PADANGSIDIMPUAN,SUMUT24.co
Wakil Ketua DPRD Padangsidimpuan, Rusydi Nasution, Selasa (16/8/22) siang menjumpai belasan warga yang didominasi emak-emak Kampung Bukit yang minta perlindungan ke Kantor DPRD Padangsidimpuan.
Baca Juga:
Kepada massa aksi, Rusydi mengaku sedih melihat kondisi 4 kepala keluarga yang terisolir akibat penembokan setinggi 2 meter yang dilakukan Losmen Sentral. Pasalnya, akibat penembokan tersebut warga harus bersusah payah menjalankan aktivitas sehari-harinya dengan terpaksa memanjat tembok yang menutup akses jalan satu-satunya.
“Nangisnya hati kami sebenarnya melihat kondisi ini. Tapi kami tidak bisa nangis dihadapan masyarakat,†akui Rusydi.
Bahkan, dirinya juga mengaku DPRD Kota Padangsidimpuan telah membahas persoalan yang dialami warga Kampung Bukit. Hal ini dibuktikan dengan rapat yang dilakukan Komisi 1 DPRD Padangsidimpuan.
“Surat warga juga sudah kami terima. Bahkan dalam waktu dekat DPRD akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) termasuk memanggil instansi yang terlibat,†pungkasnya.
Usai memberikan keterangan tersebut, Rusydi pun menghampiri seorang bocah bernama Attar warga Kampung Bukit.bocah tersebut tiba-tiba menangis saat di pelukan Wakil Ketua DPRD Rusydi Nasution,bocah tersebut masih duduk dibangku Kelas 4 Sekolah Dasar tersebut.
Perlu diketahui, Attar merupakan salah satu bocah yang setiap harinya harus memanjat tembok setinggi 2 meter untuk pergi bersekolah. Hal ini terpaksa diĺakukan Attar lantaran pemerintah setempat belum dapat menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga Kampung Bukit dengan Losmen Sentral yang menutup akses jalan warga yang selama puluhan tahun dilalui warga.zal
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News