PS Sei Kepayang Raya Kab Asahan Gelar Tanding Persahabatan Dengan PS Putra Kualuh Tanjung Pasir Labura

333

ASAHAN I SUMUT24.co

Persatuan Sepakbola Sei Kepayang Raya (PS.SKR) Kabupaten Asahan dengan PS.Putra Kualuh Tanjung Pasir Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) menggelar pertandingan persahabatan, Minggu (21/11/21) sore, di Stadion Taufan Gama Simatupang di Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan.

Hal itu disampaikan Pembina PSSKR Ahmad Husaini Panjaitan kepada sejumlah wartawan saat berada diruang kerjanya di Kecamatan Sei Kepayang. Dijelaskannya, adapun tujuan digelarnya pertandingan itu untuk menjalin hubungan silaturahim antara Kecamatan Sei Kepayang Raya dengan Kabupaten Labura melalui olahraga sepak bola.

“Karena Kecamatan kita berbatasan langsung dengan Kabupaten Labura. Sehingga moment itu kita manfaatkan dengan menggelar pertandingan ini untuk menjalin tali silaturahim,” sebutnya.

Dikatakannya juga, bahwa bagaimana masyarakat Sei Kepayang Raya membangun sepak bola dengan swadaya sendiri untuk meningkatkan semangat para pemain di daerahnya. Artinya, sebut dia, pembinaan ini dimulai sejak usia dini yakni U10, U12, U13, U15, U17 hingga senior.

Ia juga menyebutkan, bahwa dalam pertandingan tersebut ada empat sesi laga diantaranya, U13, U15, U17 dan senior. Dalam pertandingan itu, timnya berhasil memenangkan keempat sesi laga. Hasilnya, untuk U13 dengan skor 2-0, U15 dengan skor 3-1, U17 skor 1-0 dan untuk senior skor 1-0.

“Club ini terbentuk baru beberapa bulan lalu. Lalu kita undang pemainnya dari tiga kecamatan yang tergabung dalam Kecamatan Sei Kepayang Raya. Dari situ kita bentuk lah sebuah tim yang disebut PSSKR. Hasilnya, keempat sesi laga kita menangkan,” sebutnya.

Ketika disinggung terkait tidak adanya keterlibatan Pemkab Asahan dalam pertandingan tersebut, ia mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah berupaya akan tetapi belum ada hasilnya. Sampai terlaksananya kegiatan saat ini juga semua dilakukan dengan swadaya sendiri.

“Kami akui memang stadion yang berdiri saat ini Pemkab yang membangunnya. Akan tetapi hingga saat ini, belum pernah ada kami terima untuk dana perawatan stadion. Akan tetapi kami juga sangat berterima kasih karena stadion ini dibangun. Oleh karenanya, kami lakukan dengan swadaya sendiri. Dikarenakan keinginan kami sendiri. Kalau tidak kami rawat, kan sayang bangunannya. Dikarenakan saya juga yang dihunjuk sebagai ketua pengelola stadion, tergerak lah untuk merawat sendiri demi kemajuan sepak bola di Sei Kepayang Raya, terkhususnya lagi di Kabupaten Asahan ini,” katanya.

Ia berharap, dengan keadaan seperti ini, kiranya Pemkab Asahan dapat melihat keberadaan sepak bola di Kecamatan Sei Kepayang Raya. Agar upaya yang sudah dilakukan tidak terhenti dan dapat berjalan seterusnya.

“Artinya, dengan segala keterbatasan yang ada, bahwa hari ini kami sanggup menggelar kegiatan ini. Tapi kami ingin kegiatan ini menjadi permanen dan berkelanjutan. Pihak kecamatan juga mendukung penuh kegiatan ini. Karena selain menciptakan ruang kosong anak muda yang cinta akan sepak bola, kita juga secara tidak langsung menjauhkan mereka dari bahaya narkoba. Serta ajang pencarian bibit-bibit pemain sepak bola. Itulah inti tujuan kita,” pungkas. (tec)