Pertama di Dunia Perhutani Layani Beli Kayu via Online

JAKARTA | SUMUT24
Perum Perhutani berhasil membuat inovasi baru di sektor industri kayu. Pada 2016 Perhutani membuka layanan pembelian kayu gelondongan via online.

“Pembelian kayu lewat online pertama kali di dunia, negara lain belum pernah ada yang kayak begini,” ujar Direktur Utama Perhutani Mustoha Iskandar di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Rabu (30/3).

Mustoha memaparkan keunggulan dari pembelian kayu lewat online menghemat waktu dibandingkan secara konvensional. Selain itu menggunakan online pembeli dan penjual bisa menghindari dari transaksi kayu ilegal.

“Nggak usah tatap muka, semua daftar harga dan ukuran kayu gelondongan udah lengkap dipasang di online,” ungkap Mustoha.

Mustoha pun mengakui kelemahan transaksi pembelian kayu online, kurangnya keahlian dari para pegawai Perhutani. Karena selama ini perusahaan pelat merah tersebut belum pernah menggunakan aplikasi berbasis teknologi untuk transaksi.

“Kita masih gagap, karena baru tiga bulan. Tapi ke depannya kita semua sudah bisa lancar,” kata Mustoha.

Selain itu Perum Perhutani bertekad untuk mengurangi penebangan hutan. Sebab, saat ini pasokan pohon semakin menipis untuk sektor industri kayu. “Kami mau preservasi hutan selama lima tahun ke depan,” ujarnya

Untuk mendorong bisnis kayu, Perum mengandalkan dari sektor hilir yakni nonkayu. Dengan begitu produk bahan baku masih bisa terjaga, namun tidak merugikan Perhutani dari segi bisnis.

“Saat ini bisnis nonkayu dan kayu masih berkisar 50:50, tapi ke depan 75 persen dari non kayu,” kata Mustoha.

Pada 2016, Perhutani menargetkan pendapatan mencapai sekitar Rp 5 triliun, sedangkan pada 2015 perseroan berhasil meraup pendapatan sekitar Rp 3 triliun.

Mustoha memaparkan produk hilirisasi untuk sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) akan digenjot, karena paling banyak menyumbang pendapatan sekaligus menjalankan program pemerintah untuk mengurangi energi fosil.

“Tanaman energi ini makin gencar, karena kita tahu cadangan energi fosil 10 tahun ke depan bakal habis,” papar Mustoha. (tnc)