Sambut Ramadhan 1447 H, Polres Asahan Santunin Anak Yatim serta Doa Bersama
sumut24.co ASAHAN, Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Asahan menggelar kegiatan doa bersama dan pemberian s
News
MEDAN I Sumut24.co Selama ini masih banyak anak anak atau masyarakat, akademisi umat Islam yang belum terbiasa membaca dan menulis isi ayat ayat Al Qur’an. Karenanya, dalam Musabaqoh Tilawatil Qir’an Nasional XVII Tahun 2018 di Sumatera Utara juga dilaksanakan perlombaan cabang Musabaqoh Menulis Ilmiah Al Qur’an (M2IQ).
Baca Juga:
Ketua Dewan Hakim M2IQ, Prof. Dr H. Darwis Hude menilai, pentingnya lomba tersebut dilakukan. “Dengan lomba diharapkan pemahaman masyarakat untuk membuat ayat ayat Al Qur’an senantiasa berbicara dalam berbagai persoalan umat, bangsa dan negara dan sebagainya. Sehingga Al Qur’an menjadi pedoman dalam kehidupan sehari hari,” ujar Prof Darwis, disela lomba, Senin (8/10) di Akademi Pariwisata Gedung Sumekto Djajanegara jl.RS Haji Pancing.
Untuk satu tulisan, tiap peserta menulis 10 sampai 15 halaman yang temanya diambil dari hikmah- hikmah Al Qur’an. Tujuannya agar bagaimana menggairahkan masyarakat kaum akademisi menggali ayat ayat Al Qur’an agar tidak disalahgunakan ataupun disalahfahami.
“Sementara ada orang yang katanya ayat ayat Al Qur’an mengajarkan perang. Tapi, sesungguhnya Al Qur’an itu memberikan bimbingan, hidayah baik sebagai individu, makhluk sosial, berbangsa dan bernegara. Al Qur’an itu tidak ke kiri dan tidak ke kanan, tidak ekstrim dan tidak radikal. Islam itu moderat,” tegasnya.
Dirinya berharap, dengan M2IQ ini, semakin banyak insan akademis yang terlatih untuk menulis makalah ilmiah dari ayat ayat Al Qur’an. Karena ayat ayat Al Qur’an itu semakin digali semakin muncul hikmahnya yang luar biasa. “Karena Al Qur’an disebut senantiasa berlaku disemua tempat dan di semua waktu. Persoalannya anak anak kurang terbiasa,” ujarnya.
Melalui kegiatan lomba M2IQ ini, Prof Darwis juga berharap dapat menjadi sumber motivasi karena banyak orang bisa membaca dan tak bisa menulis atau sebaliknya. Dijelaskannya, ada 3 aspek penilaian yaitu kedalaman kajian Al Qur’an atau bobot materi, bahasa yang mudah difahami masyarakat (ilmiah populer), serta logika berfikir atau alur berfikirnya.
Saat penulisan, peserta hanya dibolehkan membawa buku dan jurnal. Tidak dibenarkan membawa tulisan yang belum dipublikasikan apalagi karya sendiri. “Hanya buku, jurnal yang dibawa. Handphone dan flash disk juga tak boleh dibawa dan ini kita periksa. Untuk Laptop disediakan panitita dan tidak ada koneksi internet,” terangnya. Sementara Kordinator M2IQ, Dr Torang Rambe MAg menambahkan, dengan lomba tersebut menambah budaya literasi umat Islam dalam kemampuan membaca dan menulis.(W03)
sumut24.co ASAHAN, Dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Polres Asahan menggelar kegiatan doa bersama dan pemberian s
News
sumut24.co ASAHAN, Polres Asahan menggelar kegiatan Apel Satkamling dan Penyerahan Piala Satkamling Polres Asahan Polda Sumatera Utara, ber
News
Tapsel sumut24.co PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, resmi mengajukan hak jawab kepada redaksi sumut24.co meny
kota
Pemko Pematangsiantar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah
kota
Launching dan Pendistribusian Buku &lsquoSejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar
kota
sumut24.co ASAHAN, Pemerintah Kabupaten Asahan meresmikan Sistem Jaringan Informasi Geospasial (SJIG) Kabupaten Asahan yang dirangkai denga
News
sumut24.co ASAHAN, Tim Penggerak PKK Kabupaten Asahan menerima kunjungan Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Asahan di Rumah Dinas Bu
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menyampaikan apresiasi atas keberhasilan produksi sabut kelapa yang
News
sumut24.co ASAHAN, Bupati Asahan yang di Wakili oleh Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.A.P. Mengajak masyarakat untuk meningkatkan keiman
News
sumut24.co MEDAN, Komitmen menghadirkan energi berkeadilan terus diwujudkan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utar
kota