikut dalam rapat tersebut, hingga rapat selesai yang dipimpin oleh Wagubsu Musa Rajekshah (Ijek). Hampir satu jam lebih wartawan menunggu pejabat tersebut untuk mengkonfirmasi larang baru itu.

Setelah rapat selesai, wartawan pun menanyakan kebijakan baru itu kepada Faisal Hasrimy, sekaligus juga menanyakan, apakah ada kasus yang ditutup-tutupi di kantor Gubsu ini sehingga pengamanannya sangat berlapis. Lalu dia menjawabnya, informasi itu tidak benar, terkait kebijakan pengamanan baru itu sudah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur). Pengamanan itu juga dilakukan, untuk kenyamanan bagi semua orang yang masuk ke kantor Gubsu. “Tidak ada istilah risih masuk ke kantor Gubsu. Kalau kita bersih ngapain kita risih. Apalagi petugas kita ini sudah memiliki SPO dalam melakukan pekerjaanya. Artinya kita sudah tekankan kepada mereka harus 3S (senyum, sapa dan sopan),” katanya.

Saat ditanya wartawan, kalau petugas sekuriti yang ditugaskan di kantor Gubsu, mulai lantai 1 hingga lantai 10, ketika disapa wartawan tidak ada yang pernah senyum ?, tapi dijawab Faisal, yang penting kita saling mengingatkan. “Tipikal kita kan orang Sumut, kita harus saling mengingatkan,” ujarnya.

Wartawan juga menceritakan pengalaman saat meliput dengan beberapa gubernur sebelumnya kepada Faisal, bahwa semua kegiatan audensi dan rapat-rapat biasa ataupun tertentu saat itu, bisa diliput para wartawan unit kantor Gubsu. Kalaupun ada kadang larang meliput bagi wartawan, paling untuk rapat internal atau khusus aja. Tapi saat ini peliputan wartawan di kantor Gubsu sudah dibatasi sepenuhnya, wartawan hanya bisa menerima berita relies dari Humas. Tapi dijawab Faisal, sudah ada perss room, dan pihaknya juga tidak ada membatasi wartawan dengan diberlakukannya pengamanan berstandar SOP tersebut. “Sebenarnya kita tidak membatasi, fasilitas sudah kita persiapan. Kita punya perss room di lantai 1,” ujarnya.

Tapi dijawab wartawan, perss room tersebut tidak pernah lagi digunakan selama ini untuk temu pers, walaupun setelah siap audensi maupun rapat  yang dipimpin oleh Gubsu, Wagubsu dan Sekdaprovsu, maupun dinas lainnya yang ada di lingkungan Pemprovsu. “Bagi kita yang penting memberikan kenyamanan bagi semua dengan kebijakan ini. Tidak ada niat kita untuk menghalang-halangi informasi,” jawabnya. 

Saat disinggung kembali mengenai pengamanan yang berlapis diterapkan di kantor Gubsu, dan juga terkesan membatasi rakyat untuk masuk berurusan ke kantor Gubsu. Apalagi kantor Gubsu ini merupakan rumah rakyat kedua setelah gedung DPRD Sumut, untuk mengadukan dan menyampaikan solusi maupun permasalahannya yang bersinggungan dengan peraturan atau kebijakan pemerintah selama ini, tapi dijawab dia, kalau itu penataan. “Jadi kalau ini rumah rakyat, apa memang bisa sesuka hati. Artinya semua harus kita tata dengan baik. Tidak ada niat kita untuk menghalang-halangi orang untuk datang ke kantor Gubsu ini. Semua kita tata dengan baik,” ujarnya mengakhiri.

Pantauan wartawan di kantor Gubsu terhadap pengamanan berlapis ini sangat meresahkan pengunjung dan wartawan. Pengamanan berlapis tersebut, antara lain terlihat mulai dari lantai 1 hingga lantai 10 dijaga oleh sejumlah sekuriti, dan setiap lantai tertutup dengan pintu kaca dengan memakai kunci pin. Bahkan kalau ada tamu masuk, tamu tersebut harus minta tolong pada sekuriti untuk membuka pintu kaca tersebut. Sebab nomor pinnya hanya petugas sekuriti yang tau.(W03)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Aman! Tim Jibom Den Gegana Back Up Polres Padangsidimpuan Dispose Granat Militer di Batunadua
Sambut Ramadhan 1447 H, Polres Asahan Santunin Anak Yatim serta Doa Bersama
Kelurahan Siumbut Umbut Berhasil Raih Juara II Lomba Poskamling se-Polda Sumut
Hak Jawab: PT Agincourt Resources Klarifikasi Isu Pelarangan Jurnalis
Pemko Pematangsiantar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah
Launching dan Pendistribusian Buku ‘Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru