LIMA PULUH | SUMUT24
Pasca mencuatnya pemberitaan terkait selebaran buku-buku penistaan agama yang disebar OTK di antra jalan Lintas Lima Puluh- Simpang Dolok sepekan lalu, membuat Pemerintahan Kelurahan Kecamatan Lima Puluh menggelar pertemuan, Senin (25/7).
Baca Juga:
Pertemuan yang dipimpin Lurah Sudarto SE dihadiri muspika Kecamatan Lima Puluh, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh kepala lingkungan setempat.
Dalam arahanya, Sudarto mengharapkan agar seluruh undangan yang hadir bisa memberikan pencerahan pada masyarakat, agar tidak terpancing hal-hal yang bisa menimbulkan gesekan antara umat beragama.
“Saya berharap pada tokoh agama dan masyarakat termasuk Kepling yang hadir bisa memberikan pencerahan pada masyarakat agar tidak terprovokasi,” kata Sudarto.
Dia juga menghimbau bagi warga yang menemukan buku-buku itu agar segera menyerahkannya pada Kepling.
Menanggapi permasalahan itu, salah seorang tokoh Kristen, menilai buku yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab adalah sebagai bentuk orang yang kurang waras.
“Manusia yang menyebar buku-buku ini adalah manusia gagal dalam nyamampaikan visi dan misinya dalam hidup. Kalau kami lihat ini satu cara-cara teroris mempropokasi masyarakat, karenanya diharapkan umat Islam dan Kristen untuk tidak terprovokasi,” pintanya.
Sementara itu, Kepling VI Kelurahan Lima Puluh Abd Rahman Dalimunthe, “Ini sudah saya baca, kalau kita lihat ini seperti menakut nakuti, tak usah pala kita kembang -kembangkan, karena ini sipatnya penyebaran orang-orang tidak bertanggung jawab,” ucapnya.
Menurutnya, buku tersebut bisa menimbulkan konflik SARA antar umat beragama. Karenanya dia meminta pihak kepolisian segera bertindak cepat mengusut peredaran buku tersebut. Warga juga dihimbau agar tidak sampai terpancing. Ini provokasi adu domba orang-orang yang tidak ingin Batubara aman dan kondusif. (jo)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News