Polres Labuhanbatu Menetapkan AS dan JA Sebagai Tersangka Terkait Mendapati Narkoba Sebanyak 20 Kilo Gram

 

Labuhanbatu | Sumut24.co

Polres Labuhanbatu telah menetapkan AS (37) dan JA (46) sebagai tersangka terkait mendapati narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 20 Kg di perairan Selat Malaka tepatnya di wilayah hukum Polsek Panai Tengah.

Dari hasil konferensi pers dan press rilis dari Polres Labuhanbatu, AS dan JA bukan menemukan tas berisi narkoba jenis sabu-sabu dalam keadaan tidak sengaja, melainkan kedua nelayan tersebut dengan sengaja membentang jaring untuk mendapatkan barang haram tersebut.

Press rilis yang singkat tersebut menimbulkan tanya, benarkah AS dan JA sengaja mencari atau menjemput barang haram jadah itu ?Jika benar, lalu siapa yang menyuruh atau memerintah kedua orang itu?

Kapolsek Rusdi Koto SH dikonfirmasi awak media ini, Senin (01/08/2022) belum bisa memberikan keterangan secara detail sejauh apa keterlibatan AS dan JA yang kini jadi tersangka.

Demikian petikan wawancara awak media ini dengan Kapolsek Panai Tengah AKP Rusdi Koto SH.

“Apa benar AS dan JA sengaja membentang jaring untuk mencari atau mendapatkan tas berisi sabu – sabu tersebut?”

Rusdi Koto : “Benar Mas, tas yang berisi sabu yang mereka dapatkan bukan tanpa sengaja, tetapi memang sengaja mereka membentang jaring untuk mencari barang itu,”

“Darimana kedua orang tersebut mengetahui ada tas berisi narkoba itu berada atau hanyut di sungai?

Rusdi Koto “Tas berisi sabu itu dibuang oleh orang yang pertama kali menemukan tas itu,”

“Siapa orang yang pertama kali menemukan tas itu bang ? Juga tahu dari mana si AS dan si JA ada seseorang yang membuang tas berisikan sabu – sabu itu?,’

“Inilah yang masih mengambang Mas, tetapi lebih jelas Mas tanyakan kepada Satres Narkoba, karena mereka yang melakukan BAP dan penyidikan lebih mendalam,”

“Siapa yang mengatakan bahwasannya tas itu sudah ditemukan orang lain sebelum AS dan si JA lalu tas itu dibuang ke sungai?”

Rusdi Koto : “Itu pengakuan si AS dan si JA. Namun kita yakin barang itu sudah pesanan seseorang.

“Apa abang percaya pengakuan mereka berdua? Atau ada dugaan mereka berdua mata rantai dari para mafia narkoba?”

Rusdi Koto : “Kalau itu kita kurang tahu Mas, itu gawenya Satres Narkoba melidiknya.

“Kalau tas berisikan beban 20 Kg dibuang ke sungai pasti tenggelam bang, berarti tas tersebut diberi pelampung agar tidak tenggelam, apa benar demikian bang?

Rusdi Koto : Iya benar Mas, tas itu diberi pelampung,”

“Ada dugaan tersangka  diperintah untuk mengambil barang itu di sungai, tetapi malah mereka kuasai, apa ada kemungkinan seperti itu bang?

Rusdi Koto “Sepertinya kecil kemungkinan seperti itu mas,”

“Apa alasannya kecil kemungkinan seperti itu bang? Bukankah mereka sengaja membentang jaring untuk menemukan barang itu, berarti ada yang memberi perintah kepada mereka berdua?

Rusdi Koto : karena ketahuannya mereka menemukan barang itu booming cerita itu di sungai Merdeka Mas, kita mendapat laporan dari warga lalu kita Lidik Mas,”

“Boleh tahu bang siapa yang melapor ke polisi kedua orang itu menemukan barang itu? Atau memang harus dirahasiakan nama pelapor bang?

Rusdi Koto : pelapornya warga Sei Merdeka juga mas, tetapi gak enak kita sebutkan namanya.

“Dari mana pelapor tahu kedua orang itu menemukan tas berisikan sabu – sabu  bang?

Rusdi Koto : cerita tentang penemuan narkoba itu booming di Sei Merdeka Mas, lalu mengarah kepada si JA, anggota kita pun langsung mencari si JA. Jam 8 malam kita dapat info, jam 11 malam baru anggota kita menemukan si JA.

“Tadi abang sebutkan membooming temuan itu, sedangkan hari Jumat barang baru ditemukan si JA dan AS, lalu Jumat malam si JA sudah didapat dan diperiksa, lalu kapan memboomingnya?

“Rusdi Koto : Iya benar jam 8 malam kita terima laporan, jam 11 malam kita temukan si JA, tetapi jam 11 siang cerita tentang ada temuan tas berisikan narkoba itu sudah heboh di Sei Merdeka,”

“Ada dugaan di publik AS dan JA menerima perintah untuk mengambil barang itu, tetapi setelah dapat tidak mereka serahkan kepada si pemberi perintah, lalu oleh si pemberi perintah lewat anak mainnya melapor ke polisi agar si AS dan si JA tertangkap. Apa tanggapan Abang,”

Rusdi Koto : “Kalau itu tidak benar, kita menerima laporan dari warga,”

“Apakah ada yang melapor kepada Abang atau kepada anggota Abang bahwasannya tas itu berisi narkoba dengan jumlah lebih 20 bungkus ?

Rusdi Koto : “Gak ada mas, gak ada laporan seperti itu.

