TANJUNGBALAI | SUMUT24
Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial SH MH diminta untuk segera melakukan evaluasi pada Dinas Pendidikan Kota Tanjungbalai. Alasannya, Disdik Tanjungbalai dianggap gagal melaksanakan tanggung jawab sebagai instansi pendidikan tertinggi di Kota Tanjungbalai. Terbukti, Disdik kurang dalam melakukan pengawasan atas 22 siswa SMKN 1 Perikanan Tanjungbalai yang melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Bali.
Baca Juga:
Hal tersebut diungkapkan belasan mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Merdeka (ASMARA) Kota Tanjungbalai pada saat melakukan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Tanjungbalai. Para mahasiswa mengecam peristiwa yang terjadi pada siswa SMKN 1.
.
Koordinator aksi Budi Arianto dalam orasinya mengatakan, begitu sangat mirisnya nasib siswa siswa tersebut mendapat perlakuan yang tidak manusiawi tanpa pertangungjawaban pihak SMK Negeri 1 Perikanan. “Untuk itu kami Aliansi Mahasiswa Merdeka Kota Tanjungbalai menolak dan mengecam keras tindakan eksploitasi ini dan berharap kepada Wali Kota Tanjungbalai agar segera melakukan evaluasi Dinas Pendidikan,†ujar Budi.
Pantauan wartawan, setelah tiga puluh menit melakukan orasinya, para mahasiswa diterima oleh Asisten I Pemerintahan Pemko Tanjungbalai Drs Ahmad Sanaan.
Ahmad Sanaan mengatakan, Pemko Tanjungbalai menerima aspirasi mahasiswa dan akan menindak lanjuti hal tersebut. Setelah aspirasi mereka diterima, para mahasiswa membubarkan diri dengan tenang di bawah pengawalan petugas Satpol PP (iah)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News