LIMA PULUH | SUMUT24
Baca Juga:
Maraknya penampilan organ tunggal yang melanggar dan bertentangan dengan norma agama, norma adat yang sudah sangat meresahkan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, aktivis mahasiswa Islam di Kabupaten Batubara.
Masalahnya hiburan organ tunggal dengan menampilkan tarian vulgar dan pakaian yang memancing syawat birahi sangat merusak. Sehingga perlu ketegasan Pemerintah Daerah Kabupaten Batubara bersama DPRD, alim ulama dan pihak pemangku kepentingan untuk mengadakan konsolidasi.
Guna mencari kesepakatan menerbitkan peraturan daerah (Perda) tentang penertiban orgen tunggal demi ketenteraman dan ketertiban umum.
Demikian disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Batubara, Alchair SPd kepada SUMUT24, Kamis (21/ 7) di Lima Puluh.
“Perda ini sangat perlu dilahirkan untuk penertiban hiburan organ tunggal yang sudah meresahkan masyarakat karena tidak sesuai lagi dengan norma agama dan adat serta kesopanan yang bisa merusak generasi muda,”katanya.
Menurut Alchair, saat ini di Kabupaten Batubara lagi dihebokan setiap ?hiburan orgen tunggal pada kegiatan pernikahan atau hajatan lain, namun banyak pula organ tunggal itu menampilkan pakaian tidak seronok yang mengundang syawat. Karenanya kita minta pada seluruh Bupati dan DPRD Batubara merbitkan Perda untuk hal hiburan seperti itu.
“Ada daerah melakukan peraturan itu, kenapa daerah kita tidak belajar seperti apa yang dilakukan daerah lain demi keamanan, kenyamanan masyarakat Batubara,”pintanya.(jo)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News