“Dari mana tahu isi tas itu pertama’ kali ditemukan berisikan 20 bungkus bang? Apakah berdasarkan pengakuan AS dan si JA ?

Rusdi Koto : “Setelah dibawa oleh anggota ke kantor dan dibuka serta disaksikan bersama – sama,”

“Bagaimana bisa tahu ada 4 bungkus atau sekira 4 Kg yang disembunyikan oleh si AS?”

Rusdi Koto : Dari hasil lntrogasi Mas, setelah kita dapat barang yang pertama, Agus kita cari tidak ada, pada hari Minggu Agus kita temukan dekat Sei Berombang, lalu kita bawa ke kantor untuk diperiksa,”

“Siapa yang melidik si AS bang? sehingga ia mengaku ada menyimpan 4 bungkus barang itu, dari Polsek atau dari Satres Narkoba?”

Rusdi Koto : “Kalau itu sudah bergabung Mas, team Polsek dan Satres Narkoba. Saat itu AS sudah terlihat cemas, mungkin sudah kebanyakan mengkonsumsi barang itu,”.

“Kalau si JA dan AS tidak mengaku ada menemukan barang itu dan menyimpannya, mungkin mereka lolos dari jerat hukum bang, apakah benar polisi tidak ada menerima laporan dari seseorang bahwasannya AS dan JA menemukan dan menyimpan barang tersebut?”

“Rusdi Koto : Kalau itu tidak ada Mas, tidak ada telepon seperti itu ke kami. Info kita dapat, si AS dan si JA ini juga dulunya pemain narkoba juga,”

“Ada dugaan perbuatan si AS dan JA ini penghianatan terhadap tuannya, lalu dilapor ke polisi,  sehingga mereka begitu mudah terendus memiliki barang tersebut. Apa tanggapan Abang?”

Rusdi Koto : “Ya namanya dugaan boleh – boleh saja Mas, tetapi yang pasti kita menerima laporan dari warga setempat,”

“Apa abang yakin tas itu hanya berisi 24 bungkus ? Berapa kira- kira muatan isi tas tersebut?

“Rusdi Koto : Kalau dari  besar tas itu bisa diisi 28 bungkus. Karena dari besar isi tas itu makanya ada kecurigaan bahwasannya masih ada yang disembunyikan. Ternyata benar, ada 4 bungkus lagi yang disembunyikan AS,”

“Apakah menurut Abang si AS dan si JA mencari barang itu di sungai dikarenakan ada informasi tas berisi sabu itu hanyut dibuang seseorang, atau ada perintah untuk mencari barang tersebut?,”

Rusdi Koto “Kalau pengakuan mereka karena ada informasi ada yang membuang tas itu, lalu mereka cari, tetapi kalau ada yang memerintah itu juga ada kemungkinan.

“Apakah sudah disidik lebih mendalam siapa yang memberi perintah kepada mereka berdua?,”

Rusdi Koto : “Kalau itu coba tanya saja ke Satres Narkoba Mas.Karena penyidikan dilakukan di Satres Narkoba.

“Artinya sampai hari ini belum diketahui siapa pemesan barang itu bang?,”

Rusdi Koto : Kalau kami dari Polsek belum tahu Mas, karena penyidikannya di Satres Narkoba, konfirmasilah kesana Mas,”

Keterangan lainnya yang diberikan oleh mantan Kasiwas Polres Labuhanbatu itu, barang itu isunya akan diserahkan di Desa Cinta Makmur, Kecamatan Panai Hulu.

Saat ditanya siapa penerima barang itu di Desa Cinta Makmur, ia juga tidak tahu siapa yang menerima barang itu. Sebab masih sebatas rumor.

“Rumor lainnya sempat beredar, siapa yang menemukan barang itu akan diberi 500 juta rupiah atau dibelikan sepeda motor,”terangnya.

Dikatakannya lagi, saat ini ada 4 orang warga Sei Merdeka’ yang dicurigai turut terlibat tetapi sudah tidak ada lagi di desa itu.

“Ada seseorang yang menerima transferan uang sebesar 70 juta rupiah. Transferan lewat BRILink di Labuhan bilik, masih juga kita lidik,”ungkapnya.

Ada pun 4 bungkus yang ditemukan lagi dari AS, lanjutnya, isinya sudah berkurang sebanyak 2 ons dikonsumsi oleh AS.

Saat ditanya, mengapa ia tidak ikut serta menjemput narkoba pertama kali ditemukan, bukankah barang sebanyak itu cukup besar nilainya? Rusdi Koto mengaku karena masih sekedar informasi makanya ia tidak ikut serta ke lapangan menjemput barang haram jadah itu.

Bukankah bisa kemungkinan terjadi penggelapan barang, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu oleh anggota Satres Narkoba Tanjung Balai? Rusdi Koto mengakui hal itu bisa saja terjadi.

“Tetapi sudah saya ingatkan kepada anggota saya, jangan coba – coba melakukan hal itu, karena itu akan merugikan mereka sendiri jika melakukan hal itu,”imbuhnya.

Dipaparkannya lagi, mengungkap keberadaan barang haram itu dan menemukan si JA dan si AS bukan kerja mudah.

“Cukup lelah kita Mas mengungkap hal itu, bukan ujuk – ujuk barang itu diserahkan ke Polsek. Hujan – hujan anggota kita kerja, hanya lelah yang ada pada kita. Gak dapat nama dan dikritisi gak apa – apa,”tukasnya. (w28)