Pengukuhan Abpednas Sumut, Bobby Nasution Terus Mendorong Desa Berinovasi Lewat Skema Kompetisi
sumut24.co ASAHAN, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mendorong desadesa di Sumut untuk berinovasi dalam p
News
Baca Juga:
- Nama Gubernur Bobby Nasution kembali Tersorot saat Konfrensi Pers OTT Wamenaker di KPK, Ini Keterangan Setyo Budiyanto.
- Gurita OTT Madina, Mengenal Sepupu dan Tangan Kanan Bobby Nasution, DR : Dari Kontraktor ke Pusaran Agen dan Kasus Korupsi Proyek, Mampukah KPK..?
- Lingkaran Top Tunjukkan Taji, Dikky Anugerah Panjaitan Paksakan Musdalub Pramuka Jual Nama Bobby Nasution,Ini Sorotan LHKPN DA
Kedua pasangan calon nomor urut 1, Bobby Nasution-Surya, dan nomor urut 2, Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala hadir bersama para pendukungnya masing-masing.
Tema debat terakhir ini mengusung "Sinergitas Kebijakan Pembangunan Daerah dalam Rangka Memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)."
Pada segmen ke empat ada momen menarik, sebab saat Edy Rahmayadi bertanya kepada Bobby Nasution terkait optimamalisasi anggaran bagaimana menyesuaikan pendapatan daerah Sumut dalam APBD yang mencapai Rp 13,5 triliun dan harus dibagikan kepada 33 kabupaten/kota.
Bobby menyampaikan benar jika pemerintah berjenjang dari pusat sampai daerah. Menurut Bobby, tahun 2025 nanti daerah akan mendapat porsi lebih besar karena sudah diatur Undang-Undang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah tentang opsi pajak. Dengan demikian, kebutuhan uang kabupaten/kota bisa lebih terdistribusi dengan baik sesuai yang dihasilkan oleh setiap daerah.
"Kami berterima kasih dengan UU ini. Karena selama ini pembagian ini adanya provinsi. Provinsi punya wewenang bagi uang ke kabupaten/kota, yang mohon maaf, kadang-kadang sering dijadikan alat politik. Nanti di daerah, misalnya, kemarin 2018 ada daerah yang Bapak belum sempat menang di kabupaten/kota itu, uangnya sedikit ditransfer ke sana," ujar Bobby.
Edy menanggapi bahwa mantan wali kota, bupati, dan dirinya sebagai gubernur mengetahui soal pembagian yang mengatur provinsi sesuai kapasitasnya.
"Bukan persoalan politik itu, program itu, katanya, dari bawah (bottom up), bukan top down," jawab Edy.
Ia menjelaskan terkait kota Medan dibagi lebih kecil.
"Tidak, karena program itu menentukan dana yang harus dibagikan ke daerah. Harus itu dipahami. Jangan salah, untuk itu banyak-banyak belajar daripada kita berbicara. Jangan disangkutpautkan dengan politik," kata Edy.
Bobby Nasution menjawab bahwa ia dan Surya masih wali kota dan bupati, hanya saja masih cuti dalam rangka pilkada ini.
Bobby menyampaikan pada saat pertemuan pernah di absen, dan diberitahu daerah mana Edy kalah.
Selanjutnya saat sesi pemerataan pembangunan yang berkeadilan Bobby yang memberikan pertanyaan, ia menanyakan pemerataan pembangunan dilihat dari potensi daerah.
"Sebanyak 33 daerah di Sumut pasti punya potensi masing-masing. Pertanian, kelautan, pariwisata. Sementara pemerintah pusat mencanangkan bahan bakar B35 menjadi B100 cocok dikembangkan?" tanya Bobby.
Giliran Edy menjawab apa kaitan pembangunan B100 dengan pemerataan pembangunan. Dia juga mengingatkan lawannya untuk memanjangkan singkatan.
"Yang saya tanya B100 tadi itu apa?".
Edy tampak bingung diduga tidak memahami isu Bio diesel 35 jadi Bio diesel 100. Biodiesel 35atau B35 adalah campuran bahan bakar nabati berbasis CPO atau sawit, yaitu Fatty Acid Methyl Esters (FAME). Kadarnya adalah 35 persen, dan 65 persen lainnya merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar.
Potensi masing-masing wilayah kabupaten kota disitu ada peternakan, waktu habis. Belum sempat Edy menjawab penuh waktu sudah habis.
"Mohon ijin pak kami bukannya mau menjebak, namun seingat kami, Bapak pernah mencanangkan program ini di Sumut. Tentang bagaimana menghasilkan hilirisasi dari kelapa sawit, bagaimana mendukung program pusat dari B35 jadi B100 semua dari nabati. Karena kita penghasil sawit dan kita harus manfaatkan hilirisasi tersebut, yang harus mulai dari Sumut. Kita tidak hanya jual tandan buah segar, minyak sawit mentah, tapi banyak turunan dari sawit. Ada industri baru, buka usaha industri turunan dari kelapa sawit harus dimulai dari Sumut. Daerahnya pasti akan naik, SDM-nya akan belajar bagaimana hilirisasi kelapa sawit bukan hanya menanam, tapi membuat produk turunannya," katanya.
Edy menjawab tentang sawit banyak dikelola oleh pusat.
"Hilirisasi masih direncanakan, dan belum terlaksana. Kita masih mengoptimalkan dimana daerah peternakan, perikanan setiap saat saya sampaikan kepada bupati dan wali kota./ Khusus sawitSaya masih kurang untuk itu karena masih banyak ditangani oleh pusat, mudah-mudahan 5 tahun mendatang bisa lebih optimal," ucap Edy. (Rel)
sumut24.co ASAHAN, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution terus mendorong desadesa di Sumut untuk berinovasi dalam p
News
sumut24.co MEDAN, Kesenjangan antara teori dan praktik masih sering terjadi dalam dunia pendidikan, kondisi ini membuat persoalan di tengah
kota
Satgas Saber Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan 2026 Monitoring Bapokting di Pasar Bakaran Batu
kota
Padang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Padang menghadirkan pelatihan voka
News
Bekasi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkolaborasi dengan Shopee Indonesia meluncurkan program Training of Trainers (ToT) Shop
News
Medan Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek 2577, Musim Mas Group kembali menunjukkan komitmennya terhadap kepedulian sosial dan kehar
Umum
Jakarta, Western Australia menghadirkan peluang yang kuat dan strategis bagi travel agent, tour operator, serta mitra industri pariwisat
Wisata
Medan, STIKES Helvetia menggelar kegiatan tausiah punggahan pada Sabtu (14/02/26) dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Tausi
Info
JAKARTA Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Komjen (Purn) Firli Bahuri kembalimemenangkan Piala Gong Xi Fa Cai. Kali ini
Sport
Medan Menjelang satu tahun kepemimpinannya, Gubernur Bobby Nasution mengungkapkan lima pejabat eselon II di Pemprov Sumatera Utara memil
News