Sri Kandi Ormas MPI Dipukul Oknum TNI

0
2097

RANTAUPRAPAT | SUMUT24

Nasib tragis dialami, Inong Agustina (38) anggota Sri Kandi Ormas DPD Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Kabupaten Labuhanbatu. Ibu beranak tiga warga Rantauprapat itu, mengaku dipukul oknum TNI yang bertugas di Makodim 0209/LB.
Kepada wartawan, Selasa (12/4), wanita berparas lumayan itu menceritakan, pemukulan yang dialaminya disekitaran rumah kos oknum TNI tersebut di jalan Rambutan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Rantau Utara pada Jumat tanggal 1 April lalu.
Menurutnya kejadian pemukulan itu sekitar pukul 22.00 WIB, dirinya bertengkar dengan seorang lelaki yang lagi duduk lokasinya bersamaan dengan rumah oknum TNI itu.
Katanya, ia mendengar permintaan dari oknum TNI tersebut agar pergi dari lokasi itu, hanya saja sebelum dirinya beranjak, wajahnya mendapat tamparan keras hingga ia terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Setelah terbangun, dia masih bertanya siapa yang memukulnya. Pengakuan Inong, dirinya juga telah lama mengenal oknum TNI itu, terlebih dirinya merupakan seorang karyawan di cafe milik oknum TNI yang berada di jalan By Pass Rantauprapat.
“Semua yang ada disitu membilang kalau saya dipukul  DS oknum tentara itu. Saya sempat menanyakannya kenapa dipukul, tanpa basa-basi, oknum itu pergi dan menyuruh anggotanya mengantarkan saya pulang,” ujar Inong.
Setelah mendapat perlakuan sewenang-wenang itu, Inong pun langsung berobat ke RSUD Rantauprapat sekaligus untuk keperluan visum. Keesokannya, korban membuat laporan ke Sub Denpom Rantauprapat.
Ketika kembali ditanya apa penyebab dirinya hingga dipukul oleh oknum TNI itu, Inong pun kurang mengetahui pasti. Diprediksi korban, pemukulan kemungkinan disebabkan pertengkaran antara dirinya dengan temannya.  “Memang saya tanya kapan dibuka cafe, karena kami sudah gak kerja karena tutup setelah adanya pembakaran terhadap cafe lainnya,” terang Inong.
Namun apapun alasannya sebut ibu tiga anak itu, dirinya tidak terima dipukul terlebih itu dihadapan teman lainnya.
“Apapun alasannya, saya tidak terima dipukul, sama sekali tidak ada harga diri dibuatnya,” urai Inong.
Akibat dari pukulan diwajahnya itu, hingga kini Inong masih sering merasakan pusing, apalagi saat bangun tidur.
“Awalnya, bibir saya pecah dan berdarah, kepala sampai sekarang masih sering oyong,” kenang Inong lagi.
Sementara terkait pemukulan itu, Dan Sub Denpom Rantauprapat, Kapten S Simamora, ketika dimintai tanggapannya  belum memberikan komentar banyak, sebab, katanya ia masih berada di Pematang Siantar.
“Saya masih ada acara di Siantar, besok kita jumpa ya,” tuturnya dari seberang telepon, Rabu (13/4)”
Sedangkan Ketua MPI Kabupaten Labuhanbatu, Raja Sahdan yang dimintai tanggapannya berharap kepada Dan Sub Denpom Rantauprapat dapat menindak oknum TNI tersebut sesuai prosedur yang ada.
“Kita minta oknum TNI itu ditindak, karena beberapa saksi sudah dipanggil. Jika memang nantinya kasus ini kurang mendapat tanggapan, kita akan naik ke Siantar,” tegasnya. (Man)