Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Sejak berduet dengan Al Ghazali di film RUNAWAY, nama Tatjana Saphira mulai melejit ke permukaan. Setelahnya, gadis berusia 18 tahun itu memerankan sebuah judul lain yang cukup sukses besar, NEGERI VAN ORANJE dan kini yang terbaru, I AM HOPE.
Baca Juga:
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
- Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
- Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
Di film garapan Alkimia Production itu, Tatjana berperan sebagai pejuang kanker bernama Mia. Di sana, ia akan beradu peran dengan pemeran lain seperti Kenes Andari hingga Tio Pakusadewo. Berbagai pengalaman seru pun ia dapatkan selama proses syuting.
“Syuting sama om Tio (Pakusadewo) seru banget. Seneng bisa dapat kesempatan syuting sama om Tio. Setiap scene sama om Tio adalah favorite scene buat aku. Om Tio memang punya aura yang kuat, dia mendorong saya untuk terus mengeluarkan akting terbaik. Scene yang sulit saat di rumah sakit karena aku takut banget sama rumah sakit,” ujar Tatjana.
“Semua scene sulit karena sebagai dokter saya nggak bisa improve. Harus ekstra menghafal di film ini karena kata-kata kedokteran yang ada. Lalu, ini adalah pertama kali saya satu scene dengan Om Tio Pakusodewo, super deg-degan banget. Dia kayak punya power yang besar sekali bisa menguasai satu ruangan. Saya bisa terintimidasi banget dengan akting om Tio karena auranya terlalu besar. Itu momen deg-degan seumur hidup bisa akting sama om Tio,” sambung Kenes yang juga hadir di lokasi.
Pada salah satu scene-nya, Tatjana diplot untuk beradu akting secara langsung dengan seorang pejuang kanker asli. Di situ ia merasakan tantangan yang sangat berbeda dari syuting-syuting biasanya.
“Kami syuting di salah satu lantai rumah sakit yang masih kosong. Ada satu scene yang gabung dengan pasien kanker lain pas lagi kemo. Ada pasien yang ikut main di film ini. Dialognya pasien ini bener-bener yang pernah dia alamin, jadi real banget sih. Itu spontan sih untuk menghadirkan pasien kanker, namanya Made,” pungkas kekasih Herjunot Ali itu.
Pada film-nya, Tatjana diceritakan kehilangan sosok sang ibunda karena penyakit serupa. Namun alih-alih menyerah pada keadaan, ia berjuang sebisa mungkin untuk melawan kankernya. (ozn)
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota
Gerak Cepat! Bupati Madina Tinjau TPA Banggua, Tumpukan Sampah Ditarget Tuntas Minggu Depan
kota
Kabar Baik untuk Pasien Ginjal! RSUD Panyabungan Hadirkan 12 Mesin Hemodialisa Modern
kota