Pedagang Aksara Korban Kebakaran Minta Pemko Medan Segera Relokasi

PASAR AKSARA KEBAKARAN - Pedagang menangis saat terjadi kebakaran Pasar Aksara Medan, Sumatra Utara, Selasa 12 Juli 2016. Kebakaran yang berasal dari lantai dua itu menyebabkan setidaknya 338 kios terbakar dengan kerugian mencapai miliaran rupiah. Masih belum diketahui penyebab dari kebakaran tersebut. SUMUT24|Albert Damanik

Medan I SUMUT24

Salah seorang pedagang yang mengaku berjualan dilantai 2 Los 6 Pasar Aksara, Kiki (35) meminta agar Pemko Medan segera memikirkan relokasi atau memmbangun pasar Aksara agar mereka dapat berdagang kembali.

Kepada SUMUT24, Kiki yang mengaku memiliki 3 unit toko di Pasar Aksara itu menyampaikan kalau akibat kebakaran tersebut dirinya mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Tak tahulah bang, pokoknya lebih dari ratusan juta,” kata Kiki.
Selain memiliki 3 unit toko di pasar Aksara, Kiki juga mengaku kalau ketiga toko tempatnya berdagang tersebut adalah miliknya pribadi.

“Saya tidak menyewa bang, itu sudah menjadi toko saya pribadi,” ujarnya.

Menurut Kiki, api yang menghanguskan seluruh toko di pasar Aksara tersebut berasal dari korsleting lampu yang ada di toko milik Siti Aminah dilantai 2.

“Dari kabel lampu yang korsleting bang, di Toko Siti Aminah lantai 2. Pembatas dinding toko hanya triplek, jadi cepat nyambar apinya bang kepakaian yang dijual,” sebutnya.

Sambil menahanan air matanya jatuh, Kiki terlihat sangat kesal dengan peristiwa yang terjadi. Dengan tak sabar, beberapa orang teman-temanya sesama pedagang diajaknya masuk kedalam pasar, untuk melihat sisa –sisa barang daganganya. Namun, tak seorang temanya mau mengikuti ajakanya tersebut.

“Sudah dilarang Ki masuk kedalam, katanya api semakin membesar. Kita tunggu sajalah,” ujar seorang temannya sesama pedagang yang belakangan diketahui bernama Vita.
Lain hanya dengan Tika (50) mengatakan, dirinya mengetahui kalau bangunan Pasar Aksara dan Buana Plaza itu sudah lebih kurang 40 tahun berdiri dan setelah ludes terbakar, kini hanya tinggal kenangan saja.

Di Buana Plaza itu, ujar Tika, menjadi salah satu pusat perbelanjaan di Kota Medan itu. Di sana, terdapat pedagang baju, perlengkapan sekolah, sepatu hingga telepon genggam (HP). Kini, kedua gedung itu tinggal kenangan.

“Ini (pusat perbelanjaan) sudah ada sejak lebih dari empat puluh tahun yang lalu. Kini, tinggal kenangan saja lah,” kata Tika (50), warga yang bertempat tinggal tak jauh dari Mal Ramayana.

Tika mengaku sempat berjualan di Pasar Aksara. Dulunya, dia pernah membantu orang tuanya berjualan sembako.

“Dulu saya sewaktu SMA pernah jualan sembako. Saya bantu orang tua. Kami berjualan di situ sekitar 15 tahun lalu. Kalau sekarang sudah enggak berjualan lagi,” terangnya.

Kobaran api masih terlihat di kedua gedung itu. Warga masih menyemut untuk menyaksikan kobaran api. Sebagian dari mereka ada yang menjepret dengan kamera HP-nya dan ada juga yang membuat video. Sementara, petugas pemadam kebakaran berusaha mendekati titik api untuk memadamkan.

Dicarikan Tempat Berjualan Sementara
Pasca terbakarnya gedung Ramayana dsan Pasar Aksara Buana Plaza, Selasa (12/7) siang yang menghanguskan 728 kios, Dirut PD Pasar Kota Medan, Beny Harianto Sihotang memastikan kebakaran yang melanda pasar tradisional di Aksara Plaza, merupakan musibah bagi perusahaan berstatus BUMD Kota Medan yang dipimpinnya tersebut.

Ungkapan itu disampaikan Benny terkait menanggapi banyaknya isu relokasi Pasar Aksara dibalik peristiwa kebakaran yang menghanguskan seluruh gedung termasuk pusat perbelanjaan Ramayana Aksara yang bersebelahan dengan pasar tradisional tersebut.

“Saya pastikan dan menginformasikan. Kebkaran ini adalah musibah bagi kami PD Pasar. Jadi yang namanya intuk relokasi tidak ada,” katanya Selasa (12/7).

Benny menjelaskan, Pasar Aksara merupakan pasar terbesar ke 3 yang mereka miliki di Kota Medan. Dengan demikian gangguan yang terjadi pada pasar tersebut dipastikan akan berdampak secara finansial bagi PD Pasar Kota Medan yang mengelola seluruh pasar tradisional di Kota Medan.

“Artinya kalau ini terganggu, maka secara finansial kami rugi. Kami juga menjadi korban dalam peristiwa ini, karena fasilitas yang terbakar adalah aset kami,” ujarnya.

PD Pasar menurut Beny akan segera mencari tempat berjualan sementara para pedagang yang menjadi korban dalam peristiwa ini. Hal ini dilakukan agar para pedagang dapat tetap mencari nafkah meskipun tempat berjualan mereka terbakar.

Disisi lain, pihak PD Pasar juga akan melakukan rapat internal untuk memperbaiki fasilitas Pasar Aksara yang terbakar tersebut. “Kita akan membahas ini dalam rapat internal kita dulu,” demikian Beny.(W01/W02/Photo : Albert Damanik)