Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H+7 Idulfitri 1447H/2026
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Baca Juga:
Di balik kemeriahan kompetisi yang didukung oleh PT Semen Padang, Perpani Sumbar, Koni Sumbar, dan IconetPlus ini, terselip sebuah kisah inspiratif dari podium juara. Muhammad Amin, anak asuhan Asrama Sahabat Yatim Padang, berhasil menyabet medali emas (Juara 1) pada kategori Barebow Pelajar Putra. Tidak hanya Amin, rekannya Galih Pratama Dana juga sukses membawa pulang medali perunggu di kategori yang sama.
Perjuangan Melawan Keterbatasan
Prestasi gemilang Amin tidak diraih dengan instan. Remaja berusia 17 tahun asal desa terpencil di Pasaman Timur ini harus menempuh perjalanan hidup yang luar biasa. Bertekad ingin maju, meninggalkan kedua orangtuanya di Jorong Muaro, Sungai Lolo, sebuah desa yang berjarak 4 jam perjalanan motor dari pusat kota dengan akses jalan yang sulit, Amin memutuskan tinggal di Asrama Sahabat Yatim Padang selama empat tahun di bawah bimbingan Abi Rafiq dan Umi Leli.
Meski kini bersekolah di SMKN 1 Sumbar jurusan Teknik Mesin, Amin memilih untuk tidak hanyut dalam pergaulan negatif seperti tawuran atau ketergantungan pada gadget. Ia justru menekuni olahraga panahan yang diajarkan oleh pengasuhnya.
"Visi kami adalah membentuk karakter anak agar berakhlak karimah. Melalui panahan, anak-anak belajar disiplin dan fokus. Harapannya, masyarakat semakin mencintai olahraga sunnah ini," ungkap Abi Rafiq, Kepala Asrama Sahabat Yatim Padang.
Latihan Fisik: Berjalan Kaki 5 Kilometer
Keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan semangat para atlet muda ini. Karena halaman asrama hanya seluas 10 meter, sementara panahan membutuhkan jarak minimal 30 meter, mereka harus menumpang latihan di halaman SMP Padang Islamic School (PIS).
Jarak dari asrama ke tempat latihan mencapai 5 kilometer. Abi Rafiq sering mengantar mereka dengan motor, namun tak jarang anak-anak memilih berjalan kaki sebagai bentuk latihan fisik.
"Tahun lalu kami hanya sampai di posisi keempat. Berkat kerja keras dan izin Allah, tahun ini hasilnya memuaskan. Di panahan, kami belajar empat hal utama: Calm (Tenang), Focus (Konsentrasi), Brave (Berani), dan Winner (Mental Juara)," tutur Amin yang bercita-cita menjadi teknisi profesional.
Harapan untuk Masa Depan
Kebahagiaan terpancar saat penyerahan medali yang dilakukan langsung oleh Ketua Perpani Sumbar, Bapak Nanda Satria. Kakak kandung Amin, M. Masdi, turut hadir memberikan dukungan penuh. Ia berharap adiknya bisa terus membawa nama baik Sumatera Barat dan menjadi kebanggaan keluarga di kampung halaman.
Ajang SOAT tahun ini mempertandingkan berbagai kategori mulai dari Recurve, Compound, Standard Nasional, hingga Barebow. Dengan suksesnya acara ini, para pegiat panahan berharap kompetisi serupa semakin sering diadakan untuk menjaring bibit atlet nasional sejak usia dini. (Rel/w04)
Lebih dari 3,5 Juta Kendaraan Melintas di Ruas Tol Regional Nusantara Hingga H7 Idulfitri 1447H/2026
kota
Kapolresta Deli Serdang Pantau Aktivitas Arus Balik Lebaran 1447 H di Bandara Kualanam
kota
Dugaan Narasi Negatif terhadap Kejaksaan Negeri Karo Diduga Ganggu Proses Hukum Kasus Korupsi Profile Desa
kota
Sergai sumut24.co Tim Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) Polda Sumatera Utara bersama jajaran Polres Serdang Bedagai melakukan monitoring d
News
Sergai sumut24.co Seorang pria ditemukan meninggal dunia di areal perkebunan kelapa sawit PTPN IV Kebun Adolina, Kecamatan Perbaungan, Kab
Hukum
Tanjungbalai PT Bank Sumut (Perseroda) terus menegaskan perannya sebagai motor penggerak digitalisasi keuangan daerah sekaligus mitra stra
News
Kebakaran Dini Hari di Medan Selayang, Empat Bangunan Hangus, Kerugian Ratusan Juta Rupiah
kota
Bupati Saipullah Libatkan Tokoh Masyarakat dalam TP2D, Fokus Percepatan Pembangunan Madina
kota
PMII PALUTA Cup I 2026 Diserbu Penonton, Polisi Lakukan Pengamanan Berlapis di Padang Bolak
kota
Dari Pengawalan hingga Sterilisasi, Ini Strategi Polres Tapsel Amankan Kunjungan Mendagri
kota