“Pemimpin Berbeda Dengan Penguasa”

706

Oleh : H. Syahrir Nasution

Secara harfiah sebenarnya PEMIMPIN itu berbeda dengan PENGUASA. Memang dalam literatur-literatur dikatakan bahwa seorang pemimpin itu harus memilki kekuasaan. Namun timbul pertanyaan : Kekuasaan yang seperti apa yang dibutuhkan tersebut?  Apakah , maksud nya Kekuasaan yang dapat “ MENDOMINASI “ orang lain untuk berbuat, ataupun MENGEKSPLOITARE pihak-pihak yang lain agar tunduk kepada kita?. Tentu ini lah perbedaan yang dimaksud tadi adanya, ruang terbuka antara Pemimpin (Leader), dengan PENGUASA (Power). biasanya di tengah kehidupan masyarakat tidak pernah kita mendengar bahwa kata-kat yang “ miring” tentang seorang Pemimpin , semisal mabok pemimpin,  tapi sebaliknya kata-kata yang berbau aroma tak sedap hampir sering didengar dari seorang Penguasa yaitu “ MABOK kekuasaan. menunjukkan bahwasanya ada kesan “negative “ dari pada sang penguasa itu dalam mengemban KEKUASAANNYA itu,  sehingga bisa jadi kekuasaan yang ada di genggamannya dipergunakan tidak lagi sesuai prinsip-prinsip management kepemimpinan.  Oleh sebab itulah, kekuasaan yang melekat dalam diri seorang pemimpin (Leader) sangat bertolak belakang dalam prakteknya dengan Kekuasaan yang melekat dalam diri seorang PENGUASA . Bahkan bisa terjadi kekuasaan itu menjadikan “ OTORITER” dalam malaksanakan kekuasaannya.

Dalam agama Islam ada : 5 hal yang diperjuangkan kenapa KEKUASAAN itu dibutuhkan dalam kehidupan berorganisasi , sebagai rujukan agar efektifnya suatu kekuasaan itu. Justru itu Islam menganjur kan perlunya memiliki Kekuasaan tersebut demi untuk menjaga lima kemaslahatan yang ada di dunia ini.

Adapun kelima hal yang harus dijaga tersebut dengan di butuhkannya kekuasaan tadi yaitu : 1. Hifzu Ad Dien, menjaga AGAMA agar terhindar dari tangan-tangan kotor yang dapat mencampur adukkan antara yang HAK & BATHIL. Ini penting agar ummat ini jangn tergelincir kejalan dosa. Hal ini bisa dilakukan secara efektif bila adanya kekuasaan ditangan para pelaksana-pelaksana yanv amanah / jujur.

2. Hifzu Nisfu , disini perlunya untuk menjaga JIWA- JIWA yang benar jangan sampai terjadinya pertumpahan darah secara jalan yang tidak benar.

3. Hifzu Aqli , perlunya untuk menjaga AKAL MANUSIA itu jangan sampai “ dirusak” oleh pihak-pihak  lain maupun sengaja dirusak oleh dirinya sendiri dengan jalan minuman keras & Narkoba. Saat ini yang waras pun bisa saja rusak akal nya diakibatkan pengaruh Jabatan keduniawian. Justru itu perlunya MENJAGA AKAL ini agar tetap SEHAT dari pada AKALNYA menjadi Bodoh ditambah lagi BERMENTAL PENJILAT. Ini realitas kehidupan hari ini yg semakin kasat mata kita melihatnya tanpa punya rasa malu lagi.

4. Hifzu Nazab, mejaga keturunan lebih penting dari pada  menjaga kedudukan yang didapat kan dari “ Men Dzholimi pihak lain. Sampai-sampai dalam ajaran Islam faktor keturunan ini sangat penting dan harus dijaga, “ MEMPERMUDAH PERKAWINAN secara sah  lebih diutamakan dan MEMPERSULIT PERZINAHAN ataupun Kemaksiatan. Hal ini untuk menjaga generasi Kedepan yang lebih bersih dan Jauh dari dosa dosa duniawi.

5. Hifzu Maal, menjaga harta terlebih menjaga harta Negara . Menjaga harta person ataupun pribadi memang di perintahkan tapi lebih dari itu menjaga harta Ummat maupun Bangsa ini harus lebih di periotaskan , jangan sampai di gadaikan maupun di jual kepada pihak-pihak yang bukan sebagai ahlil bait dari suatu negara. dengan alasan dalam rangka Pembangunan.

Dari kelima kemaslahatan yang harus dijaga ini, memang dibutuhkan KEKUASAAN serta para PEMEGANG KEKUASAAN yang Amanah, disinilah dibutuhkannya seorang Pemimpin yang AMANAH ataupun JUJUR ketimbang seorang PENGUASA yang cenderung ke Otoriter dalam menjalankan kekusaannya .

Dalam Islam sudah tertera dan jelas dikatakan bahwa Semua kamu adalah : PEMIMPIN dan nanti akan dimintai PERTANGGUNG JAWABAN dari apa yang kamu pimpin itu disaat hari berbangkit dilaksanakan. Orang yang JUJUR akan menikmati KEMERDEKAAN dalam hidup nya.***

H. Syahrir Nasution Gelar Sutan Kumala Bulan.