Sabtu, 14 Februari 2026

Tambang Batu Padas , Objek Wisata Ancol Arung Jeram Terancam Punah

Administrator - Senin, 13 Agustus 2018 14:02 WIB
Tambang Batu Padas , Objek Wisata Ancol Arung Jeram Terancam Punah

SERDANGBEDAGAI | SUMUT24 Objek wisata Ancol Arung Jeram. Pasalnya, lokasi objek wisata yang sudah terkenal hingga ke mancanegara ini, dijadikan tempat penambangan liar batu padas oleh salah seorang pengusaha di daerah tersebut.

Baca Juga:

Akibat penambangan liar tersebut, bantaran sungai tepatnya di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipis-pis tersebut menjadi rusak, dan tak terlihat lagi susunan batu padas yang tersusun rapi oleh alam. Padahal, lokasi ini pernah dijadikan tempat Kejuaraan Daerah (Kejurda) Arung Jeram oleh Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Sumatera Utara (Sumut) beberapa waktu lalu. Mirisnya, lokasi penambangan batu padas tersebut berdekatan dengan posko Dinas Pariwisata Kabupaten Sergai. Namun hingga saat ini, belum ada tindakan tegas dari Dinas terkait untuk memberhentikan aktivitas penambangan batu padas tersebut. Menurut keterangan warga setempat yang enggan disebutkan namanya kepada SUMUT24, senin (13/8) mengatakan, aktivitas penambangan batu padas tersebut sudah berjalan hampir 3 bulan lamanya. Pengusaha di daerah itu bisa mengeluarkan batu padas tersebut hingga tiga truk setiap harinya. “Aktivitas penambangan batu padas tersebut, sudah berjalan sekitar tiga bulan lamanya. Setiap harinya, bisa dua hingga tiga truk yang terjual,” ucap warga. Warga menuturkan, akitivas penambangan batu padas didaerah ini, berawal dari keisengan warga. Namun lama kelamaan, usaha penambangan batu padas ini dijadikan bisnis oleh seorang pengusaha. Hal itu dikarenakan banyak pesanan dari daerah luar Kabupaten Sergai, yang diperuntukan untuk proyek pemerintah maupun swasta.

“Awalnya sih iseng-iseng. Namun karena banyak yang pesan, penambangan batu padas ini pun sekarang dijadikan bisnis oleh seorang pengusaha di daerah ini,” kata warga lagi.

Penambangan liar batu padas di daerah bantaran sungai Bah Bolon inipun dibenarkan oleh Kepala Desa Buluh Duri, Dewi. Saat dikonfirmasi SUMUT24 melalui selularnya, Dewi mengatakan bahwa aktivitas penambangan batu padas tersebut sudah berjalan tiga bulan lamanya. Dewi juga mengaku, aktivitas penambangan liar itu sudah dilaporkannya ke Dinas terkait.

Menyikapi penambangan liar yang terjadi di bantaran sungai Bah Bolon Kecamatan Sipis-pis, Ketua Lembaga Economi Social Control (Ecosoc) Sergai, Tua Pangaribuan SE meminta Bupati Ir H Soekirman untuk turun dan memberhentikan secepatnya akitivas penambangan liar tersebut.

Sebab, jika aktivitas tambang liar itu terus dibiarkan, maka objek wisata Ancol sebagai tempat arung jeram bakal terancam punah. “Ini tidak bisa dibiarkan, Bupati harus bertindak tegas. Jika ini dibiarkan, maka akan merusak keindahan objek wisata tersebut,” ungkap Pangaribuan.

Dikatakan Pangaribuan, Ancol Arung Jeram ini merupakan objek wisata andalan di Kabupaten Sergai. Oleh karenanya, objek wisata tersebut harus dipelihara dan dilestarikan. Disamping itu, dari objek wisata arung jeram ini juga banyak atlet dari Sergai yang terkenal hingga ke mancanegara.

“Kelestarian objek wisata Ancol Arung Jeram di sungai Bah Bolon ini harus dipertahankan, karena itu merupakan ikon wisata Sergai,” ujar Pangaribuan. (Bdi)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
Aman! Tim Jibom Den Gegana Back Up Polres Padangsidimpuan Dispose Granat Militer di Batunadua
Sambut Ramadhan 1447 H, Polres Asahan Santunin Anak Yatim serta Doa Bersama
Kelurahan Siumbut Umbut Berhasil Raih Juara II Lomba Poskamling se-Polda Sumut
Hak Jawab: PT Agincourt Resources Klarifikasi Isu Pelarangan Jurnalis
Pemko Pematangsiantar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah
Launching dan Pendistribusian Buku ‘Sejarah Perjuangan Masyarakat Kota Pematangsiantar
komentar
beritaTerbaru