Sumut Mulai Program Percepatan Pengentasan Stunting  

88


MEDAN I Sumut24.co

Sumatera Utara (Sumut) memulai program percepatan pencegahan stunting atau gagal tumbuh pada balita akibat kekuranga gizi kronis. Berdasarkan data Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2017 persentase stunting di Sumut mencapai  28,43%.

Program pengentasan Stunting tersebut dibahas dalam rapat perdana yang dibuka Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut Dr Hj Sabrina yang diwakili Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumut H Irman di Kantor Bappeda Sumut, Kamis (8/11). Kegiatan diisi paparan Tim Investing in Nutritition an Early Years (INEY) Bank Dunia Deviriandy, Koordinator regional Sumatera Desrates Iskandar dan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Teguh Supriyadi.

Program pengentasan stunting di Sumut termasuk dalam program prioritas nasional. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesda), persentase stunting balita Indonesia tahun 2013 mencapai 37,2 persen, dan menurun menjadi 30,8 persen pada tahun 2018. Sumut masih berada di atas rata-rata angka stunting nasional, dimana pada tahun 2013 Sumut masuk urutan enam teratas, dan berhasil menurunkan angka persentase stunting menjadi urutan 14 nasional.

Tim Investing in Nutritition an Early Years (INEY) Bank Dunia Deviriandy menjelaskan pihaknya ikut mendukung pemerintah untuk program percepatan stunting di Indonesia. Kasus stunting di Indoensia yang cukup tinggi, namun sebenarya bisa dicegah melalui beragai intervensi yang terintegrasi.

Dijelaskannya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama 1.000 hari pertama kehidupan. “Masalah stunting adalah terkait dengan asupan gizi dan status kesehatan ibu dan anak. Penanganan stunting bisa dicegah, namun waktunya sangat pendek,” ujarnya.(W03)

Loading...