Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke-127 di Tapanuli Selatan
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
Sudah tiga tahun belakangan ini artis cantik Meisya Siregar tengah menjalankan usaha kulinernya yaitu Rendang Nantulang. Berawal dari hobi makan rendang, akhirnya Meisya mantab membuka usaha rendang yang resepnya ia dapat dari keluarga besar.
Baca Juga:
- Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke-127 di Tapanuli Selatan
- TMMD ke-127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
- Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya Al-Abror
“Nantulang itu sebenarnya bahasa Batak yang semua orang belum tahu. Dipikirnya rendang tanpa tulang. Nantulang itu sebenarnya sebutan bahasa Batak yang artinya adalah tante. Jadi asal muasal rendang ini adalah resep keluarga dan kita beli secara profesional, kita modifikasi sendiri sampai akhirnya kita komersilkan,” ujar Meisya saat ditemui di Villa Cinere Mas, Tengerang Selatan .
Meisya dalam kesemaptan itu terluhat membantu para pegawainya memasak rendang sampai tahap packaging. Lucunya, anak keduanya yaitu Song Louisa Mu Khadijah juga ikut membantu bundanya memasak. Tanpa canggung Meisya Siregar terlibat dalam proses produksi Rendang Nantulang yang jadi bisnisnya. Selain rendang daging, Rendang Nantulang ini memiliki varian lain di antaranya paru, telur, ayam dan jengkol. Rasanya pun dibuat dalam tiga rasa berbeda dengan tingkat kepedasan masing-masing yaitu, light, spicy dan hot.
“Biasanya kita masak paru atau ayam 5-10 kilo. Kalau daging baru 10-20 kilo. Kita masak tergantung pesanan kalau ada bazaar baru nyetok banyak,” jelas Meisya.
Usai menggoreng dan mengolah bumbunya tahap selanjutnya adalah packaging. Diakui Meisya, usahanya ini dirintis dari nol. Ia mengawali bisnis ini dengan kemasan plastik biasa, sampai akhirnya membeli mesin demi mendapat kemasan yang bagus.
“Beli peralatannya bertahap, dulu hanya plastik yang diikat terus sampai ke customer udah rusak (kemasannya) dan basi. Kita akhirnya pakai packaging sebagus mungkin,” tandas Meisya. (kpl)
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota
Gerak Cepat! Bupati Madina Tinjau TPA Banggua, Tumpukan Sampah Ditarget Tuntas Minggu Depan
kota
Kabar Baik untuk Pasien Ginjal! RSUD Panyabungan Hadirkan 12 Mesin Hemodialisa Modern
kota
sumut24.co MEDAN , Sebagai wujud komitmen menghadirkan kepedulian sosial yang inklusif, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Ba
kota
sumut24.co ACEH, PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melaksanakan kegiatan survei pembangunan j
News
Medan sumut24.co 100 hari kerja Kapolrestabes Medan Kombes Pol Calvijn Simanjuntak SIK MH, Satuan Reserse Narkoba berhasil mengungkap 526
Hukum
Medan, Sumut24.co Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Sumatera Utara kemba
News
Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Amankan Pelaku Curanmor
kota