Limapuluh | Sumut24
Baca Juga:
Kabupaten Batu Bara siap merubah pola hidup sehat masyarakatnya melalui kebiasaan yang dimulai sejak dini oleh para kanak-kanak yang kelak dimasa depan nanti menularkan kebiasaan baik ini kepada keluarga dan lingkungannya, demikian kebulatan tekad dari para peserta Training of Trainee (ToT) bagi para Kepala Sekolah dan guru yang berada di Kabupaten Batubara pada pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara yang didukung oleh Heartindo selaku pendukung teknis dan operasional serta dari Yayasan Unilever Indonesia selaku penyandang dana kegiatan. Meskipun diketahui bahwa beberapa wilayah di Kabupaten yang baru berumur sewindu ini mengalami sulit air terutama pada musim kemarau tetapi niat baik ini harus didukung oleh segenap pihak pemangku kepentingan.
Dalam kata sambutannya, H. R.M. Harry Nugroho, SE selaku Wakil Bupati Batu Bara menyatakan agar kegiatan ini dapat ditularkan kepada para tenaga didik dan murid sehingga kebiasaan pola hidup bersih dan sehat ini dapat melekat pada generasi penerus di Kabupaten Batutabara. “Kabupaten Batu bara menyambut baik uluran kerjasama ini dan kiranya dapat berkelanjutan lagi,â€ujar Harry kemarin.
Sebanyak tujuh Kecamatan di Kabupaten Batu Bara mengikuti program ini, sepeti Kecamatan Medang Deras, Sungei Suka, Air Putih, Limapuluh, Talawi, Tanjung Tiram dan Sungei Balai.
Selanjutnya Waila Wisnu mewakili Yayasan Unilever Indonesia (YUI) Jakarta mengatakan bahwa program ini tidak hanya di Propinsi Sumatera Utara saja, melalui mitra lokal Heartindo, kami juga melakukan nya di Aceh. Kebiasaan pola Hidup Sehat harus dibiasakan sejak dini, sejak masa anak-anak.
“Awalnya memang susah merubah kebiasaan yang salah tetapi dianggap lazim oleh masyarakat. YUI menargetkan sebanyak 1160 SD di Propinsi Sumatera Utara mendapatkan dampak langsung dari program ini, dan untuk Propinsi Aceh dialokasikan 40 SD yang berada di Kabupaten Aceh Selatan,†ujar Waila.
Pada acara yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Batu Bara dr. Hj. Dewi Chailat Nst, MKes. dan dari Dinas Pendidikan diwakili oleh Riady, SPd, MPd, diakui bahwa tingkat kesehatan masyarakat di Kabupaten Batubara masih rendah, terutama di kawasan pesisir seperti Tanjung Tiram, Labuah Ruku.
Penyakit Malaria menempati urutan kedua terbesar di Sumatera Utara, tetapi parahnya masyarakat awam menganggap malaria adalah penyakit biaso(biasa).  “Sekali lagi mengingatkan bahwa kesadaran untuk hidup sehat dan bersih dimulai pada diri sendiri dan tidak menyalahkan berbagai pihak atas keterbatasan fasilitas umum yang ada selama ini,†kata Apsari Diana Kusumastuti MARS selaku Direktur HeartIndo.
Pelatihan pada dua tempat yang berbeda yaitu di Indrapura dan Limapuluh pada tanggal 27-28 September, kemudian Monitoring dan Evaluasi (MonEv) ke sekolah diadakan pada tanggal 29-30 September ujar Dede Hariani SKMselaku Project Manager Heartindo didampingi oleh Dewi Haryanti SKM selaku fasilitator dari Kementerian Kesehatan Jakarta. Pada pelatihan ToT hari pertama, tercatatada 132 Kepala Sekolah atau guru SD yang hadir, beserta 6 orang staff dari Puskesmas.
“Hari kedua pelatihan ToT yang diadakan di Aula Kantor Bupati Batu Bara tercatat 137 Kepala Sekolah atau Guru SD dan lima orang petugas dari Puskesmas yang hadir dengan antusias. Juga hadir 2 orang UPT dari Kecamatan Lima Puluh dan Simpang Dolok, “ujar Dewi.
MonEv ini dilakukan agar dapat mengetahui seberapa besar kepahaman siswa terhadap Sekolah Sehat pada kehidupan mereka sehari-hari . (rel)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News