Terdakwa Kasus Oplosan Minyakita Hanya Dituntut 2 Tahun Penjara
sumut24.co TANJUNGBALAI , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Tanjungbalai, Siti Lisa Evriaty Br Tarigan ,S.H.,M.H. menuntut terdakwa
News
MEDAN I SUMUT24
Baca Juga:
Pengamat Politik USU Drs Wara Sinuhaji MHum mengatakan, dari pengamatannya banyak bakal calon Wali Kota Medan yang muncul adalah wajah orang-orang baru. Kalau Dzulmi Eldin mungkin tidak dipilih orang lagi. Semakin banyak alternatif pilihan akan semakin baik. Biarkan saja semua maju bersaing.
Demikian juga dari jalur independent. Semuanya harus kita dorong, supaya rakyat Medan ada alternatif pilihannya. Seperti pemilihan Gubsu belum lama ini, para calon rame-rame membeli partai, supaya orang lain yang hendak maju tidak dapat kenderaan politik lagi. Jadi para kandidat ini supaya mendekati partai untuk dapat kenderaan politik/perahu, karena tanpa kenderaan politik tidak bisa maju,kata Wara di Medan, Senin (17/6).
“Kita lihat nanti, apakah partai politik ini memunculkan kader internalnya. Tapi berdasarkan pengalaman yang lalu, kebanyakan partai politik mengusung kader eksternalnya (orang luar partai). Ini yang selalu jadi pertanyaan, karena parpol tidak mengusung kader sendiri,†kata Wara.
Menurut Wara, kader eksternal bisa dimintai “uang mahar atau uang perahuâ€, padahal itu bisa dibilang uang sogok. Bisa dikatakan yang tidak punya uang banyak tidak akan didukung partai. Oleh karena itu bisa kita lihat setelah selesai pemilihan Wali Kota, Bupati atau Gubernur , maka prioritas utama yang dilakukan kandidat yang menang adalah bagaimana mengembalikan modalnya. Bukan mengembangkan pembangunan wilayahnya. Kalau sudah demikian maka tidak ada yang bisa diharapkan pembangunan yang baik, khususnya untuk melayani kepentingan publik. Tapi prioritas utama bagaimana mengembalikan modalnya.
Paradigma itu sudah seharusnya ditinggalkan, dan supaya ada perubahan diharapkan KPK pantau dan sadap semua pemilihan kepala daerah ini. Dan kalau ada indikasi permainan uang, maka tangkap saja. Kalau dibiarkan begitu saja, kapan demokrasi kita bisa berkembang. Karena selama ini siapa yang banyak uang ,dia yang dapat kenderaan partai, kata Wara.
“Kita carilah calon yang mumpuni dan bisa membangun kota Medan, serta memberi pelayanan yang baik kepada rakyat,†kata Wara.
Justru itu, saya selalu mendorong calon yang maju lewat jalur independen, diantaranya akademisi Dr Edy Ikhsan SH, karena kalau dari jalur partai rasanya tidak mungkin. Karena kalau jalur partai, kabarnya untuk satu kursi butuh dana yang bisa mencapai ratusan juta. Sehingga untuk mendapatkan perahu dari partai bisa capai Rp3,5 milyar. Bagaimana dapat uang sebanyak itu, kalau tidak kaya berlebih. Memang untuk melawan sistem politik yang beku dan kaku, sentralistik dan feodalistik melawannya harus jalur independen.
Untuk lewat jalur independen ini rumit dan harus kerja keras sehingga di kota Medan ini tidak pernah dicoba orang, jelas Wara. (C04)
sumut24.co TANJUNGBALAI , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negri Tanjungbalai, Siti Lisa Evriaty Br Tarigan ,S.H.,M.H. menuntut terdakwa
News
sumut24.co Tebingtinggi, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Tebing Tinggi,Erwin Suheri Damanik didampingi Kadis Perdagangan Marimbun Marpaung
News
FWK Tegaskan 9 Februari Tetap Hari Pers Nasional, Soroti Sejarah dan Desak Revisi UU Pers
kota
Istri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Hoegeng Tutup Usia di Umur 100 Tahun
kota
sumut24.co MedanKebangkitan era digital di segala sisi kehidupan saat ini mengantar kita memasuki dunia modern, yang menuntun kita melakuk
Ekbis
Sat Lantas Polresta Deli Serdang Gencarkan Sosialisasi Ops Keselamatan Toba 2026
News
&ldquoOrang Sumut untuk Sumut Golkar Harus Kembali Berakar dan Berdaulat di Daerah&rdquo
kota
sumut24.co ACEH, PLN UIP Sumbagut berhasil melakukan energize SUTT 150 kV BlangpidieTapak Tuan serta GI 150 kV Blangpidie Extension menu
News
Polsek Bangun Purba Bersama Muspika Lakukan Pengecekan Lokasi yang Diduga Menjadi Tempat Judi Dadu Putar
kota
Pelaku Curanmor Kerap Beraksi di Plaza Medan FairDihadiahi 2 Peluru
kota