Jumat, 13 Februari 2026

Wapres Tegaskan Indonesia Kuat Justeru Karena Perbedaan

Administrator - Senin, 01 Agustus 2016 12:26 WIB
Wapres Tegaskan Indonesia Kuat Justeru Karena Perbedaan

PARAPAT | SUMUT24 Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain. Hal itu disampaikan Wapres Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi MSi saat membuka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016 dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Pantai Bebas Parapat, Simalungun, Sabtu (30/7). Hadir dalam acara tersebut Ny Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudi Antara, Kepala BIN Sutiyoso, Ketua TP PKK Sumut Ny Evi Diana Erry Nuradi, Ketua Umum PSBI DR Effendi Simbolon, puluhan tokoh adat mewakili Enam Puak Batak yaitu Batak Karo, Simalungun, Toba, Pakpak, Angkola dan Batak Mandailing. Dalam kesempatan itu, JK mengatakan, semboyan Bhineka Tunggal Ika memiliki arti sangat kuat sekaligus sebagai semangat persatuan dan kesatuan. “Indonesia kuat karena meski berbeda tetapi tetap Bhineka Tunggal Ika. Tetap bersatu dan itu harus terus dipertahankan. Kekuatan Bhineka Tunggal Ika tercermin juga dari letak atau posisi gambar di semua kantor dimana di atas gambar presiden dan wakil presiden ada lambang Bhineka Tunggal Ika,” sebut Kalla. JK juga mengapresiasi pelaksanaan Musyarawah Masyarakat Adat Batak yang digelar di kawasan Danau Toba. Musyarawah tersebut diharapkan semakin mengokohkan etnis Batak dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Masyarakat harus menjadikan adat sebagai pendorong untuk mengejar kemajuan. Adat jangan lagi hanya dianggap sebagai suatu peninggalan zaman dahulu dan dilestarikan, tetapi harus sebagai pendorong semangat untuk mengejar kemajuan bangsa Indonesia ke depannya,” pesan Kalla. JK juga berpesan, masyarakat Batak perantau tidak lagi menghabiskan uangnya untuk kepentingan pelaksanaan adat secara berlebihan, seperti untuk pesta dan upacara adat lainnya. Masyarakat Batak perantau sebaiknya digunakan untuk keperluan produktif seperti membangun hotel di kawasan Danau Toba yang telah dicanangkan pemerintah sebagai daerah wisata bertaraf internasional. “Kita tau, masyarakat Batak adalah masyarakat yang hebat sejak zaman dahulu di bidang militer, pemerintahan, politik dan usaha. Mari kita bangun sama-sama Danau Toba,” ajak Kalla. Sementara Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengatakan, Sumut terdiri dari 8 etnis asli. Enam diantaranya adalah puak Batak yakni Batak Karo, Simalungun, Toba, Pakpak, Angkola dan Batak Mandailing, ditambah etnis Melayu dan Nias. Selain etnis local, Sumut juga kaya akan etnis pendatang yakni Jawa, Sunda, Bugis, Banjar, Thionghoa dan etnis nusantara lainnya yang hidup berdampingan secara harmonis. “Kesadaran masyarakat di Sumut berkembang baik. Tiap etnis hidup berdampingan. Tiga kekuatan yang dibangun masyarakat dan pemerintah adalah peran aktif pemuka agama, peran aktif tokoh lintas etnik dan para pemuda. Dengan tiga kekuatan inilah kerukunan antara umat beragama, antar etnik dan antar pemudaa bisa terpelihara dengan baik,” sebut Erry. Kemajemukan dan dinamika yang tinggi di Sumut, menguatkan integritas dan meningkatkan pembangunan. “Menjaga harmonisasi dan kondusif di Sumut, bukan hanya merupakan peran aktif Forum Kerukunan Umat Beragama dan tokoh lintas etnis saja, tetapi juga melibatkan pemuda dan seluruh kelompok masyarakat lainnya,” jelas Erry. Tidak lupa Erry berpesan, Musyawarah Masyarakat Adat Batak semakin menguatkan kerukunan umat dan etnis di Sumut 2016, karena memiliki nilai strategis dan bermakna sebagai dukungan moril dalam upaya pengembangan Sumut. “Kegiatan ini bagian dari upaya menyukseskan pembinaan kemasyarakat, meningkatkan peran masyarakat Batak khusususnya PSBI untuk kesejahteraan masyarakat. Kita harapkan, hasil musyawarah dapat pererat tali persaudaraan dan membuat Sumut lebih paten,” ucap Erry. Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI), Effendi Simbolon mengatakan, Musyawarah Masyarakat Adat Batak merupakan gagasan dari enam puak suku Batak yang diharapkan sebagai wadah berdialog tentang kehidupan masyadakat adat dengan pemerintah. “Dari puak Batak, ada 260 marga. Musyawarah ini sebagai wadah berdialog. Dalam hal ini berdialog dengan Bapak Wakil Presiden dan Bapak Gubernur Sumatera Utara. Selain itu, para perwakilan puak Batak juga akan berdialog dan Panglima TNI Jend Gatot Nurmayanto dan mewakili Kapolri. Hasil musyawarah akan disampaikan Pesan Parapat kepada presiden dan Wapres,” ujar Effendi. (W03/LP)

Baca Juga:
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
beritaTerkait
JNE Berikan Bonus Puluhan Juta untuk Skuad Cosmo JNE FC yang Berprestasi membela Timnas di ajang Asia
Dorong Percepatan Perbaikan Jalan Nasional dan Pengembangan Pengolahan Sampah Terpadu Pemkab Solok Perkuat Sinergi dengan DPR RI
Bupati Solok Buka Sosialisasi dan Advokasi Akreditasi Perpustakaan Tahun 2026
Dorong Pengelolaan Sanitasi dan Sampah Terpadu Berbasis Wilayah Pemkab Solok Perkuat Sinergi dengan Kementerian PU
Melestarikan Tradisi Leluhur, Ribuan Warga Tanjung Beringin Semarakkan Gebyar Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H
Nelayan Pesisir Pantai Bedagai Gelar Isra’ Mi’raj, 400 Anak Yatim Menerima Santunan
komentar
beritaTerbaru