Sabtu, 14 Februari 2026

Bazaar Buku Terbesar Big Bad Wolf Hadir di Kota Medan

Administrator - Senin, 05 November 2018 12:53 WIB
Bazaar Buku Terbesar Big Bad Wolf Hadir di Kota Medan

Medan I SUMUT24

Baca Juga:

Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 November, bazaar buku terbesar di dunia, ‘Big Bad Wolf’ diselenggarakan di Gedung Andromeda Ex Bandara Polonia Medan Lanud Soewando, Kota Medan.

Bazaar buku ‘Big Bad Wolf’ tersebut dibuka dari 2 November 2018 sampai 12 November 2018, selama 11 hari berturut-turut dan buka 24 jam nonstop, dimulai dari Pukul 19.00 WIB sampai Pukul 20.55 WIB. Penawaran diskon mulai dari 60 hingga 80 persen untuk semua buku impor yang bertujuan meningkatkan minat baca masyarakat Sumatera Utara.

Adapun rangkaian kegiatan tersebut dimulai dengan pembacaan doa, kata sambutan Uli Silalahi selaku Presiden Direktur Jaya Ritel Indonesia. Kata sambutan Agus Sanjaya selaku Regional Transaction & Consumer Head Regional 1, Sumatera 1, Bank Mandiri, Perwakilan dari Metro TV Suryopratomo selaku Presiden Direktur, Kata sambutan dari Gubsu Edy Rahmayadi, dan pengguntingan pita sebagai peresmian dibukanya pameran buku Big Bad Wolf Medan 2018.

Dalam acara jumpa pers, Uli Silalahi, selaku Presiden Direktur PT. Jaya Ritel, Kamis (2/11) memaparkan, “Hari Pahlawan menjadi momen spesial untuk mengenang para pejuang yang telah gugur dalam pertempuran. Mari kita isi momen yang berharga ini dengan banyak membaca sebagai bentuk menghormati jasa pahlawan, karena dengan membaca kita bisa memperoleh pengetahuan untuk membangun bangsa ini, dan dengan membaca kita dapat memerdekakan diri dari ketidaktahuan,” ujarnya.

Masih dikatakan Uli Silalahi, sebagai bentuk tanggung jawab sosial, Big Bad Wolf melalui program “Red Readerhood” mengajak para pengunjung yang hadir untuk mendonasikan buku-buku kepada masyarakat Indonesia yang berada di Samosir.

“Big Bad Wolf bersama Yayasan Alusi Tao Toba berharap buku-buku yang didonasikan dapat bermanfaat dalam kemajuan pendidikan. Menjadi semangat baru untuk lebih gemar membaca, serta akses untuk memperoleh buku bacaan terbaik harus diperoleh bagi semua kalangan mengingat Pulau Samosir masih memiliki keterbatasan dalam akses informasi dan juga pendidikan,” ujar Uli Silalahi.

Dikatakannya, Bazaar Buku Big Bad Wolf pertama kalinya diadakan di Jakarta dan Surabaya pada tahun 2016 dengan sambutan dan antusiasme yang sangat besar dari masyarakat, yang dihadiri oleh lebih dari 350,000 pengunjung di Jakarta dan 250,000 pengunjung di Surabaya.

“Sebagian besar pengunjung tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek saja, tetapi juga dari Bandung, Semarang, Lampung dan Palembang. Tahun ini Bazaar Buku Big Bad Wolf hadir untuk pertama kalinya di luar Pulau Jawa diharapkan dapat dihadiri oleh sekitar 250,000 pengunjung dari Medan dan kota-kota lain di sekitarnya.” terang Uli Silalahi.

Sementara itu, Agus Sanjaya, Regional Transaction & Consumer Head Regional 1/Sumatera 1, Bank Mandiri menyampaikan, Pameran buku Big Bad Wolf hadir untuk pertama kalinya di Medan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November dan juga merupakan rangkaian acara ulang tahun Bank Mandiri ke 20.

“Pameran buku terbesar di dunia ini merupakan bentuk apresiasi bagi masyarakat Medan karena pameran ini hanya diselenggarakan di tiga kota besar di Indonesia yaitu Jakarta, Surabaya dan Medan.

“Bank Mandiri juga memperkuat kesadaran masyarakat atas transaksi pembayaran non tunai dengan memberikan sarana pembayaran yang memadai dan program-program menarik jika masyarakat bertransaksi secara non tunai,” ujar Agus Sanjaya.

Lebih lanjut dikatakan Agus, walaupun harga buku-buku yang dijual sudah sangat terjangkau yaitu diskon 60 sampai dengan 80 persen. “Bank Mandiri memberikan lagi benefit tambahan kepada seluruh pengunjung khususnya nasabah Bank Mandiri berupa potongan harga hingga 50 persen dengan fiestapoin, bonus voucher hingga Rp 400 ribu untuk pemegang mandiri kartu debit dan kartu kredit, serta cicilan 0% hingga 6 bulan untuk pemegang mandiri kartu kredit,” kata Agus Sanjaya.

Sementara itu, Gubsu Edi Rahmayadi mengatakan, “Saudara – Saudara saya. Saya sangat apresiasi dan sangat senang Adanya Bazaar Buku “Big Bad Wolf”. Persoalannya di Medan ini bukan orang males baca buku, tetapi susah mendapatkan buku karena mahalnya harga buku. Jadi tidak ada lagi alasan untuk tidak bisa membaca karena buku mahal. Disini sudah ada buku murah hingga diskon 60 sampai 80 persen. Karena manusia ini apabila tanpa ilmu rugi, ibarat malam hari tanpa lampu, ilmu tanpa buku hampa semuanya. Mustahil kita mendapatkan ilmu tanpa buku,” tandasnya.

Big Bad Wolf bekerjasama dengan Sriwijaya akan membagikan tiket gratis Medan-Jakarta-Medan untuk 3 orang pemenang yang beruntung dalam kontes #FarAwayBBW.

“Untuk mengikuti kontes ini cukup dengan menunjukkan bukti struk perjalanan seperti toll, tiket pesawat atau bukti perjalanan lainnya, serta bukti pembelian buku di Bazaar Buku Big Bad Wolf lalu unggah di akun sosial media pribadi (FB/IG/Twitter) dengan hashtag #FarAwayBBW lalu tag ke IG/Twitter @bbwbooks_id dan untuk FB tag ke BBWBOOKSINDONESIA.”

“Kami sangat berterima kasih untuk antusiasme dan sambutan yang baik dari para pencinta buku khusunya yang berada di Medan, kami sangat senang karena ternyata minat masyarakat terhadap buku masih sangat tinggi, semoga dengan hadirnya Bazaar Buku Big Bad Wolf di setiap kota dapat meningkatkan minat membaca pada masyarakat Indonesia, mari kita budayakan minat baca sejak dini karena dengan membaca kita dapat melihat dunia,” tambah Uli Silalahi, Presiden Direktur PT Jaya Ritel Indonesia. (R03/Rel)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Aman! Tim Jibom Den Gegana Back Up Polres Padangsidimpuan Dispose Granat Militer di Batunadua
Sambut Ramadhan 1447 H, Polres Asahan Santunin Anak Yatim serta Doa Bersama
Kelurahan Siumbut Umbut Berhasil Raih Juara II Lomba Poskamling se-Polda Sumut
Hak Jawab: PT Agincourt Resources Klarifikasi Isu Pelarangan Jurnalis
Pemko Pematangsiantar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah
Launching dan Pendistribusian Buku ‘Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru