Selasa, 30 Juni 2026

Rekam Jejak Narendra Modi: Transformator India Menuju Era Baru

Administrator - Selasa, 30 Juni 2026 16:08 WIB
Rekam Jejak Narendra Modi: Transformator India Menuju Era Baru
sumut24.co -

Baca Juga:
Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia dalam waktu dekat, profil mendalam mengenai rekam jejak beliau disajikan sebagai latar belakang historis yang penting. Memasuki masa jabatan ketiganya berturut-turut pada tahun 2024, PM Modi mengukuhkan posisinya sebagai salah satu Kepala Pemerintahan dengan masa jabatan terlama di era modern. Di bawah arahannya, India mengalami lompatan transformasi ekonomi dan sosial yang masif. Profil ini diharapkan dapat menjadi referensi kaya bagi rekan-rekan media dalam menyambut momentum krusial bagi hubungan bilateral antara Indonesia dan India.


Narendra Modi lahir pada 17 September 1950 di sebuah kota kecil di Gujarat. Tumbuh dalam keluarga sederhana yang masuk dalam kategori Other Backward Class atau kelompok masyarakat tertinggal, Modi kecil akrab dengan keterbatasan. Namun, tantangan hidup masa muda itulah yang membentuk empati mendalamnya terhadap penderitaan rakyat, sekaligus memicu komitmennya sejak usia muda untuk mengabdi pada pelayanan masyarakat dan bangsa.


Perjalanan organisasinya dimulai bersama Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), sebuah gerakan nasionalis yang fokus pada pembangunan karakter bangsa, sebelum akhirnya terjun ke panggung politik praktis bersama Bharatiya Janata Party (BJP) di tingkat nasional maupun negara bagian. Di tengah padatnya aktivitas, beliau berhasil menyelesaikan gelar MA di bidang Ilmu Politik dari Universitas Gujarat.


Pada 9 Juni 2024, Shri Narendra Modi kembali dilantik sebagai Perdana Menteri untuk ketiga kalinya pasca-kemenangan besar dalam Pemilihan Parlemen 2024. Tingginya partisipasi pemilih dalam pemilu tersebut menjadi bukti solidnya kepercayaan publik terhadap visi masa depan yang ia tawarkan melalui integrasi pertumbuhan ekonomi, penguatan keamanan nasional, dan ekspansi program kesejahteraan sosial. Sebagai Perdana Menteri pertama India yang lahir pasca-kemerdekaan, Modi memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang. Sebelum memimpin kabinet nasional sejak 2014, ia merupakan Kepala Menteri atau Gubernur Gujarat dengan masa jabatan terlama yang membentang dari Oktober 2001 hingga Mei 2014. Kepemimpinannya yang kuat juga sukses membawa BJP mengamankan mayoritas mutlak pada Pemilu 2014 dan 2019.


Berpegang pada filosofi Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas yang berarti "Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua", PM Modi membawa pergeseran paradigma tata kelola pemerintahan menjadi lebih inklusif, progresif, dan bersih dari korupsi. Fokus utamanya adalah Antyodaya, sebuah prinsip untuk memastikan bahwa bantuan dan pelayanan negara benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah di wilayah terpencil.


Berbagai lembaga internasional mencatat bahwa di bawah kepemimpinannya, India mengentaskan kemiskinan dengan kecepatan yang sangat pesat. Berdasarkan laporan terbaru NITI Aayog bertajuk Multidimensional Poverty in India since 2005-06, hampir 250 juta orang berhasil keluar dari kemiskinan multidimensi dalam sembilan tahun terakhir berkat inisiatif komprehensif dari pemerintah.


Di sektor kesehatan dan inklusi keuangan, India kini menjadi rumah bagi program layanan kesehatan terbesar di dunia bernama Ayushman Bharat yang menjangkau lebih dari 500 juta warga miskin dan kelas menengah baru. Untuk mengatasi beban eksklusi keuangan, diluncurkan pula program Pradhan Mantri Jan Dhan Yojana yang berhasil membuka lebih dari 510 juta rekening bank baru bagi masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau perbankan.


Kesejahteraan domestik ini diperluas melalui program Pradhan Mantri Ujjwala Yojana sejak 2016 yang menyediakan sambungan gas memasak gratis bagi lebih dari 100 juta penerima manfaat, di mana mayoritas adalah perempuan, sehingga menciptakan lingkungan dapur yang bebas asap. Selain itu, elektrifikasi massal berhasil mengalirkan listrik ke 18.000 desa terpencil yang sebelumnya belum teraliri daya sejak kemerdekaan India.


