Puskesmas Pijorkoling Skrining WBP Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Kanwil Kemenkumham Sumut

0
84

Padangsidimpuan, Sumut24.co
Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan melalui Puskesmas Pijorkoling bekerjasama dengan Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan melakukan skrining tubekulosis (TB) dan human immunodeficiency virus (HIV) bagi para narapidana di Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan, Selasa (31/05/22).

Kepala Lapas Padangsidimpuan Indra Kesuma, A.Md.IP,SH,MH mengatakan, diselenggarakannya skrining TB dan HIV bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah penularannya di lingkungan lapas.

Kalapas Indra Kesuma menyebut, penyakit TB dan HIV sangat rentan tertular di lingkungan lapas. Sehingga, skrining ini sebagai langkah awal yang bekelanjutan untuk mencegahnya.

“Kita lakukan skrining sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi WBP. Sehingga kita bisa melakukan rencana tindak lanjut dengan Puskesmas,” ucapnya.

Kasubsi Perawatan Lapas Padangsidimpuan, M. Zulkaply Siregar didampingi Staf Perawatan, Mara Bintang, menegaskan bahwa kegiatan Skrining TB dan HIV/AIDS ditujukan kepada seluruh tahanan maupun narapidana secara bergilir dengan tujuan sebagai salah satu upaya deteksi dini dan wujud kesiagaan terhadap penyakit menular seperti TB dan HIV.

Sementara itu, salah seorang petugas kesehatan, Richa Maya Sari, Am.Keb, mengatakan, ada sebanyak 100 WBP yang dilakukan skrining TB dan HIV hari ini dan merupakan agenda rutin kami atas kerjasama selama ini untuk mendeteksi dan mengantisipasi kemungkinan penularan TB dan HIV/AIDS.

“Memang disini sangat rentan ya karena kita lihat situasi dan kondisi mungkin karena satu blok padat penularan bisa dari udara dan batuk. Sekarang kita skrining ingin melihat bagaimana kondisi di sini bisa kita tanggulangi dengan baik,” ucap Richa.

Selain melakukan skrining, Richa juga menuturkan, pihaknya juga memberikan penyuluhan terkait pencegahan TB dan HIV kepada para WBP.

“Kami sampaikan pencegahannya saat pandemi tetap menjaga jarak, memakai masker dan bagaimana etika batuk. Jadi, saat batuk bagaimana tidak terjadi penularan. Jangan sampai sembarangan,” imbuhnya.zal