Sinyal Positif Dunia Usaha Bergeliat, Perekonomian Sumut Mulai Membaik di Triwulan I 2021

353

Medan I Sumut24.CO

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan I 2021 tercatat -1,85% (yoy) lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya yang sebesar -2,94% (yoy). Meskipun realisasi ini masih lebih rendah dari nasional yang sebesar -0,74% (yoy) dan juga dari Sumatera yang sebesar -0,86% ( yoy).

“Hal ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha dan mulai meningkatkan pertumbuhan konsumsi swasta dan investasi. Bahkan kebijakan pemerintah untuk memberikan stimulus fiskal dan kebijakan moneter yang cenderung akomodatif, diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Kepala Perwakilan BI Sumut Soekowardojo dalam.Bincang Bincang Media Bulan Juni 2021 bersama media yang diikuti 45-an wartawan baik secara off linne maupun online, di Medan, Kamis siang (10/6/2021).

Turut hadir dan menyampaikan paparannya yakni, Deputi Kepala Perwakilan BI Sumut, Andiwiana Septonarwanto dan Ibrahim, Deputi Direktur BI Sumut, Poltak Sitanggang, dengan moderator Humas BI Sumut, Edwin.

Lebih lanjut dikatakan orang nomor satu di Kantor Perwakilan Wilayah BI Sumut ini, pertumbuhan ekonomi di Sumut lebih baik dari beberapa provinsi lain di Sumatera yang terkontraksi cukup dalam seperti di Lampung dan Aceh.

Ini dibuktikan babwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2021 secara triwulanan mengalami penurunan menjadi -0,22% (qtq) dari triwulan sebelumnya sebesar 0,05% (qtq).

“Berdasarkan tracking terkini, kondisi perekonomian Sumut untuk keseluruhan tahun 2021 dapat terakselerasi dibandingkan 2020. Pertumbuhan tersebut diperkirakan menunjukkan indikasi positif sekitar 3-4,5% sejalan dengan optimisme perbaikan ekonomi global maupun nasional,” kata Soekowardojo.

Perbaikan ekonomi global tersebut diprediksi akan mendorong peningkatan ekspor dari lapangan usaha tradable. Selain itu, adaptasi kenormalan baru diikuti program vaksinasi tidak hanya memberikan dampak kepada aspek kesehatan masyarakat, tetapi diperkirakan turut memberikan dampak yang positif kepada perekonomian.

Dari hasil survei yang dilakukan Bank Indonesia, menunjukkan rencana korporasi untuk melakukan tambahan investasi di tahun 2021. Meskipun pertumbuhan kredit investasi pada awal tahun belum menunjukan penguatan tapi setidaknya sudah menunjukkan adanya peningkatan.

Masih sebut Suko panggilan akrabnya,
Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Sumut secara aktif tetap melakukan pameran promosi investasi, business matching, perbaikan media promosi (website), dan penjaringan proyek investasi daerah melalui kompetisi menulis proyek investasi dan peningkatan kapasitas penyiapan dokumen proyek investasi bagi pemerintah kabupaten-kota di Sumut.

“Seiring dengan optimisme investor terhadap iklim investasi Sumut tahun 2021 dibuktikan dengan adanya peningkatan realisasi jumlah proyek investasi dibandingkan triwulan IV 2020, dibutuhkan upaya yang lebih tinggi untuk meningkatkan realisasi investasi yang lebih cepat dan mendorong pemulihan ekonomi,” terangnya.

Dikatakannya, memasuki tahun 2021, jumlah proyek investasi baik PMA dan PMDN kembali meningkat seiring dengan optimisme investor terhadap keberhasilan vaksinasi. Sektor listrik, gas, dan air masih mendominasi tambahan investasi, diikuti oleh sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran. Adapun negara investor PMA terbesar yang masuk ke Sumatera Utara yaitu Singapore, Hong Kong, Malaysia, Belanda, dan Korea Selatan.

Sementara itu saat ditanya Sumut24, bagaimana Bank Indonesia menyikapi gencarnya pelaksanaan vaksin massal, Suko berharap geliat perekonomian dii Sumut terus menbaik, seiring dengan para pelaku usaha dan industri yang semakin sehat dan semakin bergeliat dengan beragam aktivitas ekonominya.(R03)