Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
Baca Juga:Proses shooting film di luar negeri bukanlah hal yang mudah.
Foto 1. Korea Selatan menjadi
2
tujuan hidup baru bagi para tokoh-tokoh di film Sampai Jumpa, Selamat Tinggal.
2) Tak hanya shooting di Seoul
Demi melanjutkan hidup, para tokoh di film ini diceritakan datang ke Korea dan bekerja sebagai
TKI. Sayangnya, karena berstatus pekerja ilegal, mereka harus siap berpindah-pindah kota,
bahkan negara. Untuk itu, shooting film ini dilakukan di tiga kota di Korea, yaitu Seoul, Dangjin,
dan Seosan. Kontras dengan Seoul yang penuh gedung-gedung modern, Dangjin dan Seosan
yang berjarak sekitar 90 KM dari Seoul merupakan kota industri dan pelabuhan yang lebih
sederhana. Penonton akan diajak melihat sisi lain Korea Selatan yang jauh lebih hening dan
sederhana, terasa pas sebagai tempat pelarian tokoh-tokoh di film ini.
Foto 2. Kota Dangjin yang dekat dengan pelabuhan dan berbatasan dengan pantai selatan Teluk Asan.
3) Membangun chemistry dengan tango dance
Meski keempat aktor dan aktris di film ini – Putri Marino, Jerome Kurnia, Jourdy Pranata, dan
Lutesha – sudah beberapa kali terlibat project bersama, namun Sutradara dan Produser
mengarahkan para aktor untuk membangun chemistry kembali dengan menari tango. Tarian
khas Latin ini dikenal intens dan sensual, serta mengandalkan interaksi kedua penari untuk
saling mengarahkan gerakan. Proses ini membantu para tokoh untuk melatih diri mereka agar
lebih in-character, dan saling mengekspresikan emosi-emosi kompleks yang ada dalam cerita.
3
Foto 3. Seluruh cast dan filmmaker membangun chemistry mereka melalui tarian tango,
yang intens dan penuh interaksi, untuk lebih mendalami karakter.
4) Les privat Bahasa Korea untuk para cast
Lutesha, yang memerankan Vanya dalam film, adalah cast yang paling sering menggunakan
bahasa Korea. Tim bahkan memanggil seorang guru bahasa Korea untuk mengajarkan para
cast, dan Lutesha ternyata menjadi yang paling cepat dan fasih dalam menguasai bahasa
tersebut dibandingkan dengan empat cast lainnya. Kemampuannya dalam beradaptasi dengan
bahasa Korea memperkaya peran Vanya, menjadikannya lebih natural dan mendalam dalam
berinteraksi dengan karakter lain di dalam cerita.red
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota
Gerak Cepat! Bupati Madina Tinjau TPA Banggua, Tumpukan Sampah Ditarget Tuntas Minggu Depan
kota
Kabar Baik untuk Pasien Ginjal! RSUD Panyabungan Hadirkan 12 Mesin Hemodialisa Modern
kota
sumut24.co MEDAN , Sebagai wujud komitmen menghadirkan kepedulian sosial yang inklusif, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Ba
kota
sumut24.co ACEH, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melaksanakan kegiatan survei pembangunan j
News