Pejabat Korup Wajib Kembalikan Uang Korupsi

MEDAN | SUMUT24

Menteri Kordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI Luhut Binsar Panjaitan menegaskan, pejabat korupsi yang mencuri uang pemerintah untuk ke depan dipertimbangkan harus membayar uang dikorupsinya dengan finaltinya dan harus dipecat dari jabatannya. Hal itu ditegaskan Luhut menjawab wartawan seusai kuliah umum di Gelanggang Mahasiswa USU dengan topik, “Pembangunan wilayah berbasis politik, hukum dan keamanan”, Senin (25/7).

Lebih lanjut dikatakan Luhut Binsar Panjaitan, sebab sekarang banyak juga pejabat yang masuk penjara, namun tidak jera-jera juga. Bahkan, ada yang ketawa-ketawa pakai jaket orangenya, jadi ke depan akan kita kaji lagi.

Demikian juga mahasiswa terlibat narkoba dan kecanduan, sebaiknya dipecat. Lakukan tes urine kalau ada mahasiswa terlibat narkoba dibuat peringatan satu dan dua setelah itu dipecat.

Karena narkoba itu berbahaya dan ancamannya yang meninggal 40 orang setiap hari. Korbannya itu mulai dari anak kecil sampai orangtua. Itu berbahaya dan perlu diwaspadai. Teroris juga berbahaya, tapi saat ini bahaya narkoba itu cukup tinggi dan disana tidak ada urusan agama, suku, pangkat tinggi atau rendah tidak ada beda.

Menyinggung tentang teroris di Poso, kata Luhut, akan terus dikejar dan operasi terpadu Tinombala akan terus. Kita akan tunggu laporannya dan kabarnya anggota Santoso tinggal 18 orang.

Menyinggung tentang Reshufle kabinet, kata Luhut, Presiden tidak pernah bicara kapan reshufle. “Dan itu hak Presiden, ngapain kita campurin, kita lihat saja,” katanya.

Dalam kuliah umumnya, Luhut Panjaitan yang mantan perwira Kopasus lebih 22 tahun itu mengatakan, untuk berhasil, harus bekerja secara team work karena dapat membuat kekuatan yang luar biasa. Saya harap USU juga bisa membangun team work dari semua kemampuan, bukan berdasarkan suku atau agama. Demikian juga pembangunan Sumut harus dengan team work.

Tuhan juga telah membuat blueprin kita karenanya tak perlu risau dalam hidup ini, yang penting anda bekerja sesuai aturan mainnya dan anda harus bisa masuk kemana saja.

Ia juga menyinggung tentang pembangunan berbagai pembangunan yang telah disetujui Presiden Jokowi, seperti Danau Toba, Bandara Silangit, Tax Amnesty dan pembangunan dana desa. Dengan pembangunan desa telah terjadi penurunan kemiskinan. Bahkan menurut Bank Dunia dana desa yang kita kucurkan adalah yang terbesar.

Menyinggung tentang pemikiran ke depan bahwa penjara bagi penjahat narkoba dan teroris dibedakan. Juga pencuri uang pemerintah (koruptor) yang harus mengembalikan uang yang dicuri dan diberhentikan dari jabatannya. “Itu perlu dipertimbangkan tidak masuk penjara sehingga penjara kita tidak lewat kapasitas seperti sekarang,” katanya. (R05)