Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Sudah tiga tahun belakangan ini artis cantik Meisya Siregar tengah menjalankan usaha kulinernya yaitu Rendang Nantulang. Berawal dari hobi makan rendang, akhirnya Meisya mantab membuka usaha rendang yang resepnya ia dapat dari keluarga besar.
Baca Juga:
- Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
- Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
- Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
“Nantulang itu sebenarnya bahasa Batak yang semua orang belum tahu. Dipikirnya rendang tanpa tulang. Nantulang itu sebenarnya sebutan bahasa Batak yang artinya adalah tante. Jadi asal muasal rendang ini adalah resep keluarga dan kita beli secara profesional, kita modifikasi sendiri sampai akhirnya kita komersilkan,” ujar Meisya saat ditemui di Villa Cinere Mas, Tengerang Selatan .
Meisya dalam kesemaptan itu terluhat membantu para pegawainya memasak rendang sampai tahap packaging. Lucunya, anak keduanya yaitu Song Louisa Mu Khadijah juga ikut membantu bundanya memasak. Tanpa canggung Meisya Siregar terlibat dalam proses produksi Rendang Nantulang yang jadi bisnisnya. Selain rendang daging, Rendang Nantulang ini memiliki varian lain di antaranya paru, telur, ayam dan jengkol. Rasanya pun dibuat dalam tiga rasa berbeda dengan tingkat kepedasan masing-masing yaitu, light, spicy dan hot.
“Biasanya kita masak paru atau ayam 5-10 kilo. Kalau daging baru 10-20 kilo. Kita masak tergantung pesanan kalau ada bazaar baru nyetok banyak,” jelas Meisya.
Usai menggoreng dan mengolah bumbunya tahap selanjutnya adalah packaging. Diakui Meisya, usahanya ini dirintis dari nol. Ia mengawali bisnis ini dengan kemasan plastik biasa, sampai akhirnya membeli mesin demi mendapat kemasan yang bagus.
“Beli peralatannya bertahap, dulu hanya plastik yang diikat terus sampai ke customer udah rusak (kemasannya) dan basi. Kita akhirnya pakai packaging sebagus mungkin,” tandas Meisya. (kpl)
Raja Luat Losung Batu Anugerahkan Penghargaan kepada Kapolres Padangsidimpuan, Bukti Pengayoman untuk Masyarakat Adat
kota
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna Tekankan Stabilitas Keamanan Saat Buka Puasa Bersama Lintas Elemen di Ramadan 1447 H
kota
Humanis di Bulan Ramadhan, Satreskrim Polres Padangsidimpuan Turun ke Jalan, Bagikan 50 Paket Takjil untuk Warga
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/Tapsel Dapat Apresiasi Mabesad, Harapan Baru Bangkit Pascabencana, Ketua Tim Wasev Sudah Terlaksana dengan Baik
kota
Wasev Mabesad Tinjau TMMD ke127 Kodim 0212 Tapanuli Selatan, Pastikan Pembangunan Tepat Sasaran dan Menyentuh Rakyat
kota
Genjot Infrastruktur Pasca Bencana, Tim Wasev Mabesad Tinjau Langsung TMMD ke127 di Tapanuli Selatan
kota
TMMD ke127 Kodim 0212/TS Ditinjau Wasev Mabesad, Dipastikan Target Tuntas Sebelum 11 Maret 2026
kota
Call Center 110 Jadi Andalan Warga, Polres Padangsidimpuan Bubarkan Keributan Remaja di Samping Masjid Raya AlAbror
kota
Gerak Cepat! Bupati Madina Tinjau TPA Banggua, Tumpukan Sampah Ditarget Tuntas Minggu Depan
kota
Kabar Baik untuk Pasien Ginjal! RSUD Panyabungan Hadirkan 12 Mesin Hemodialisa Modern
kota