​PM Modi juga berkomitmen agar setiap warga negara memiliki hunian yang layak. Melalui program PM Awas Yojana sepanjang tahun 2014 hingga 2024, lebih dari 42 juta rumah telah disetujui pembangunannya. Komitmen ini dipertegas kembali pada Juni 2024 saat kabinet periode ketiganya langsung memutuskan untuk membantu pembangunan 30 juta rumah tangga tambahan di wilayah pedesaan dan perkotaan demi menjaga martabat hidup masyarakat.


Sektor pertanian pun tetap menjadi pilar prioritas strategis. Hingga pertengahan 2024, pemerintah telah mencairkan insentif tahap ke-17 melalui skema bantuan PM-KISAN yang menyasar lebih dari 92 juta petani dengan nilai melampaui 2,11 miliar Dolar AS. Langkah modernisasi agraria ini juga diperkuat dengan introduksi Kartu Kesehatan Tanah, digitalisasi pasar lewat E-NAM, serta fokus besar pada sistem irigasi.

Gerakan kebersihan nasional turut mencetak sejarah tersendiri melalui Swachh Bharat Mission atau Misi India Bersih yang diluncurkan pada Hari Kelahiran Mahatma Gandhi tahun 2014. Gerakan massa ini berhasil mendongkrak cakupan sanitasi nasional secara drastis dari hanya 38% pada tahun 2014 menjadi 100% pada tahun 2019. Di sisi lain, transportasi dipandang sebagai sarana utama menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus mempercepat pembangunan infrastruktur generasi masa depan secara masif, mulai dari jalan tol, jalur kereta api, tol informasi atau i-ways, hingga jalur air domestik. Mobilitas masyarakat antardaerah pun semakin dipermudah berkat skema UDAN yang membuat tarif penerbangan sipil menjadi jauh lebih ramah di kantong masyarakat luas.

​Pada sektor ekonomi makro, inisiatif Make in India sukses mengubah negara tersebut menjadi salah satu hub manufaktur internasional yang diperhitungkan. Upaya ini membuahkan hasil nyata pada melonjaknya peringkat Ease of Doing Business atau Kemudahan Berbisnis India, dari urutan 142 pada tahun 2014 menjadi urutan 63 pada tahun 2019. Reformasi fiskal terbesar juga berhasil diwujudkan pada tahun 2017 melalui pemberlakuan Pajak Barang dan Jasa atau GST dalam sidang bersejarah di Parlemen. Langkah berani ini menyatukan sistem perpajakan yang sebelumnya terfragmentasi di berbagai negara bagian menjadi satu prinsip tunggal, yaitu One Nation, One Tax.

Sebagai figur pemimpin, Narendra Modi dikenal luas sebagai Pemimpin Rakyat yang mendedikasikan energinya untuk merajut komunikasi langsung di lapangan maupun di dunia maya. Dicap sebagai salah satu pemimpin negara paling melek teknologi atau techno-savvy, ia sangat aktif menggunakan berbagai platform media sosial seperti YouTube, Facebook, Twitter, Instagram, hingga LinkedIn untuk menyerap aspirasi dan membawa perubahan nyata bagi masyarakat.

Di luar dunia politik yang dinamis, PM Modi memiliki ketertarikan mendalam pada seni literasi dan telah menerbitkan beberapa buku, termasuk kumpulan puisi hasil pemikirannya. Untuk menjaga kebugaran fisik serta ketenangan mental di tengah rutinitas kerja yang serba cepat, beliau selalu konsisten mengawali harinya dengan bermeditasi dan melakukan Yoga. Rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
beritaTerkait
"Yoga For Media", Gandeng Jurnalis Sebarkan Pesan Sehat
Konsulat Jenderal India dan Poltekpar Medan Perkuat Kerja Sama Budaya Lewat Pemutaran Film “Pathaan”
Siswa Medan Independent School Belajar Budaya India di KJRI Medan
Konsulat Jenderal India di Medan Gelar Pertemuan Penjangkauan Overseas Citizenship of India (OCI)
Konsulat Jenderal India di Medan Fasilitasi Business Matching Aceh–India
Membangun Masa Depan Global: Kepemimpinan AI India dalam Mewujudkan Teknologi untuk Kebaikan
komentar
beritaTerbaru