Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
MEDAN I SUMUT24.co Pilkada se Sumut mulai memunculkan riak-riaknya, termasuk para balon tak terkecuali para “Panglima Talam” yang mulai terus bergerilya menjual lidah dan ludahnya untuk meyakinkan kontestan, ucap Wakil Ketua Himpunan Keluarga Besar Mandailing (Hikma) Sumut Syahrir Nasution kepada SUMUT24, Rabu (25/9). Menurutnya, Kota Binjai ini memang kota kecil, tapi terlalu banyak†Pemain†yang menjadi “ broker politik†Pilkada. Kita juga heran kota yang dari dulu di kenal religius bak Serambi Mekah nya sumut realita nya cultur tersebut seolah-olah sirna akibat tabiat sebagian masyarakatnya yang menubruk koridor-koridor agama, ucapnya. Di samping itu istilah: “ Panglima Talam†juga ikut meramai kan suasana menjelang Pilkada, karena para balon-balon yan ingin ikut terbuai oleh sanjungan-sanjungan dari pada panglima talam tersebut yang ujug -ujug nya hanya se batas ngincer hepeng nya saja mana yang lebih “ Moncer†jadi incaran jadi sebenarnya “Uang Bukan Segalanya Untuk Kelabui Rakyat”
Baca Juga:
- Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
- Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
- World Kidney Day 2026: 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
Hal ini sah sah saja, justru itu para kandidat harus bisa mensikapi secara “ bijak dan cerdas†memilih dan memilah team nya yang benar-benar tanpa pamrih atau yang pamrih.
Apalagi, bak kata orang eropa “Tidak Ada Makan Siang yang gratis( No Free for Lunch)â€.
Apalagi situasi ekonomi sekarang ini yang semakin terpuruk dan sulit, masyarakat awam hanya berfikir†fragmatisme†untuk urusan perutnya saja. Hal ini disebab kan sistem dan prilaku para pemimpin kita di pusat maupun di daerah sudah tidak lagi memberikan “ Suri Tauladan†sesuai dengan tuntunan agama.
Oleh sebab itu, bagi para kandidat Walkota / Bupati yan akan menjadi participant dalam Pilkada 2020 ini, jangan obralkan gemerincing rupiah dulu, walaupun cost itu perlu, tapi bukan merupakan yang utama untuk merangkul hati dan suara rakyat, karena masih banyak lagi rakyat yan masih punya hati nurani untuk memilih pemimpinnya.
Tunjukkan lah prilaku yang simpatik dan agamais dalam bentuk amalan-amalan yang lain dalam rangka mencuri “ empati†rakyat agar terjalin keharmonisan antara ulama & umarho, serta mendapat ridho Allah SWT menjadikan negeri ini “ Baldathun Thoibbatun Warrobbun Ghofur.(W03)
Polres Padangsidimpuan Berhasil Ungkap Kasus Pencabulan Anak, Pria 56 Tahun Diamankan
kota
Gerak Cepat! Mendagri Tito Karnavian Serahkan 120 Huntap untuk Korban Bencana di Tapanuli Selatan
kota
World Kidney Day 2026 14 Mesin Hemodialisis Beroperasi di RSUD Padangsidimpuan, Kesadaran Kesehatan Ginjal Digenjot
kota
Mahasiswa Madina Bersatu! Halal Bihalal IMA Pekanbaru Lahirkan Gagasan untuk Daerah
kota
Khataman AlQur&rsquoan Warnai Milad Ketua TP PKK Madina, 61 Anak Yatim Ikut Bahagia
kota
Silaturrahmi JMSI Tabagsel dan Kejari Madina Media Diminta Jadi Garda Depan Tangkal Hoaks
kota
Kapolres Padang Lawas AKBP Dodik Yuliyanto Gelar Jumat Curhat di Masjid AlAmanah, Warga Sampaikan Aspirasi, Polisi Langsung Beri Solusi
kota
Tak Sekadar Halal Bihalal, Pertemuan JMSI Tabagsel dan Bupati Madina Saipullah Nasution Bahas Hal Krusial Ini, Siap Kawal &ldquoMadina Maju Madan
kota
Bikin Adem! JMSI Tabagsel Gelar Halal Bihalal ke Pembina, Ini Pesan Penting Ketua DPRD Madina Erwin Efendi Lubis
Kota
SAR Gabungan Polda Sumut Temukan Satu Korban Tenggelam di Sungai Silau Asahan, Pencarian Satu Anak Masih Berlanjut
kota