LIMA PULUH | SUMUT24
Baca Juga:
Camat Kecamatan Lima Puluh Kabupaten Batubara, Drs Darmansyah meninjau dua desa lokasi bencana angin puting beliung, Jumat (8/7).Sebanyak 20 rumah mengalami kerusakan bagian atap rumah akibat diterbangkan angin puting beliung yang terjadi, di Desa Gambus Laut dan Desa Perupuk Kecamatan Lima Puluh.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa, namun diperkirakan warga dua desa itu mengalami kerugian ratusan juta untuk memperbaiki tempat tinggalnya.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dan kita pemerintah akan turun membantu apa yang dibutuhkan warga karena ini musibah yang tidak diinginkan siapa pun,” kata Darmansyah di sela-sela kujungan.
Menurutnya, bencana apapun dapat dimungkinkan terjadi karena merupakan faktor alam yang tidak bisa diprediksi dan kapan waktunya bisa terjadi bencana. Bahkan tidak menutup kemungkinan daerah yang bukan wilayah yang diprediksi terjadi bencana bisa kerap terjadi angin puting beliung, karena bencana ini berkaitan dengan faktor alam, bencana apapun bisa saja terjadi.
“Karenanya kita selalu mengimbau pada masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terkait berbagai macam kemungkinan terjadinya bencana,”ucap Camat.
Di tempat yang sama, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batubara, M Nasir Yohanan mengatakan, kejadian tersebut bukan kehentak manusia. Saat ini petugas BPBD Kabupaten Batubara, masih melakukan pendataan mengenai rumah terdampak angin puting beliung di dua lokasi itu dan membantuan warga untuk membersihkan puting-puliung reruntuhan rumah warga.
Kepala Dinas Sosial Bahrumsyah melalui Kabid Rebansoso Tengku Darhamsyah mengakui, dinas itu siap membantu para korban melalui berupa sembako,indomie,telur dan minyak untuk keperluan sehari -hari.
Selanjutnya juga membantu para korban yang sudah didata berupa bahan bangunan, seperti seng bersama rabungnya, paku payung dan lainnya untuk keperluan renovasi rumah mereka.
Menurut warga sekitar, Azizi (45), kejadian itu pada Kamis malam (7/7) sekira pukul 18.30 WIB saat warga lagi sibuk-sibuknya mau melaksanakan sholat maqrib. Dengan tiba-tiba saja angain datang bertiup kencang yang menyapu rumah-rumah penduduk dan juga 12 tiang lampu listrik tumbang karena patah ditiup angin.
“Kalau diprediksi anginnya datang dari sebelah selatan, dan kalau kami sini bilang angin ini bukan puting beliung, tapi topon kecil yang tidak berekor anginnya. Sebab kalau memang angin puting beliung pasti tidak ada bangunan rumah warga yang tersisa,” kata Azizi kepada SUMUT24, Sabtu (9/7).
Berdasarkan data yang dihimpun SUMUT24 dari berbagai sumber menyebutkan 20 rumah yang tertimpa musibah, di Desa Perupuk mengalami kerusakan 7 unit terletak di Dusun IV, Selain itu di Desa Gambus Laut 13 unit rumah di Dusun I. (jo)
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News